informasiobat.com

FLUOKSETIN

NAMA GENERIK
Fluoksetin

NAMA KIMIA
Fluoxetine HCL

STRUKTUR KIMIA
C17H18F3NO.HCl

SIFAT FISIKOKIMIA
Kristal putih-putih kotor, Sedikit larut dalam air

SUB KELAS TERAPI
Psikofarmaka

FARMAKOLOGI
Diabsorbsi baik, ikatan protein 05%, metabolisme di hati menjadi norfluoksetin yang aktivitasnya sebanding dengan fluoksetin, ;T eliminasi 1-3 hari, ;Kronik : 4-6 hari, ;Sirosis : 7,6 hari; ;Metabolit : 9,3 hari, ;Sirosis : 12 hari. ;Lamanya T memperlama reaksi yang tidak diinginkan walau obat sudah dihentikan. Tmaks 6-8 jam, ekskresi melalui urin.

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan di suhu ruang, 15-30C

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap fluoksetin atau komponen-komponen lain formulasi, Pasien pengguna inhibitor MAO, tioridasin, mesoridasin.

EFEK SAMPING
> 10% : ;SSP : insomnia, sakit kepala, cemas, nervous, somnolens. ;Endokrin & metabolik : penurunan libido, saluran cerna: mual, diare, anoreksia, xerostomia, saraf-otot: lemah, tremor. ;Pernafasan : faringitis, menguap. ;1-10% : ;KV : vasodilatasi, demam, sakit dada, hemorhage, hipertensi, palpitasi. ;SSP : pusing, mimpi aneh, berfikir abnormal, agitasi, amnesia, menggigil, emosi labil, gangguan tidur, ;Kulit: rash, pruritis; ;Endokrin & metabolik : abnormal ejakulasi, impoten; ;Saluran cerna : dispepsia, konstipasi, flatulens, muntah, berat badan turun, selera makan meningkat ;;Genitourinari : sering berkemih; ;Mata : penglihatan abnormal. telinga berdenging, sinusitis, gejala seperti flu.

INTERAKSI OBAT
Inhibitor MAO non selektif ( fenelzin, isokarboksid) atau inhibitor MAO lainnya (linezolid) sebaiknya tidak diberikan dengan fluoksetin karena menimbulkan reaksi yang fatal. ;Tunggu 5 minggu sesudah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan inhibitor MAO atau 2 minggu setelah penghentian inhibitor MAO sebelum mulai dengan fluoksetin. Kombinasi dengan selegilin menimbulkan mania, hipertensi atau sindroma seretonin. ;Fluoksetindapat menghambat metabolisme tioridasin atau mesoridasin sehingga dapat mengakibatkan resiko perpanjangan interval QT yang bisa menimbulkan aritmia fatal. ;Tunggu sampai 5 minggu setelah penghentian fluoksetin sebelum mulai dengan tioridasin. ;Fluoksetin dapat meningkatkan efek aminofilin, beta bloker tertentu, dekstrometorfan, diazepam, fluvoksamin, lidokain, meksiletin, paroksetin, fenitoin, propranolol, risperidon, ritonafir, teofilin, tioridasin, antidepresan trisiklik, trifluoperasin, ven;Kombinasi fluoksetin dengan SSRI dan amfetamin, buspiron, meperidin, nefazodon, antagonis serotonin,(sumatripan), simpatomimetik, ritonavir, tramadol mungkin akan meningkatkan resiko sindroma serotonin. ;Kombinasi dengan sumatripan dan antagonis serotonin lainnya dapat menimbulkan toksisitas, lemah, hiperrefleksia, dan inkoordinasi. ;Kombinasi dengan litium akan menimbulkan resiko neurotoksik dan peningkatan serum litium. Kombinasi dengan diuretik kuat ( bemetanid, furosemid dan torsemid) akan meningkatkan resiko hiponatremia. ;Kombinasi dengan warfarin dapat meningkatkan respons ;Pemberian bersama NSAID dan obat yang mempengaruhi pembekuan darah dapat meningkatkan resiko perdarahan, monitor. ;Efek fluoksetin dapat ditingkatkan oleh klorpromazin, delavirdin, fluoksetin, mikonazol, paroksetin, pergolid, kuinidin, kuinin, ritonavir, ropinirol, sulfonamid, NSAID, dan inhibitor CYP2C8/9 atau 2D6 lainnya. ;Efek fuoksetin dapat menurun bila dikombinasi dengan karbamasepin, fenobarbital, fenotoin, rifampin, dan induktor CYP2D6 lainnnya. Fluoksetin dapat menurunkan efek kodein, hidrokodon, oksikodon, tramadol. ;Siproheptadin dapat menghambat efek serotonin reuptake inhibitor. Litium akan dapat diturunkan efeknya oleh fluoksetin.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C Dicurigai bersifat teratogenik. ;Efek non teragenik yang dilaporkan muncul pada pemberian di trimester III adalah : distres pernafasan, sianosis, apnu, kejang, temperatur tubuh tidak stabil, sulit minum/menyusu, muntah, hipoglikemi, hipo/hipertoni, hiperrefleksia, ;gelisah, menangis, tremor. Hindari pemberian bila terpaksa diberikan, turunkan perlahan sampai kemudian dihentikan pada trimester III.

