informasiobat.com

DOKSORUBISIN

NAMA GENERIK
Doksorubisin

NAMA KIMIA
3-Hydroxyacetyldaunorubicin

STRUKTUR KIMIA
C27H29NO11

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal berwarna merah-oranye.Larut dalam air, NaCl 0,9% dan metil alkohol, praktis tidak larut dalam kloroform, eter dan pelarut organik lainnya.

SUB KELAS TERAPI
Antineoplastik, Imunosupresan dan obat untuk terapi paliatif

NAMA DAGANG
Adriamycin RD; Caelyx; Carcinocin; Cytosafe Doxorubicin HCl; Doxorubicin Ebewe; Doxorubicin HCl DBL; Doxorubicin Kalbe; Doxorubin Combiphar/Pharmacemie; Pallagicin; Rubidox

INDIKASI
Pengobatan untuk leukimia, limfoma, multipel myeloma, osseous dan nonosseous sarkoma, mesoteliomas, germ sel tumor dari ovarium atau testis, karsinoma kepala dan leher, tyroid, paru-paru, payudara, lambung, pankreas, ;hati, ovarium, saluran kencing, prostat, uterus, dan neuroblastoma.

FARMAKOLOGI
Absorpsi: Oral: Sedikit (<50%);Distribusi: Vd: 25 L/kg; pada banyak jaringan , terutama hati, limfa, ginjal, paru-paru, jantung, tidak didistribusikan ke SSP, dapat melewati plasenta.;Ikatan Protein, plasma: 70%;Metabolisme: terutama di hati dengan doksorubisinol (aktif), kemudian menjadi inaktif aglikon , sulfat terkonjugasi , dan glukuronides.;T ½ eliminasi: Distribusi: 10 menit,Eliminasi: Doksorubisin: 1 – 3 jam , metabolit 3 – 3.5 jam;Terminal: 17-30 jam, Laki-laki: 54 jam. Wanita: 35 jam;Ekskresi: Feses (40%-50% sebagai bentuk obat yang tidak berubah); urin (~3%-10% sebagai metabolit, 1% doksorubisinol, <1% adriamisin aglikon dan obat yang tidak berubah);Clearence, Laki-laki: 113L/jam, wanita: 44 L/jam.

STABILITAS PENYIMPANAN
Penyimpanan pada suhu 2 – 8°C dan terlindung cahaya. Rekonstitusi dengan NS sampai konsentrasi 2 mg/mL. Larutan yang telah direkonstitusi stabil selama 7 hari dalam suhu kamar (25°C) dan 15 hari dalam lemari es (50°C)dan terlindung cahaya. ;Setelah dilarutkan dalam larutan infus D5% atau NS stabil dalam suhu kamar selama 48 jam. Sediaan tidak stabil pada pH < 3 atau > 7.;Inkompatibel dengan aminofilin, sefalotin, deksametason, diazepam, fluorourasil, furosemid, heparin, hidrokortison, natrium bikarbonat.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap doksorubisin atau komponen lain dalam sediaan, gagal jantung kongestif atau aritmia, terapi sebelumnya dengan dosis tinggi kumulatif dari doksorubisin dan atau daunorubisin, supresi sum-sum tulang, kehamilan

EFEK SAMPING
>10%;Kardiovaskular: Abnormalitas ECG transient (supravenrikular takikardi, perubahan S-T wave, ;ekstrasistole atrial dan ventrikular); umumnya asimptomatik dan terbatas pada gagal jantung kongestif, berhubungan dengan dosis, bisa timbul 7-8 tahun setelah pengobatan. ;Dosis kumulatif, terapi radiasi pada mediastinal/perikardinal, penyakit kardiovaskular, umur, dan penggunaan siklofosfamid (atau obat kardiotoksik lainnya) dapat meningkatkan resiko.;Dosis kumulatif yang di rekomendasikan:;Tanpa ada faktor risiko: 550mg/m2. diikuti dengan radiasi:;450 mg/m2. Catatan: meskipun dosis kumulatif belum tercapai, jika ejeksi fraksi dari ventrikular kiri adalah <30% sampai 40%, obat sebaiknya tidak diberikan.;Dermatologi: Alopesia;GI: Mual dan muntah akut (21%-55%), mukositis, ulserasi, dan nekrosis di kolon, anoreksia dan diare, stomatitis, esofagitis.;Genital: Perubahan warna urin (merah);Hematologi: Myelosupresi, leukopenia (75%).;WBC dan platelet: sedang ;Onset: 7 hari;Nadir: 10-14;Recovery: 21-28 hari;Lokal: Kemoterapi vasikan;1% - 10% ;Kardiovaskular: Akut: Aritmia, blok jantung, perikarditis– myokarditis, facial flushing; efek samping yang terjadi kemudian : CHF (berhubungan dengan dosis kumulatif, biasanya dosis total hidup maksimum adalah 450 – 550 mg/m2, ;kemungkinan lebih tinggi jika diberikan secara infus I.V.)Dermatologi: Hiperpigmentasi pada pangkal kuku, ;eritematous streaking sepanjang vena jika diberikan cepat.;Endokrin dan metabolik: Hiperurikemia;<1% ( terbatas pada yang bersifat mengancam jiwa);Pasien bayi bisa meningkatkan resiko neoplastik selanjutnya, terutama leukimia myeloid akut. Kegagalan pertumbuhan prapuber pernah dilaporkan dari pemberian kemoterapi yang intensif.;Recall radiasi: Perhatikan pada pasien yang pernah mendapatkan radiasi sebelumnya; reaksi meliputi kemerahan, eritemia yang hangat, dermatitis di tempat radiasi. ;Dapat menunjukkan kemajuan sampai hebat desquamatation dan ulserasi.;Terjadi 5-7 hari setelah doksorubisin diberikan; lokal terapi dengan kortokosteroid topikal dan pendinginan dapat memberikan hasil yang baik.

