informasiobat.com

BENTUK SEDIAAN DALAM FORMULASI OBAT

Kategori Formulasi - dipublish oleh Administrator tanggal 26/11/2018 - pengunjung 27

Ada berbagai macam bentuk sediaan obat yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti tablet, sirup, kapsul, dsb. Dalam dunia kefarmasian terdapat beberapa bentuk sediaan obat yang diformulasi sesuai dengan kebutuhan pengobatan, berikut dijelaskan satu persatu.

 

1. GAPSULAE (Kapsul)
    Kapsul adalah berupa serbuk yang diisikan dalam cangkang kapsul atau berupa sediaan cairan, setengah padat yang dibungkus dengan kapsul dasar yang memenuhi saran yang tertera pada farmakope Indonesia dan disimpan dalam wadah tertutup rapat berisi zat pengering, ditempat sejuk.

 
2. COLLUTORIA (Obat cuci mulut)
    Kolutorium biasanya berupa larutan pakat dalam air yang mengandung bahan dedoran, antiseptik, anastetik lokal atau adstringens yang disimpan dalam botol putih yang bermulut kecil
Catatan :

  1. Jika kolotorium harus diracik lebih dahulu sebelum digunakan, pada etiket harus disebutkan cara pengencerannya.
  2. Harus diberikan tanda yang jelas yaitu untuk "Obat cuci mulut, tidak boleh ditelan"


3. COLLYRIA (Obat cuci mata)
    Kolirium adalah sediaan yang berupa larutan steril, jernih, bebas zat asing, isotonis, digunakan untuk membersihkan mata. Dapat ditambahkan zat dapar dan zat pengawet. Kejernihan dan kesterilitasnya harus memenuhi syarat yang tertera pada Injection pada farmakope Indonesia. Yang disimpan dalam wadah kaca atau plastik tertutup kedap.
Catatan :

  1. Pada etiket harus juga tertera :
  2. Masa penggunaan setelah botol dibuka tutupnya
  3. Obat cucui mata
  4. Kolirium yang tidak mengandung zat pengawet hanya lebih boleh digunakan paling lama 24 jam setelah dibuka tutupnya.
  5. Kolirium yang mengandung zat pengawet dapat digunakan paling lama 7 hari, setelah botol dibuka tutupnya.


 
4. COMPRESSI (Tablet)
    Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat dengan cara kempa cetak dalam bentuk umumnya tabung pipih yang kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung obat dengan atau zat pengisi. Harus memenuhi sarat yang tertera pada kompressi Farmakope Indonesia. Disimpan dalam wadah tertutup baik, atau wadah tertutup rapat, bila perlu disertakan pengering.

 
5. CREMORES (Krim)
    Krim adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental mengandung air tidak kurang dari 60%, dimaksudkan untuk pemakaian, yang disimpan dalam wadah yang tertutup baik atau tuba, disimpan sejuh.
Stabilitas

 

  • Krim rusak jika terganggu sistem campurannya terutama disebabkan karena perubahan suhu dan perubahan komposisi disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan atau percampuran dua tipe krim jika zat pengemulsinya tidak tersatukan.
  • Agar lebih stabil disamping zat pengawet, ditambahkan zat anti oksiden. Zat pengawet yang digunakan umumnya metil perabon 0,12 persen sampai 0,18 person atau propil peraben 0,02% - 0,05%.
  • Untuk pembuatan krim digunakan air yang telah didihkan dan segera digunakan setelah dingin
  • Dianjurkan peracikannya secara septik. Krim yang sudah pengenceran krim hanya dapat dilakukan jika diketahui pengencer yang cocok dan harus dilakukan secara asepti. Krim yang sudah diencerkan harus digunakan dalam 1 tahun.
  • Jika krim diwadahkan dalam tubo almunium, tidak boleh digunakan pada etiket harus tertera obat luar.


 6. LIXIRA (Eliksir)
    Eliksir adalah sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan untuk yang sedang, mengandung selain obat, juga zat tambahan seperti, gula dan atau zat pemanis lainnya, zat pengawet, zat warna, zat pewangi, digunakan sebagai obat dalam. Sebagai pelarut utama digunakan etanol 90% yang dimaksudkan untuk mempertinggi kelarutan obat. ditambahkan gliserol, serbitol dan propilengliko,, sebagai gula dapat digunakan sirup simplek, yang disimpan dalam wadah yang tertutup rapat.

