informasiobat.com

DAKTINOMISIN

NAMA GENERIK
Daktinomisin

NAMA KIMIA
Sinonim: ACT; Act-D; Actinomycin Cl; Actinomycin D; DACT; NSC-3053

GB STRUKTUR KIMIA
253

SUB KELAS TERAPI
Imunosupresan

KELAS TERAPI
Antineoplastik, imunosupresan dan obat obat untuk terapi paliatif

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis; Perintah terapi daktinomisin biasanya ditulis dalam satuan MICROgram meskipun banyak regimen yang menggunakan dosis dalam MILIgram (mg/kg; mg/m2) Dosis satu kali >1000 mcg, atau multipel dosis >500 mcg/hari tidak biasa. Siklus intensitas dosis per-2 minggu untuk dewasa dan pada anak jangan melebihi 15 mcg/kg/hari untuk 5 hari atau 400-600 mcg/m2/hari untuk 5 hari. Beberapa klinisi merekomendasikan kalkulasi untuk pasien obes atau edematosa berdasarkan luas permukaan tubuh.; Anak >6 bulan: 15 mcg/kg/hari atau 400-600 mcg/m2/hari untuk 5 hari setiap 3-6 minggu Dewasa: IV 2.5 mg/m2 dosis terbagi lebih dari 1 minggu, diulang setiap 2 minggu atau 0.75-2 mg/m2 setiap 1-4 minggu. Atau 400-600 mcg/m2/hari untuk 5 hari, diulang setiap 3-6 minggu; testicular cancer : 1000 mcg/m2 pada hari 1 (sebagai bagian dari regimen kemoterapi kombinasi), Gestational trophoblastik cancer ; 12 mcg/kg/hari selama 5 hari atau 500 mcg pada hari 1 dan 2 ( sebagai bagian dari regimen kemoterapi kombinasi), wilm tumor, Ewing sarcoma : 15 mcg/kg/hari (dalam regimen kombinasi); Lanjut usia: risiko tinggi mielosupresi; dosis dimulai dari yang paling kecil Tidak ada modifikasi pada gangguan renal; Cara pemberian:; Hindari ekstravasasi. Pemberian secara intravena bolus pelan 10-15 menit, jangan diberikan intramuskular atau subkutan.; Manajemen Ekstravasasi: kompres dengan es secepatnya selama 30-60 menit, kemudian selang- seling setiap 15 menit selama 3 hari. Observasi ketat sangat dianjurkan.; Kontak mata: irigasi selama 15 menit dengan air, saline, atau solusio irigasi mata; dianjurkan untuk dirujuk ke spesialis mata Kontak kulit: irigasi selama 15 menit dengan air; kemudian konsultasi dengan dokter.

FARMAKOLOGI
ABSORBSI - DISTRIBUSI Konsentrasi tinggi ditemukan pada sumsum tulang dan sel tumor, kelenjar submaksila, hati, dan ginjal; melewati plasenta; penetrasi buruk ke CSF METABOLISME Di hepar, minimal Waktu puncak, serum: intravena 2-5 menit EKSKRESI Empedu (50%); feses (14%); urin (sampai 10% sebagai bentuk yang tidak berubah)

STABILITAS PENYIMPANAN
Disimpan di ruang dengan kontrol temperatur 15o C-30o C; hindari dari cahaya dan kelembaban Diencerkan dengan 1.1 mL SWI tanpa pengawet untuk menghasilkan konsentrasi akhir 500 mcg/mL; jangan menggunakan pengencer yang mengandung pengawet, jika tidak akan terbentuk endapan. larutan rekonstitusi secara kimiawi stabil sampai 60 hari dalam lemari es. Larutan dalam 50 mL D5W atau NS stabil selama 24 jam dalam suhu ruangan.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap daktinomisin atau komponen lainnya dalam sediaan, pasien yang sedang atau baru saja mengalami cacar air/ chickenpox, atau herpes zoster; hindari pada bayi dibawah usia 6 bulan.

