informasiobat.com

COAMOKSIKLAV

NAMA GENERIK
Coamoksiklav

GB STRUKTUR KIMIA
260

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal berwarna putih/hampir putih, sangat mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam alkohol dan sukar larut dalam aseton. Larutan 1% dalam air mempunyai Ph 5,5-8

SUB KELAS TERAPI
Antibakteri

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

NAMA DAGANG
Augmentin, Aclav, Amacom, Ancla, Auspilic, Bellamox, Betaclav, Biditen, Capsinat, Clabat, Clavamox, Claneksi, Comsikla, Danoclav, Daxet, Dexyclav, Glaxi, Inprovox, Lanciclav, Nufaclav, Palentin, Ravamoc, Ropamox, Sirpas, Syneclav, Viaclav, Vulamox

INDIKASI
Pengobatan otitis media, sinusitis, dan infeksi yang disebabkan oleh kuman lain yang dapat menginfeksi saluran napas bawah, kulit dan jaringan serta saluran kemih; dengan spektrum sama dengan amoksisilin ditambah dengan efek penghambat beta-lactamase yang diproduksi oleh B. catarrhalis, H. influenzae, N. gonorrhoeae, dan S. aureus (non MRSA). Efek yang lebih luas dari kombinasi ini menjadi sangat berguna bila terjadi resistensi amoksisilin dan pasien tidak dapat menerima terapi alternatif lainnya.

