informasiobat.com

EFAVIRENS

NAMA GENERIK
Efavirens

STRUKTUR KIMIA
C14H9CIF3NO2

KETERANGAN
Efavirenz merupakan obat antiretroviral sintetik berupa turunan benzoksazinon.

SIFAT FISIKOKIMIA
Efavirenz berbentuk kristal putih atau sedikit merah jambu, praktis tidak larut dalam air, kurang dari 10 mcg/ml pada pH 1-8. Kelarutan makin meningkat pada pH > 10.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

FARMAKOLOGI
Efavirenz diberikan secara oral. Konsentrasi puncak tercapai 3-5 jam setelah pemberian dosis tunggal 200, 400, dan 600 mg pada pasien yang terinfeksi HIV. ;Kadar tunak (steady state) tercapai dalam waktu 6-10 hari. ;Makanan dengan kadar lemak tinggi/tinggi kalori akan meningkatkan AUC efavirenz dibanding kondisi puasa. Efavirenz berikatan kuat dengan protein (99%), terutama terhadap albumin. ;Efavirenz mengalami metabolisme melalui sitokrom P450 (CYP) 3A4 dan CYP2B6 membentuk metabolit terhidroksilasi dengan glukuronidasi. Efavirenz juga menginduksi enzim CYP3A4 sehingga meningkatkan biotransformasi obat yang dimetabolisme melalui enzim ini. ;Pada penelitian in vitro, efavirenz menghambat CYP2CP, CYP2C19, CYP3A4 dengan nilai Ki (8.5-17 M). Efavirenz menghambat CYP2D6 dan CYP1A2 hanya pada konsentrasi tinggi (Ki values 82-160 M). ;Pemberian bersama obat yang mengalami metabolisme melalui CYP2C9, CYP2C19, dan CYP3A4 mungkin mengalami perubahan konsentrasi plasma. ;Obat-obat yang menginduksi aktivitas CYP3A4 akan meningkatkan klirens efavirenz. ;T eliminasi Efavirenz adalah 52-76 jam setelah dosis tunggal dan 40-55 jam setelah beberapa kali pemberian. Pada suatu penelitian, diketahui 14-34% efavirenz berlabel dan/atau metabolitnya diekskresikan dalam urin dan 16-61% dalam feses. ;Farmakokinetika efavirenz pada pasien dengan penurunan fungsi hepar/ginjal belum banyak dilakukan.;Namun kurang dari 1% efavirenz diekskresikan dalam bentuk tidak berubah dalam urin, sehingga dampak gangguan ginjal terhadap eliminasi efavirenz seharusnya minimal

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan di bawah suhu 25C.

KONTRA INDIKASI
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI. CDC tidak merekomendasi ibu yang terinfeksi HIV menyusui bayinya, untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission), ;meskipun mereka menerima efavirenz.

INTERAKSI MAKANAN
Efavirenz harus diberikan pada saat perut kosong. Makanan dapat meningkatkan konsentrasi efavirenz sehingga akan meningkatkan efek samping

INTERAKSI OBAT
Efavirenz tidak disarankan digunakan bersama obat-obat yang metabolismenya melalui CYP3A4: astemizol, kisaprid, alkaloid ergot, midazolam, terfenadin, dan triazolam.Selain itu, efavirenz yang juga dimetabolisme melalui CYP3A4 akan berkompetisi ;sehingga menurunkan klirens obat-obat tersebut dan dapat menimbulkan efek samping serius. Hati-hati penggunaan efavirenz dengan substrat CYP3A4 lain, yang memiliki jendela terapi sempit (mis, karbamazepin, lidokain, sirolimus, atau tacrolimus ;atau jika menyebabkan peningkatan konsentrasi obat lain yang akan menimbulkan efek samping serius.

PENGARUH ANAK
Dibanding pada dewasa, anak-anak lebih peka terhadap terjadinya gangguan kulit (rash). Disarankan penggunaan antihistamin untuk pencegahan sebelum pemberian efavirenz.