PENGARUH MENYUSUI
Masuk ke dalam ASI, tidak dianjurkan.

PARAMETER MONITORING
Status mental terhadap depresi, ide bunuh diri, kecemasan, fungsi sosial, mania, serangan panik, akatisia (gelisah tidak dapat duduk tenang), tidur

BENTUK SEDIAAN
Kapsul 10 mg, 20 mg, tablet 20 mg

PERINGATAN
Reaksi berat akibat penggunaan dengan inhibitor MAO : sindroma serotonin (hipertermia, otot kaku, agitasi, tidak stabil) Aritmia ventrikel yang dapat menimbulkan torsade de pointes dan kematian bila dikombinasi dengan tioridasin. ;Fluoksetin dikaitkan secara nyata dengan timbulnya rash dan alergi termasuk vaskulitis, sindroma seperti lupus, laringospasme, reaksi anafilaktik, penyakit inflamasi pulmonal. ;Dapat menimbulkan mania/hipomania pada pasien bipolar, hindari penggunaan monoterapi. Kegagalan kognitif dan gangguan motorik yang timbul harus diwaspadai pada pengemudi atau operator mesin. ;Kemungkinan munculnya keinginan bunuh diri harus diwaspadai. Waspadai kejang dan kerusakan otak. Penggunaan pada pasien yang gagal ginjal atau hati tidak berfungsi serta pada orang tua. Waspadai penggunaan kombinasi dengan antikoagulan. ;Karena panjangnya waktu paruh, waspadai tetap berlangsungnya reaksi yang tidak diinginkan walau terapi sudah dihentikan. Waspadai gejala putus obat yang tiba-tiba : gelisah, agitasi, bingung, insomnia, hipomania; hentikan penggunaan bertahap. ;Waspadai gangguan fungsi seks akibat penggunaan.

INFORMASI PASIEN
Obat ini untuk terapi depresi mental dan hanya diberikan dengan resep dokter. Beberapa bukti menunjukkan bahwa penggunaan obat ini dapat menimbulkan keinginan bunuh diri, diskusikan hal ini dengan dokter. ;Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. ;Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari, jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. ;Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari, segera minum obat bila lupa, tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua, tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.;Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/menggangu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak.

MEKANISME AKSI
Menghambat reuptake serotonin di SSP, tidak menghambat atau hambatan minimal terhadap reuptake norepinefrin dan dopamin. Tidak berikatan dengan reseptor alfa adrenergik, histamin dan kholinergik.

{BOTTOM}