INTERAKSI MAKANAN
St.John wort dapat menurunkan level doksorubisin. Hindari penggunaan cohosh hitam, dong quai

INTERAKSI OBAT
Sitokrom P450: Substrat (mayor) dari CYP2D6, 3A4; menghambat CYP2B6 (sedang), 2D6 (lemah), 3A4 (lemah).;Efek meningkatkan/toksisitas: Alopurinol dapat meningkatkan aktivitas antitumor doksorubisin (hanya data pada hewan). ;Siklosporin dapat meningkatkan level doksorubisin, meningkatkan toksisitas hematologi atau dapat menginduksi koma atau seizure. ;Siklofosfamid meningkatkan kardiotoksisitas doksorubisin dengan cara memproduksi ;tambahan kerusakan sel myocardial ;Merkaptopurin meningkatkan toksisitas doksorubisin. ;Steptozosin meningkatkan leucopenia dan trombositopenia. Verapamil menghambat distribusi selular dari doksorubisin dan menyebabkan peningkatan toksisitas sel dengan cara menghambat pompa P-glikoprotein. ;Palklitasel menurunkan klirens doksorubisin dan meningkatkan toksisitas jika diberikan sebelum doksorubisin. Dosis tinggi progesteron meningkatkan toksisitas (neutropenia dan trombositopenia).;Doksorubisin juga dapat meningkatakan level/efek dari bupropion, prometazin, propofol, selegine, sertraline, dan substrat lain CYP2B6. ;Level/efek doksorubisin bisa meningkat dengan adanya antifungi golongan azol, klorpromazin,klaritromosin, delavirdin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, fluoxetin, imatinib, isoniazid, mikonazol, nefazodon, nikardipin, ;paroksetin, pergolide, propofol, protease inhibitor, kuinidin, kuinin, ritonavir, ropinirol, telitromisin, verapamil dan inhibitor CYP2D6 atau 3A4 lainnya. ;Berdasarkan percobaan pada tikus, kardiotoksisitas dapat meningkat karena verapamil. ;Terapi bersama-sama dengan aktinomisin-D meningkatkan kejadian pneumocytis setelah radiasi.;Penurunan efek: Level/efek doksorubisin dapat diturunkan karena aminoglutetimid, karbamazepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin, rifamisin, dan CYP3A4 inducer lainnya. ;Doksorubisin dapat menurunkan kadar plasma dan efektifitas digoksin. ;Doksorubisin dapat menurunkan aktivitas antiviral dari zidovudin.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : D

PENGARUH MENYUSUI
Doksorubisin didistribusikan ke dalam air susu, sehingga penggunaannya pada ibu hamil dikontraindikasikan.

PARAMETER MONITORING
CBC, jumlah platelet, fungsi jantung dan ginjal.

BENTUK SEDIAAN
Vial 10 mg dan 50 mg

PERINGATAN
FDA saat ini merekomendasikan untuk prosedur dan penanganan sitostatika yang sesuai. ;Dosis total seharusnya tidak mencapai 550 mg/m2 atau 450 mg/m2 pada pasien yang pernah menggunakan atau terapi bersama-sama dengan daunorubisin, siklofosfamid, atau iradiasi dari bagian kardiak. ;Toksisitas myocardial ireversibel dapat terjadi pada dosis mencapai 550 mg/m2. ;Evaluasi baseline jantung (ECG, LVEF, +/- ECHO) direkomendasikan, terutama pada pasien dengan faktor resiko yang dapat meningkatkan toksisitas kardiak dan pasien anak-anak. Pasien anak-anak risiko untuk karditoksisitas meningkat. ;Pengurangan dosis pada pasien dengan kerusakan hati dan myelosupresi hebat. Leukimia myelogenus acute bisa terjadi selama pengobatan.

MEKANISME AKSI
Inhibisi sintesis DNA dan RNA dengan interkalasi antara basa DNA oleh inhibisi topoisomerase II dan obstruksi sterik. Doksurubisin menginterkalasi pada titik lokal "uncoiling" dari ikatan heliks ganda.;Meskipun mekanisme aksi yang pasti belum diketahui, mekanismenya diduga melalui ikatan langsung DNA (interkalasi) dan inhibisi pembentukan DNA (topoisomerase II) yang selanjutnya memblokade sintesis DNA dan RNA dan fragmentasi DNA. ;Doksorubisin merupakan logam khelat yang kuat, komplek logam-doksorubisin dapat mengikat DNA dan sel membran dan menghasilkan radikal bebas yang akan merusak DNA dan membran sel dengan cepat.