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis umum untuk dewasa : untuk penggunaan tablet yang mengandung 250 mg amoxicilllin dan 125 mg asam klavulanat : satu tablet 250 mg, setiap 8 jam atau untuk penggunaan tablet yang mengandung 500mg amoxicillin dan 125 mg asam klavulanat : satu tablet 500 mg setiap 12 jam . Untuk infeksi yang lebih parah dan infeksi saluran pernafasan, dosis umum untuk dewasa adalah tablet 500mg yang mengandung500 mg amoxicillin dan 125 mg asam klavulanat; satu tablet 500 mg setiap 8 jam atau tablet 875 mg yang mengandung 875 mg amoxicillin dan 125 mg asam klavulanat adalah satu tablet 875 mg setiap 12 jam untuk dewasa yang mengalami kesulitan menelan adalah suspensi oral yang mengandung 125 atau 250 mg amoxicillin/5 mL ( untuk penyesuaian dosis 500 mg dalam bentuk tablet), atau suspensi oral yang mengandung 200 mg/400 mg amoxicillin/ 5mL ( untuk penyesuaian dosis 875 mg dalam bentuk tablet). Dosis umum untuk sediaan aksi diperpanjang untuk pengobatan sinusitis untuk pasien 16 tahun atau lebih adalh 2 tablet yang mengandung 1 gram amoxicillin dan 62,5 mg asam klavulanat setiap 12 jam selama 10 hari. ;Dosis umum untuk sediaan aksi diperpanjang untuk Pneumonia yang didapat dari komunitas untuk pasien berusia 16 tahun dan lebih tua adalah 2 tablet yang mengandung 1 gram amoxicillin dan 62,5 mg asam klavulanat setiap 12 jam untuk 7-10 hari. Penyesuaian dosis pada penggunaan sediaan aksi diperpanjang untuk pasien geriatri tidak diperlukan. Dosis Pediatri : Anak dengan berat ≥ 40 kg dapat menerima dosis umum untuk dewasa. Dosis umum untuk neonatus dan bayi < 12 minggu adalah 30 mg/kg amoksisilin dalam 2 dosis terbagi setiap 12 jam. Untuk penggunaan suspensi oral 200 mg amoksisilin/ 5 mL terbatas pada kelompok ini. Industri merekomendasikan dosis 125 mg/5 mL dapat diberikan untuk neonatus dan bayi < 12 minggu. Untuk perawatan sinusitis, infeksi saluran pernapasan bawah dan infeksi parah yang lain untuk pasien anak usia 12 minggu atau lebih, dosis umum untuk amoxicillin dan klavulanat adalah 45 mg/kg amoxicillin setiap hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam: diberikan dalam bentuk suspensi oral yang mengandung 200 atau 400 mg amoxicillin/ 5 mL. ;Untuk pengobatan infeksi yang lebih parah pada pasien anak usia 12 minggu atau lebih, dosis umum untuk amoxicillin dan klavulanat adalah 25 mg/kg amoxicillin dalam dua dosis terbagi untuk pemberian setiap 12 jam atau pemberian suspensi oral 200 atau 400 mg amoxicillin /5 mL atau tablet kunyah yang mengandung 200 atau 400 mg amoxicillin sebagai alternatif lain, untuk infeksi yang tidak begitu parah, dapat diberikan dosis 20 mg /kg amoxicillin setiap 8 jam dalam sehari, atau pemberian suspensi oral 125 atau 250mg amoxicillin/ 5 mL atau tablet kunyah yang mengandung 125-250 mg amoxicillin. Dosis oral spesifik lain untuk anak > 3 bulan dan < 40 kg infeksi saluran nafas bawah, infeksi parah, sinusitas : 45 mg /kg/hari setiap 8 jam diberikan setiap 12 jam atau 40 mg/kg/hari setiap 8 jam.;Infeksi ringan - sedang : 25mg/kg/hari setiap 12 jam atau 20 mg/kg/hari setiap 8 jam. Otitis media : 90 mg/kg/hari setiap 12 jam selama 10 hari pada anak dengan infeksi parah dan positif untuk β laktamase H.influenzae dan M.catarrhalis. Dosis oral untu anak ≥ 16 tahun dan dewasa. sinusitis akut : sediaan aksi diperpanjang : 2 tablet 1000 mg setiap 12 jam selama 10 hari. Luka gigitan (orang atau hewan) : 875 mg setiap 12 jam atau 500 mg setiap 8 jam. Penyakit paru-paru kronis : 875 mg setiap 12 jam atau 500 mg setiap 8 jam. Diabetic foot : sediaan aksi diperpanjang, 2 tablet 1000 mg setiap 12 jam selama 7-14 hari. Diverculitis, abses perirectal : Sediaan aksi diperpanjang : 2 tablet 1000mg setiap 12 jam selama 7-10 hari. Erisipelas : 875 mg setiap 12 jam atau 500 mg setiap 8 jam. Netropenia febril : 875 mg setiap 12 jam.; Pneumonia : aspirasi : 875 mg setiap 12 jam dari komunitas; sediaan aksi diperpanjang tablet 100 mg setiap 12 jam selama 7- 10 hari. Pyelonefritis : 875 mg setiap 12 jam atau 500 mg setiap 8 jam. abses kulit : 875 mg setiap 12 jam

FARMAKOLOGI
Ikatan dengan protein hingga: ~25% Metabolisme: Hepatik Waktu paruh eliminasi: 1 jam Waktu mencapai puncak: 1 jam Ekskresi: Urin (30% hingga 40% dalam bentuk tak berubah)

STABILITAS PENYIMPANAN
Obat dalam bentuk suspensi harus dikocok dahulu sebelum setiap mau digunakan. Suspensi harus disimpan dalam kulkas dan bisa tahan hingga 10 hari. Lebih dari 10 hari, obat sebaiknya tidak digunakan lagi/dibuang.

KONTRA INDIKASI
Pasien yang diketahui alergi terhadap antibiotika golongan penisilin.

