informasiobat.com

ASPARAGINASE

NAMA GENERIK
Asparaginase

NAMA KIMIA
L-Asparaginase

SIFAT FISIKOKIMIA
Asparaginase bersifat inkompatibel dengan karet.

SUB KELAS TERAPI
Antineoplastik, Imunosupresan dan obat untuk terapi paliatif

NAMA DAGANG
Elspar; Leunase

INDIKASI
Pengobatan leukimia limfositik akut, limfoma

FARMAKOLOGI
Absorpsi: Kadar puncak dalam darah setelah pemberian I.M. 50% lebih rendah dibanding pemberian I.V.;Distribusi: Vd: 4-5 L/kg; 70% sampai 80% dari volume plasma, tidak dapat menembus sawar otak.;T eliminasi : 8-30 jam;Ekskresi: Urin;Klirens : Tidak dipengaruhi umur, fungsi ginjal dan fungsi hati

STABILITAS PENYIMPANAN
Sediaan utuh dalam vial harus disimpan dalam lemari es (< 8C);Untuk pemberian I.V. serbuk lyophilized harus dilarutkan dalam 1-5 mL WFI dan untuk pemberian I.M. dilarutkan dalam NS.;Serbuk yang telah direkonstitusi stabil selama 1 minggu di temperatur kamar.;Pemberian infus IV dilakukan dalam 50-250 mL NS atau Dex 5%. Larutan infus stabil selama 8 jam pada suhu kamar atau di lemari es

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif dengan asparaginase dan komponen lain dalam formula, riwayat anafilaksis dengan asparaginase, jika alergi dengan asparaginase, gunakan Erwinia L-asparaginase dan berikan dengan perhatian, pancreatitis

EFEK SAMPING
Efek langsung: demam, menggigil, mual dan muntah terjadi pada 50%-60% pasien.;>10%;SSP: Fatigue, somnolensis, depresi, halusinasi, agitasi, disorientasi, konvulsi (10%-60%),stupor,konfusi,koma (25%);Endokrin dan metabolik: Demam, menggigil (50%-60%), hiperglikemi (10%).;GI: Mual, muntah (50%-60%), anoreksia, kram di perut,pankreatitis akut (15% dapat sangat parah pada beberapa pasien).;Hematologi: Hipofibrinogenemia dan penurunan dari faktor pembekuan V dan VIII, penurunan pada faktor VII dan IX, defisiensi protein C hebat dan penurunan pada antitrombin III.;Hepatik: Peningkatan transaminase, bilirubin, alkalin fosfatase.Hipersensitivitas: Reaksi alergi akut (demam,rash,urtikaria,arthalgia,hipotensi,angioedema, bronkospasme, anafilaksis (15% sampai 30%),;Ginjal:Azotemia;1%-10%;Endokrin dan metabolik: Hiperurikemia. Gastrointestinal: Stomatitis;< 1% (bersifat mengancam jiwa): Kegagalan ginjal akut, penurunan albumin, koma, batuk, disorientasi, drowsiness, ;penurunan fibrinogen, halusinasi, hipertermia, hipotensi, diabetes, ketoasidosis, laringospasme, trombosis vena, ;gejala parkinsoni (termasuk tremor dan peningkatan denyut nadi), pruritus, rash, kejang, penurunan serum kolesterol, ;urtikaria, penurunan berat badan, myelosupresi mulai dari ringan sampai menengah, leukopenia, anemia, trombositopenia ;(onset: 7 hari, nadir: 14 hari, recovery: 21 hari)

INTERAKSI OBAT
Peningkatan efek/toksisitas: Peningkatan toksisitas pernah dilaporkan ketika asparaginase digunakan bersama dengan vinkristin (neuropaty) dan prednison (hiperglikemi). Penurunan metabolisme ketika digunakan dengan siklofosfamid. ;Peningkatan hepatotoksisitas ketika digunakan bersama dengan merkaptopurin;Penurunan efek: Asparaginase menghentikan kerja methotreksat

PENGARUH HASIL LAB
Menurunkan tiroksin dan ikatan globulin - tiroksin

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C

PENGARUH MENYUSUI
Distribusi asparaginase dalam air susu tidak diketahui, tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui.

PARAMETER MONITORING
Tanda-tanda vital selama pemakaian, CBC, urinalisis,amilase, enzim liver, waktu pembekuan darah, tes fungsi hati, pengukuran glukosa urin, gula darah, asam urat. ;Persiapkan penanganan anafilaksis pada setiap pemberian, monitor onset pada saat timbul rasa sakit pada abdominal dan perubahan status mental.

BENTUK SEDIAAN
Serbuk Untuk Injeksi

PERINGATAN
FDA saat ini merekomendasikan bahwa prosedur untuk penanganan antineoplastik harus diperhatikan.;Monitoring untuk reaksi alergi hebat. Dapat meningkatkan enzim hati. Gunakan secara hati-hati pada pasien dengan koagulopati. ;Faktor resiko untuk reaksi alergi:Rute pemberian: I.V. lebih banyak memberikan reaksi alergi daripada pemberian secara I.M. atau subkutan.Penggunaan untuk jangka waktu lama: ;Dosis: >6000-12.000 unit/m2 meningkatkan faktor resiko alergi.;Pasien yang pernah mendapat terapi asparaginase sebelumnya dapat meningkatkan risiko alergi.;Terapi yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko alergi.;Sampai 33% pasien yang mempunyai alergi dengan L- asparaginase juga mempunyai reaksi dengan Erwinia atau pegaspargase.;Dosis percobaan lebih direkomendasikan diberikan sebelum dosis pertama asparaginase, atau sebelum mengulang kembali terapi setelah dihentikan beberapa hari. ;Kebanyakan 0.1-0.2 ml dari larutan 20-250 unit/ml (2-50 unit) diinjeksikan intradermal dan pasien diobservasi selama 15-30 menit. ;Desensitisasi dapat dilakukan pada pasien yang ditemukan hipersensitif setelah intradermal dosis percobaan atau atau pasien yang pernah menerima obat sebelumnya.

MEKANISME AKSI
Asparaginase menghambat sintesis protein melalui hidrolisis asparaginase menjadi asam aspartat dan amonia. ;Sel leukimia, terutama limfoblast, memerlukan asparaginase eksogen, sel normal dapat memproduksi asparaginase.Asparaginase adalah daur spesifik untuk fase G1.