informasiobat.com

AZITHROMYCIN

NAMA GENERIK
Azithromycin

STRUKTUR KIMIA
Serbuk berwarna putih atau hampir berwarna putih.;Praktis tidak larut dalam air, mudah larut dalam alkohol jenuh dan diklorometana. ;Larutan 0,2 % dalam campuran metil alkohol dan air (1:1), mempunyai pH 9.0-11.0

GB STRUKTUR KIMIA
261

KETERANGAN
Antiinfeksi

SUB KELAS TERAPI
Aztrim, Binozid, Mezatrin, Zarom, Zibramax, Zicho, Zisim, Zistic, Zycin, Zithromax

KELAS TERAPI
Antibakteri

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Azithromycin diberikan PO atau IV. Pada pemberian PO, absorpsi terjadi cepat. Makanan akan meningkatkan konsentrasi puncak (Cmax) bentuk tablet dan suspensi sebesar masing-masing 23% dan 56%, namun AUC-nya tidak berubah. ;Meskipun demikian, tablet maupun suspensi dapat diberikan dengan ataupun tanpa makanan. Distribusi : didistribusikan secara luas ke dalam jaringan, didistribusikan secara baik ke kulit, paru-paru, sputum, tonsil, serviks, penitrasi ke cairan serebrospinal rendah, IV : 33,3 L/Kg, Oral : 31,1 L/Kg;Metabolisme : melalui hati, Bioavailabilitas : Oral 38 %, Waktu paro eliminasi : oral : Terminal : Intermediate : 68-72 jam: sediaan aksi diperpanjang : 59 jam, Waktu mencapai puncak : oral: immediate release : 2-3 jam, sediaan aksi diperpanjang : 5 jam;Ekskresi : oral : IV: jalur biliari ( jalur utama), urin (6%)

FARMAKOLOGI
Obat-obat lain tidak boleh diberikan bersama-sama dalam satu jalur IV

STABILITAS PENYIMPANAN
Hipersensitif terhadap azitromisin bersama antibiotik makrolida, atau komponen dalam formula

KONTRA INDIKASI
>10%: Gastrointestinal: Diarrhea (4%hingga 9%), 2-10%: Dermatologi: Pruritus, rash Gastrointestinal: nyeri perut, tidak nafsu makan, kram, muntah Genitourinari: Vaginitis Lokal: (pada pemberian IV): nyeri pada tempat suntikan, inflamasi;<1%: Terapi Sistemik: Agitasi, reaksi alergi, anemia, angioedema, bronkospasme, kandidiasis, nyeri dada, cholestatic jaundice, konjunktivitis, konstipasi, batuk, dermatitis (fungal), diaforesis, pusing, dispepsia, eksema, enteritis, rasa lelah, demam, kembung, gastritis, sakit kepala, insomnia, leukopenia, malaise, melena, mucositis, nefritis, faringitis, efusi pleura, rinitis, gatal-gatal, vertigo

EFEK SAMPING
Amiodaron: Azithromycin dapat memperpanjang efek QT dari Amiodaron. Risiko D: Pertimbangkan modifikasi terapi. Glikosida Jantung: Antibiotika Makrolid dapat meningkatkan kadar glikosida jantung dalam darah. Risiko D: pertimbangkan modifikasi terapi Derivat kumarin:Antibiotika Makrolida dapat menurunkan metabolisme derivat kumarin. Risiko C: Monitor terapi ;Cyclosporine: Antibiotika Makrolida mengurangi metabolisme Cyclosporine. Risiko C: Monitor terapi Nelfinavir: Dapat menurunkan ekskresi Azithromycin. Risiko C: Monitor terapi Tacrolimus: Antibiotika Makrolida dapat meningkatkan kadar Tacrolimus. Risiko C: Monitor terapi Vaksin Typhoid: Antibiotka dapat menurunkan efek terapi vaksin hidup typhoid. strain Ty21a. Risiko D: Pertimbangkan modifikasi terapi

INTERAKSI MAKANAN
Kategori B

INTERAKSI OBAT
Makanan akan meningkatkan konsentrasi puncak (Cmax) bentuk tablet dan suspensi sebesar masing-masing 23% dan 56%, namun AUC-nya tidak berubah. Meskipun demikian, tablet maupun suspensi dapat diberikan dengan ataupun tanpa makanan

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Fungsi hati, tes darah lengkap.

PENGARUH KEHAMILAN
Tidak diketahui apakah azithromycin didistribusikan ke dalam ASI;penggunaan perlu perhatian khusus

PENGARUH MENYUSUI
Belum ada data keamanan dan efilkasi penggunaan azitromisin sediaan aksi diperpanjang, untuk otitis media akut untuk anak < 6 bulan, infeksi mycrobacterium avium complex pada anak dengan HIV dan penggunaan azitromisin IV untuk anak atau dewasa < 16 tahun

PARAMETER MONITORING
Tablet: 250 mg dan 500 mg, Injeksi 500 mg

BENTUK SEDIAAN
Azitromisin tidak digunakan untuk pengobatan pneumonia untuk pasien rawat jalan yang memerlukan terapi oral yang parah atau ada risiko infeksi nasokomial dapatan, atau keadaan pasien yang tidak mampu memberikan respon yang sesuai.

PERINGATAN
Tidak ada data

KASUS TEMUAN
Selama terapi dengan obat ini, jangan minum obat lain, OTC ataupun herbal tanpa konsultasi lebih dulu. Bila mendapat terapi injeksi, segera laporkan bila terdapat tanda-tanda kemerahan atau bengkak dan nyeri pada tempat suntikan.;Gunakan obat sampai habis dan hindari minum antasida selama minum obat. minum air dalam jumlah cukup (2-3 L/hari).

INFORMASI PASIEN
Azithromycin menghambat sintesa protein pada sel bakteri dengan mengikat ribosom subunit 50 S. Pada konsentrasi rendah bersifat bakteriostatik, namun pada konsentrasi tinggi bersifat bakterisidal.; Azithromycin lebih aktif terhadap bakteri gram negatif namun terhadap streptococci dan staphylococci kurang aktif dibanding erithromycin.

MEKANISME AKSI
Fungsi Liver

MONITORING
1.AHFS 2008 hal 239. 2. Martindale 35th hal 1591. 3. DIH, Lexicomp, halaman 172

{BOTTOM}