PENGARUH MENYUSUI
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa efavirenz diekskresikan dalam ASI.CDC tidak merekomendasi ibu yg terinfeksi HIV menyusui bayinya,untuk menghindari risiko penularan HIV setelah kelahiran (postnatal transmission),meskipun mereka menerima efavirenz.

PARAMETER MONITORING
CD4+ T cell count ;LFTs ;Plasma HIV RNA ;Pregnancy testing ;Serum cholesterol ;Serum lipid profile

BENTUK SEDIAAN
Tablet

PERINGATAN
Jangan digunakan sebagai terapi tunggal, jangan digunakan pada ibu hamil/potensial hamil, hati-hati terhadap obat lain yang merupakan substrat CYP3A4, gunakan hati-hati pada gangguan mental/penyalahgunaan obat (predisposisi terhadap reaksi psikologik); ;dapat menyebabkan gangguan SSP dan psikiatrik, termasuk kesulitan berkonsentrasi, pusing, mengantuk, depresi berat, percobaan bunuh diri, paranoia, dan mania; hentikan bila muncul rash, pada anak-anak berikan antihistamin sebagai profilaksis. ;Hati-hati pada pasien yang diketahui atau dicurigai mengalami infeksi hepatitis B atau C (monitoring fungsi hati). Peningkatan serum transaminases >5 kali batas atas harus dipertimbangkan keuntungan dan risikonya terhadap hepatotoksisitas.

INFORMASI PASIEN
Mintalah informasi tentang obat-obat yang sebaiknya tidak digunakan bersama obat ini. Efavirenz tidak menyembuhkan HIV ataupun tidak mencegah penularan HIV. Obat ini hanya salah satu dari kombinasi obat-obat HIV, minum sesuai petunjuk, ;30 menit sebelum atau 2 jam setelah makan. Minum banyak cairan (2-3 L/hari) kecuali dokter menyarankan pembatasan cairan. Perlu dilakukan pemeriksaan darah yang teratur pada penggunaan jangka waktu lama. Dapat menyebabkan mual/muntah atau diare.;Segera lapor bila mengalami gangguan SSP (depresi, anxietas, insomnia, pusing, halusinasi, sulit konsentrasi, mimpi buruk), rash, atau lain-lain. Kehamilan/menyusui: sampaikan pada dokter apabila anda hamil atau mungkin hamil, dan jangan menyusui bayi.

MEKANISME AKSI
Efavirenz menghambat HIV-1 reverse transcriptase. Efavirenz tidak berkompetisi dengan template ataupun nucleosida trifosfat, juga tidak memerlukan fosforilasi untuk mengaktifkan. Efavirenz berikatan langsung dengan reverse transcriptase. ;Ikatan ini menyebabkan kerusakan aktivitas enzim sehingga menghambat RNA dan DNA yang tergantung pada aktivitas DNA polymerase. HIV-2 reverse transcriptase dan DNA polymerase alpha, gamma, atau delta pada sel manusia tidak dihambat oleh efavirenz. ;Efavirenz menunjukkan aktivitas yang sinergis terhadap HIV-1 pada kultur sel bila dikombinasi dengan zidovudine, didanosine, atau indinavir

MONITORING
Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat(meningkatkan risiko efek samping psikiatrik).Kaji penggunaan obat lain atau herbal yg digunakan pasien terhadap kemungkinan interaksi atau toksik;perlunya penyesuaian dosis.;Kaji hasil pemeriksaan laboratorium dan efektivitas terapi (progresivitas penyakit, viral load dan jumlah CD4), dan efek merugikan secara periodik selama terapi. ;Beri informasi pada pasien terhadap penggunaan obat, kemungkinan efek samping yang muncul dan pengatasannya serta efek lain yang harus dilaporkan (mis, gangguan SSP, rash, nyeri perut).

{BOTTOM}