informasiobat.com

DIETILCARBAMAZIN CITRAT (DEC)

NAMA GENERIK
Dietilcarbamazin citrat (DEC)

NAMA KIMIA
Dietilcarbamazin citrat

STRUKTUR KIMIA
C10H21N3OC6H8O7

GB STRUKTUR KIMIA
242

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk berwarna putih, kristal, yang sedikit higroskopis, tidak berbau atau berbau sedikit sekali. Mudah larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol, praktis tidak larut dalam aseton, dalam kloroform, dan eter. Simpan dalam wadah yang tertutup.

SUB KELAS TERAPI
antelmintik

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Pengobatan filariasis : dosis DEC yang direkomendasikan adalah 6mg/kg perhari yang terbagi menjadi 3 dosis selama 3 minggu, dosis inisial yang diberikan adalah 1 mg/kg perhari, yang menaik secara bertahap hingga 6mg/kg perhari selama 3 hari yang dipertahankan selama 3 minggu untuk mengurangi reaksi hipersensitivitas yang terjadi karena destruksi dari mikrofilaria. Dosis DEC yang disarankan oleh WHO untuk filariasis yang disebabkan oleh Wuchereria bancrofti adalah 6mg/kg perhari dalam dosis terbagi selama 12 hari, untuk filaria yang disebabkan oleh Brugia malayi, atau Brugia timori adalah 3-6 mg/kg perhari dalam dosis terbagi selama 6 hingga 12 hari. ;Pada pengobatan loiasis WHO menyarankan pemberian DEC dengan dosis 1 mg/kg sebagai dosis tunggal inisial, dinaikkan menjadi dua kali lipatnya pada dua hari suksesif dan diatur menjadi 2-3 mg/kg tiga kali sehari selama 18 hari. Dosis yang sama digunakan untuk pengobatan toxocariasis yang diberikan selama 3 minggu. untuk profilaksis loiasis, WHO menganjurkan DEC dengan dosis 300 mg perminggu.

FARMAKOLOGI
DEC diabsorbsi melalui jalur sistem pencernaan dan juga melalui kulit dan konjungtiva. Kadar puncak pada plasma terjadi dalam waktu 1-2 jam setelah pemberian oral dosis tunggal, dan waktu paruh terjadi dari 2-10 jam tergantung pada urin pH. DEC terdistribusi secara luas dan diekskresikan di urin dalam bentuk tak berubah dan juga dalam bentuk metabolit N-oksid. ;PH urin berpengaruh terhadap ekskresi DEC dalam urin dan juga dalam waktu paruh DEC dalam plasma. sekitar 5% dari dosis yang digunakan akan tereliminasi pada feses.

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan di wadah yang tertutup rapat.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap DEC. Penggunaan DEC pada populasi kemoterapi harus dihindari di area dimana terjadi endemik onchocerciasis atau loiasis, meskipun obat ini dapat digunakan untuk melindungi wisatawan asing.1,4

EFEK SAMPING
Efek samping yang umum terjadi setelah penggunaan DEC adalah mual dan muntah. Sakit kepala, pusing dan rasa mengantuk juga dapat terjadi. Reaksi hipersensitivitas terjadi dikarenakan kematian dari mikrofilaria dalam tubuh, ini dapat menjadi fatal terutama pada onchocerciasis dimana dapat terjadi pula toksisitas okular. Reaksi yang terjadi dalam penggunaan DEC untuk pengobatan filariasis limfatik dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu respons farmakologi yang tergantung dosis (reaksi yang terjadi adalah lesu, pusing, anoreksia, dan mual, ini berlangsung sekitar 1-2 jam setelah pemakaian DEC dan terjadi selama beberapa jam), dan respons dari tubuh inang terhadap penghancuran dan kematian parasit (reaksi ini jarang terjadi, dan untuk tipe brugian filariasis umumnya terjadi lebih parah dibanding tipe bancroftian, reaksi yang terjadi dapat sistemik, atau lokal, dengan atau tanpa demam). ;Reaksi sistemik dapat terjadi beberapa jam setelah penggunaan oral dosis pertama dan umumnya terjadi tidak lebih dari 3 hari. Reaksi yang terjadi termasuk sakit kepala, nyeri di beberapa bagian tubuh, nyeri sendi, pusing, anoreksia, malaise, hematuria ringan, reaksi alergi, muntah, dan terkadang serangan asma pada pasien yang mengidap asma. reaksi sistemik dan demam yang terjadi dikarenakan oleh mikrofilaria. Reaksi sistemik akan berkurang jika dosis DEC yang digunakan dikurangi. Reaksi lokal terjadi setelah penggunaan DEC yang cukup lama dan dapat menghilang tiba-tiba. Reaksi yang terjadi adalah limfadenitis, abses, nyeri ulcer, limfoedema ringan dan funiculitis dan epididimitis juga dapat terjadi dalam filariasis bancroftian.

INTERAKSI MAKANAN
tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Senyawa atau obat yang dapat membasakan urin dapat menyebabkan jumlah DEC yang dieksresikan dalam urin berkurang. Sementara senyawa yang mengasamkan urin menyebabkan bertambahnya DEC yang diekskresikan dalam urin.

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Wanita hamil umumnya tidak dianjurkan menggunakan obat ini.

PENGARUH MENYUSUI
Tidak ada data

PARAMETER MONITORING
Reaksi hipersensitivitas terutama pada pasien onchocerciasis atau loiasis dan perubahan mata bagi pasien onchocerciasis.

BENTUK SEDIAAN
Tablet 100 mg.

PERINGATAN
Pasien dengan infeksi loiasis yang parah memiliki resiko terjadinya ensefalopati, jika telah terdapat sinyal terjadinya keterkaitan cerebral maka penggunaan DEC harus dihentikan. Wanita hamil, bayi, orang tua, dan pasien yang memiliki kelainan jantung atau ginjal biasanya tidak diperbolehkan untuk menggunakan DEC dalam pengobatan yang terjadwal dalam jangka waktu tertentu.penggunaan glukokortikoid dan antihistamin sebelum pengobatan dapat dilakukan untuk meminimalisir reaksi langsung pada DEC yang disebabkan oleh mikrofilaria yang mati. Dosis perlu dikurangi untuk pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau pasien dengan urin yang bersifat basa.4

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Tidak ada data

MEKANISME AKSI
Mekanisme pasti dari DEC ini belum dapat diketahui dengan pasti, namun obat ini dapat berefek langsung pada mikrofilaria W.bancrofti menyebabkan kerusakan organel dan apoptosis. Mekanisme aksi dari DEC terhadap cacing dewasa pun belum dapat dipahami, namun beberapa studi menyatakan bahwa DEC mengganggu pross intraselular dan transport molekul-molekul tertentu menuju plasma membran. DEC juga dapat mempengaruhi respon imun spesifik dan respon inflamasi dari sistem inang dengan mekanisme yang belum diketahui. 4

MONITORING
Tidak ada data

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale The Complete Drug Reference 35th edition p.125 2. Drug Interactions 5th edition p.139 3.BNF 53th edition p.552 4. Goodman & Gilman's The Pharmacological Basic of Therapeutics 11th edition p.1084

{BOTTOM}