 
7. EMULSA (Emulsi)
    Emulsi adalah sediaan berupa campuran terdiri dari dua pase ….. dalam sistem dispersi : pase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam pase cairan lainnya, umumnya, rapat dan bermulut lebar.
Catatan : Pada etiket harus tertera "kocok dahulu"

 
8. GARGARISMAE (Obat kumur, Gargle)
Obat kumur adalah sediaan yang berupa larutan, umumnya larutan pekat yang harus diencerkan dahulu sebelum digunakan, dimaksud untuk digunakan sebagai pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan. Yang disimpan dalam wadah botol berwarna susu atau walau lainnya yang cocok.
Catatan : Pada etiket harus tertera :

  1. Petunjuk pengenceran sebelum digunakan
  2. Hanya untuk dikumur, tidak ditelan"


 
9. GELONES (Gel)
    Gel adalah sediaan bermasa lembek, berupa suspendi yang dibuat dari zarah kecil senyawaan organik atau makro molekul senyawa organik, masing-masing terbungkus dan saling terserap oleh cairan. Yang disimpan dalam wadah tertutup baik, dalam botol bermulut lebar terlindung dari cahaya, ditempat sejuk.
Catatan : Pada etiket juga tertersa "Kocok dahulu"

 
10. GUTTAE (Obattetes)
Obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar, digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan Farmakope Indonesia.

  • Guttae Oris (teter mulut) adalah obat tetes yang digunakan untuk mulut dengan cara mengencerkan lebih dahulu dengan air untuk dikumur-kumurkan tidak untuk ditelan.
  • Guttae Auriculares (obat tetes telinga) adalah obat tetes yang digunakan untuk telinga dengan cara meneteskan obat kedalam telinga. Kecuali dinyatakan lain, tetes telinga dibuat menggunakan cair pembawa air, umumnya digunakan gliserol dan propilenglikol dan dapat juga otanol 90%, heksilenglikol dan minyak lemak nabati. Sebagai pensuspensi digunakan sorbiton, polisorbat atau surpaktan lain yang cocok. Kecuali dinyatakan lain pH. 5 – 6 dan disimpan dalam wadah tertutup rapat.
  • Guttae nasales (tetes hidung) adalah obat tetes yang menggunakan untuk hidung dengan cara meneteskan obat kedalam rongga hidung dapat mengandung zat pensusponsi, seperti serbiton, polisorbat atau surpaktan lainnya yang cocok dengan kadar tidak lebih dari 0,01 s/d zat pendapar yang cocok dengan pH 6.5 dan dibuat isotonua menggunakan NaCl secukupnya, zat pengawet umumnya digunakan bonzalkonium ghlorida 0,01 % b/v sampai 0,1% b/v. Yang disimpan dalam wadah tertutup rapat.
  • Guttae ophthalmicao (obat tetes mata) adalah sediaan storil berupa berupa tarikan dam memperkecil, digunakan untuk mata, dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata disekitar kelompak mata dan bola mata. Tetes mata berair umumnya digunakan cairan pembawa berair yang digunaakn zat pengawet terutama ……………( ..) nitra atau penyakit raksa (II) asetat 0,0025% b/v, bonzalkonium chlorida 0,01%. b/v atau d…………….. …..0,01% 1/V


 11. INJECTIONES/INJEKSI
    Injeksi, adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi atau suspensi atau serbuk yang dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir.
    Injeksi diracik dengan melarutkan, mengemulasikan atau mensuspensikan sejumlah obat kedalam dosis wadah tunggal atau wadah dosis ganda.
Penggolongan :

  • Injeksi intraderma atau intrakutis, yaitu sediaan yang berupa larutan atau suspensi dalam air yang digunakan untuk diagnosa, dengan volume lebih kurang 100 mcl sampai 200 mcl.
  • Injeksi subkutan atau hipoderma, yaitu sediaan berupa larutan isotonus dengan kekuatan sedemikian rupa hingga volume yang disuntikan tidak lebih dari 1 ml, larutan dapat ditambahkan vasokon traktor seperti opinefrina untuk melokalisir efek obat.
  • Injeksi intramuskulus, yaitu sediaan berupa larutan atau suspensi dalam air atau minyak, volume penyuntikan sedapat mungkin tidak boleh dari 4 ml, bila dalam jumlah besar dilakukan perlahan – lahan untuk mencegah rasa sakit.
  • Injeksi intravenus, yaitu sediaan berupa larutan, adpat mengandung cairan noniritan yang dapat bercampur dengan air, volume 1 ml sampai 10 ml, volume besar dari 10 ml disebut infus.
  • Injeksi intraterim, yaitu sediaan berupa larutan, dapat mengandung cairan noniritan yang dapat bercampur dengan air, volume 1 ml sampai 10 ml yang digunakan jika efek obat diperlukan segera dalam darah perifer, yaitu sediaan berupa larutan yang hanya digunakan untuk keadaan gawat yang disuntikan kedalam otot jantung atau ventrikulus dan tidak boleh mengandung bakterisida.
  • Injeksi intrateka atau injkesi subaraknoid, injeksi intrasisterna dan injeksi peridura, yaitu sediaan berupa larutan yang umumnya tidak lebih dari 20 ml, tidak boleh mengandung bakterisida dan diracik dalam wadah dosis tunggal.
  • Injeksi intratikulus, yaitu sediaan berupa larutan atau suspensi dalam air yang disuntikan kedalam rongga sendi
  • Injeksi intrabursa, yaitu sediaan berupa larutan atau suspensi dalam air yang disuntikan kedalam bursa subacromilis atau bursa olecranon.
  • Injeksi subkonjungtiva, yaitu sediaan berupa larutan atau suspensi dalam air yang digunakan untuk injeksi selaput lendir mata bawah yang umumnya pengunaannnya tidak lebih dari 1 ml

Catatan : - Pada etiket juga harus tarcantum :

  1. Untuk injeksi berupa suspensi : "Kocok dahulu"
  2. Untuk injeksi yang mengandung antibiotik
  3. Kesetaraan bobot terhadap UI
  4. Daluwarsa
  5. Serbuk untuk injeksi :
  6. Volume pelarut atau pembawah yang diperlukan
  7. Jika akan digunakan dilarutkan dalam pelarut atau pembawa yang tertera pada etiket dan harus segera digunakan.