EFEK SAMPING
Sistem saraf pusat: kelelahan, demam, letargi, malaise Dermatologi: jerawat, alopesia (reversible), keilitis, hiperpigmentasi, eritema pada kulit yang terkena radiasi, erupsi kulit. Endokrin dan metabolisme: retardasi pertumbuhan, hipokalsemia Gastrointestinal: nyeri perut, anoreksia, diare, disfagia, esofagitis, userasi gastrointestinal, mukositis, mual, faringitis, proktitis, stomatitis, muntah Hematologi: agranulositosis, anemia, leukopenia, pansitopenia, retikulositopenia, trombositopenia, mielosupresi (onset: 7 hari; nadir: 14-21 hari; tahap penyembuhan: 21-28 hari); Hepatik: asites, gagal hati, hepatitis, hepatomegali, hepatotoksisitas, abnormalitas tes fungsi hati, veno-occlusive disease Lokal: nekrosis jaringan, nyeri, dan ulserasi (setelah ekstravasasi), eritema,edema, epidermolysis Neuromuskuler dan skeletal: mialgia Renal: abnormalitas tes fungsi ginjal Respiratori: pneumonitis Lain-lain: reaksi anfilaktoid, infeksi Over-dosis/toksisitas Gejala: mual, muntah, diare, depresi, ulserasi gastrointestinal, mukositis, mielosupresi berat, gangguan kulit (eksantema, dekuamasi, epidermolisis), stomatitis, , veno-occlusive disease, gagal ginjal akut, dan fatal. Terapi adalah simtomatik dan suportif Efek toksik mungkin tidak muncul sampai 2-4 hari setelah terapi (puncak setelah 1-2 minggu)

INTERAKSI OBAT
Hindari penggunaan bersamaan dengan vaksin yang mengandung virus hidup

PENGARUH KEHAMILAN
Factor risiko: D Penelitian pada hewan menunjukkan efek teratogenik dan abortus. Tidak ada bukti cukup pada perempuan hamil. ; Perempuan usia subur disarankan untuk tidak hamil. Gunakan hanya jika manfaat lebih tinggi dibanding dengan risiko terhadap fetus.

PENGARUH MENYUSUI
Ekskresi di ASI tidak diketahui/kontraindikasi

PARAMETER MONITORING
CBC dengan hitung jenis dan trimbosit, fungsi hati, dan fungsi ginjal.

BENTUK SEDIAAN
Injeksi, bubuk untuk rekonstitusi: 0,5 mg (mengandung manitol 20 mg)

PERINGATAN
Agen yang berbahaya-gunakan dengan tindakan pencegahan yang sesuai pada penanganan dan pemberian obat. Daktinomisin sangat iritatif terhadap jaringan dan harus diberikan secara intravena; jika terjadi ekstravasasi selama penggunaan intravena, akan terjadi kerusakan jaringan lunak yang parah. Dosis selalu dalam satuan MIKROgram BUKAN milligram, dan harus dihitung berdasarkan luas lapang tubuh (LPB) pada pasien obes dan dengan edematosa. Daktinomisin mempontensiasi efek terapi radiasi; gunakan dengan perhatian pada pasien yang mendapat radiasi; kurangi dosis yang mendapat daktinomisin dan radiasi secara bersamaan. Penggunaan bersamaan dengan radiasi akan meningkatkan toksisitas gastrointestinal dan mielosupresi. Hindari penggunaan daktinomisin selama 2 bulan terapi radiasi untuk tumor wilms, karena dapat meningkatkan risiko hepatotoksik. Efek toksik dapat beronset lambat/delayed (2-4 hari setelah terapi) dan mungkin membutuhkan 1-2 minggu untuk mencapai puncak keparahan. Hindari penggunaan vaksin yang mengandung virus hidup.; Perhatian penggunaan pada pasien dengan disfungsi hepatobilier; mungkin menyebabkan fatal vena-occlusive liver disease, meningkat risikonya pada anak usia < 4 tahun. Observasi jangka panjang pada pasien kanker yang masih bertahan (survivor) direkomendasikan karena adanya potensi untuk terjadinya secondary primary tumors setelah mendapat terapi dengan radiasi dan agen antineoplastik

MEKANISME AKSI
Terikat pada posisi guanin pada DNA, mengalami interkalasi antara pasang basa guanin dan sitosin sehingga menginhibisi sintesis DNA dan RNA serta protein.

DAFTAR PUSTAKA
DIH, 17thedition, 2008-2009 halaman 414-415

{BOTTOM}