EFEK SAMPING
>10%: Gastrointestinal: Diare (3% hingga 34%, tergantung pada dosis dan rejimen yang diberikan 1% to 10%: Dermatologik: Diaper rash, kulit kemerahan, urtikaria Gastrointestinal: Perut terasa tidak nyaman, buang air besar lembek, mual, muntah Genitourinari: Vaginitis, vaginal mycosis;<1%: Cholestatic jaundice, flatulensi, sakit kepala, disfungsi hepatik, peningkatan waktu prothrombin, thrombocytosis Efek samping lain seperti pada antibiotika ampicillin: Agitasi, agranulositosis, peningkatan alkaline phosphatase, anafilaksis, ;anemia, angioedema, ansietas, perubahan perilaku, peningkatan bilirubin, lidah kehitaman, bingung, kejang-kejang, kristaluria, pusing, enterocolitis, eosinofilia, eritema multiforme, ;exanthematous pustulosis, exfoliative dermatitis, gastritis, glossitis, hematuria, hemolytic anemia, hemorrhagic colitis, insomnia, hiperactif, interstitial nephritis, leukopenia, mucocutaneous candidiasis, pruritus, pseudomembranous colitis, serum sickness-like reaction, sindroma ;Stevens-Johnson, stomatitis, peningkatan serum transaminase, thrombocytopenia, thrombocytopenic purpura, pewarnaan gigi, nekrolisis epidermal toksik

INTERAKSI MAKANAN
Tablet diminum pada saat mulai makan. Amoxicillin; asam klavulanat dapat diberikan tanpa dipengaruhi makanan, namun absorpsi obat meningkat bila diberikan pada saat awal makan. Makanan juga akan meminimalkan iritasi lambung.

INTERAKSI OBAT
Allopurinol: Dapat meningkatkan kemungkinan alergi atau reaksi hipersensitivitas terhadap Amoxicillin. Risiko C: Monitor terapi Asam fusidat: Dapat mengurangi efek terapi dari Penisilin. Risiko D: Pertimbangkan modifikasi terapi Methotrexate: Penisilin dapat mengurangi ekskresi Methotrexate. Risiko C: Monitor terapi Derivat Tetracycline: Dapat menguragi efek terapi dari Penisilin. Risiko D: Pertimbangkan modifikasi terapi Vaksin Typhoid: Antibiotika dapat mengurangi efek terapi dari vaksin typhoid. Hanya strain hidup tipe Ty21a yang terpengaruh. Risiko D: Pertimbangkan modifikasi terapi Obat-obat urikosurik:: Dapat mengurangi ekskresi Penisilin. Risiko C: Monitor terapi

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Mungkin mempengaruhi tes gula darah dengan menggunakan kupri sulfat ( larutan benedict, larutan fehling ), mungkin menginaktivasi aminoglikosida secara invitro

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori B

PENGARUH MENYUSUI
Amoxicillin dan asam klavulanat diekskresikan dalam ASI dengan jumlah kecil. ;Antibiotika golongan penisilin dapat menyebabkan diare, kandidiasis dan kulit kemerahan pada bayi yang minum ASI. ;Risiko ini agar dipertimbangkan terhadap keuntungan yang didapat ibunya.

PARAMETER MONITORING
Kaji kondisi pasien pada saat mulai terapi, secara periodik diperiksa fungsi hepar, renal dan hematologinya, juga tanda-tada adanya reaksi anafilaksis pada pemberian dosis pertama.

BENTUK SEDIAAN
Tablet, suspensi

INFORMASI PASIEN
Sampaikan kepada dokter tentang obat-obat lain yang dmiinum termasuk suplemen atau produk herbal, juga bila terdapat kebiasaan merokok, minum kopi dan alkohol.

MEKANISME AKSI
Asam klavulanat mengikat dan menghambat beta-lactamase yag dapat merusak amoxicillin' Amoxicillin menghambat sintesa dinding sel bakteri sehingga pada akhirnya akan menghambat tahap akhir transpeptidasi dari sintesis peptidoglikan pada dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesa dinding sel bakteri.

MONITORING
Tes fungsi liver dan hitung sel darah

DAFTAR PUSTAKA
1. AHFS hal 318 2. DIH, Lexicomp hal 101