 
12. LINIMENTA (Linimentum)
    Linimentum adalah sediaan cair atau kental yang mengandung zat analgetik dan zat yang mempunyai sifat rubefasien, melemaskan otot atau menghangat kan yang digunakan sebagai obat luar. DisimXpan dalam botol bermulut kecil ditempat sejuk.
Catatan :

  1. Pada etikte juga harus "obat luar"
  2. Tidak digunakan untuk kulit yang luka atau lecet


13. LOTIONES (Losio)
    Losio adalah sediaan berupa larutWan, suspensi ataeu emusli yang digunakan pada kulit. Penambahan etanol 90% dalam lasio akan mempercepat proses pengeringan dan memberikan efek pendingin, jika penambahan gliserol akan menyebabkan kulit tetap lembab dalam waktu tertentu. Disimpan dalam botol berwarna atau wadah plastik yang cocok ditempat sejuk

 
14. OCULINTA (Gelap Mata)
    Salep mata adalah bagian materi untuk pengobatan mata dengan menggunakan salep mata dasar yang cocok. Disimpan daalm wadah tertutup rapat ditempat sejuk.

 
15. OVULA (Ovula)
    Ovula adalah Sediaan padat yang umumnya berbentuk telur, mudah melunak dan mleleh pada suhu tubuh, digunakan khusus untuk pengobatan vagina. Disimpan dalam wadah tertutup rapat, tata baik ditempat sejuk

 
16. FASTAE (Pasta)
    Pasta adalah sediaan berupa masa lembek yang digunakan untuk pemakaian luar sbagai antiseptikum atau pelindung kulit. Disimpan dalam wadah tertutup baik.

 
17. PILULAE (Pil)
    Pil adalah sediaan berbentuk bulat atau bulat telur yang dibuat dengan menggunakan masa pil. Dengan ukuran diameter tidak lebih dari 8 mm untuk bobot lebih kurang 300 mg

 18. POTIONES (Posio)
    Posio adalah sediaan berupa cairan untuk diminum, dibuat dengan sedemikian rupa hingga memungkinkan untuk diberikan dalam jumlah yang besar dengan dosis tunggal, umumnya 50 ml.

 
19. PULVIS (Serbuk)
    Serbuk adalah campuran homogen dua tau lebih obakt yang diserbukan, yang dimasudkan untuk pemakain dalam dan disimpan dalam wadash tertutup rapat terbuat dari kaen susu atau bahan lain yang cocok.
    Pulvores (serbuk bagi) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang sama atau lebih kurang sama, dibungkus dengan kerta pemanas yang cocok untuk sekali minum.
    Perlvis Adspersorius (serbuk tabur) adalah serbuk yang bebas dari butiran kasar yang digunakan untuk pemakaian luar. Disimpan dalam wadah yagn tertutup baik.

 
20. SOLUTIONES (Larutan)
    Larutan adalah sedinan cair yang dibuat dengan melarutkan suatu jenis obat atau lebih dalam pelarut yang digunakan untuk obat dalam, obat luar atau untuk dimasukan kedalam rongga tubuh.
    Larutan untuk obat luar (pengobatan luka dan kulit terkelupas), larutan antikongulan, iritasi kandung kemih, larutan dialisa inroperitonium dan larutan steril wadah yang tertutup rapat

 
21. SUPPOSITORIA (Gantel)
    Suppositorin adalah sedinan padat, melunak dan larut pada suhu tubuh yang digunakan dengan cara menyisipkan kedalam rektum, yang umumnya berbentuk terpedo atau sesuai dengan menggunakan dasar lemak coklat, atau malam putih dengan bobot yang sesuai.

 
22. SUSPENSIONES (Suspensi)
    Suspensi adalah sediaan cair yagn mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersi, campuran dalam cairan pembawa atau sediaan padat terdiri dari obat dalam bentuk serbuk sangat halus dengan atau tanpa zat tambahan yang akan terdisperasi sempurna dalam cairan pembawa yagn ditetapkan.
Catatan : Pada etiket juga harus tertera : "Kocok dahulu.

 
23. UNGUENTA (Salon)
Salep adalah sediaan berupa masa lembek yang mudah dioleskan umumnya berlemak dan mengandung obat yang digunakan sebagai obat luar untuk melindungi atau melemaskan kulit, tidak berbau tengik. Disimpan dalam wadah tertutup baik atau dalam tube
Catatan : Pada - etiket juga harus tertera : "Obat luar".

 

Komentar