informasiobat.com

GLIMEPIRID

NAMA GENERIK
Glimepirid

NAMA KIMIA
1-[[p-[2-(3-ethyl-4-methyl-2-oxo-3-pyrroline-1-carboxamido) ethyl]phenyl]sulfonyl]-3-(trans-4-methylcyclohexyl)urea.

GB STRUKTUR KIMIA
113

SIFAT FISIKOKIMIA
Glimepirid merupakan serbuk kristal putih atau putih kekuningan, tak berbau, praktis tidak larut dalam air dan methanol, sedikit larut dalam etanol dan metilen klorida. BM 490,62

SUB KELAS TERAPI
Hormon, Obat Endokrin Lain dan Kontraseptik

FARMAKOLOGI
Farmakodinamik : ;Mekanisme kerja utama glimepirid adalah merangsang sekresi insulin dari sel-sel beta-Langerhans kelanjar pancreas yang masih berfungsi. Oleh sebab itu masih adanya sel-sel-Langerhans yang masih berfungsi merupakan persyaratan terapi dengan glimepirid.;Glimepirid juga meningkatkan sensitivitas sel-sel beta-Langerhans terhadap stimulus glukosa fisiologis, menyebabkan sekresi insulin seirama dengan waktu makan.;Disamping itu, glimepirid juga memiliki efek ekstrapankreatik walaupun terbatas, yaitu mereduksi produksi glukosa hepatic basal, dan meningkatkan sensitivitas jaringan perifer terhadap insulin dan uptake glukosa. ;Pada pasien DM yang tidak puasa, efek hipoglikemik glimepirid dosis tunggal dapat bertahan selama 24 jam.;Pada percobaan in vitro ataupun percobaan pada hewan ditemukan bahwa pemberian glimepirid dapat menurunkan kadar glukagon, yang akan memperpanjang masa penurunan kadar glukosa darah tanpa peningkatan kadar insulin endogen.;Namun, signifikasi klinik dari penemuan ini masih harus diteliti.;Glimepirid dapat diberikan untuk pasien yang berisiko tinggi, yaitu pasien usia lanjut, pasien dengan gangguan ginjal atau yang melakukan aktivitas berat.;Dibandingkan dengan glibenklamid, glimepirid lebih jarang menimbulkan efek hipoglikemik pada awal pengobatan;Farmakokinetik : ;Memiliki waktu mula kerja yang pendek dan waktu kerja yang lama, sehingga umum diberikan dengan cara pemberian dosis tunggal.;Absorpsi glimepirid melalui usus sangat baik sehingga dapat diberikan per oral. Hampir seluruh glimepirid diserap ke dalam darah setelah pemberian per oral. Konsentrasi serum puncak (Cmax) tercapai dalam waktu 2,5 jam.;Terdapat hubungan langsung antara dosis dan Cmax. Makanan umumnya tidak mempengaruhi absorpsi glimepirid.;Setelah absorpsi, obat ini tersebar ke seluruh cairan ekstra sel. Volume distribusi setelah pemberian intra vena pada subyek normal lebih kurang 8,8 liter (113 ml/kg). Hampir seluruh glimepirid yang dikonsumsi terikat pada protein plasma (> 99%).;Glimepirid tidak diakumulasi di dalam tubuh.;Waktu paruh eliminasi glimepirid lebih kurang 5 8 jam setelah pemberian per oral. Namun, semakin tinggi dosis maka waktu paruh juga akan semakin panjang.;Glimepirid dimetabolisme secara sempurna melalui biotransformasi oksidatif terutama oleh enzim sitokrom P450 2C9. Metabolit utama glimepirid adalah turunan sikloheksil hidroksi metil (M1) dan turunan karboksil (M2).;M1 masih memiliki efek farmakologis glimepirid sebesar 40%. M1 dapat langsung diekskresi melalui urin atau dimetabolisme lebih dahulu menjadi M2 oleh beberapa enzim sitosolik.;Waktu paruh eliminasi terminal dari M1 adalah 3 6 jam setelah pemberian per oral, sedangkan waktu paruh eliminasi terminal M2 sekitar 5 6 jam.;Setelah pemberian per oral, 58% glimepirid atau metabolitnya diekskresikan melalui urin dan 35% melalui feses.

STABILITAS PENYIMPANAN
Stabil jika disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari lembab, panas dan cahaya matahari langsung.;Shelf life lebih kurang 36 bulan, jika disimpan dalam kondisi yang sesuai antara lain pada suhu < 25C

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap glimepirid atau senyawa OHO golongan sulfonilurea lainnya; Gangguan fungsi hati dan ginjal yang cukup berat; Ketoasidosis atau riwayat ketoasidosis; Diabetik pra koma atau koma ; Kehamilan; Menyusui

EFEK SAMPING
Efek samping utama yang harus diwaspadai adalah hipoglikemia. Gambaran klinis hipoglikemik yang parah menyerupai stroke.;Disamping itu dapat juga terjadi efek samping lain, berupa gangguan saluran cerna dan gangguan susunan syaraf pusat seperti: sakit kepala, pusing, lapar, tubuh lemas, lelah, mual, muntah, mengantuk, tidur terganggu, daya konsentrasi dan ;kewaspadaan menurun, depresi, bingung, gangguan bicara, gangguan penglihatan, tremor, gangguan syaraf sensoris, dan lain-lain;Kemungkinan dapat pula terjadi gejala-gejala kounter-regulasi adrenergik, seperti berkeringat, kulit lembab, cemas, takhikardia, hipertensi, palpitasi, dan lain-lain.;Gejala hematologik termasuk leukopenia, trombositopenia, agranulosistosis dan anemia aplastik dapat terjadi walau jarang sekali.;Golongan sulfonilurea cenderung meningkatkan berat badan

INTERAKSI MAKANAN
Makanan umumnya tidak mempengaruhi absorpsi glimepirid

INTERAKSI OBAT
Karena glimepirid terutama dimetabolisme oleh sitokrom P450 2C9, maka semua senyawa yang dapat menginduksi atau menghambat sitokrom P450 2C9 akan berinteraksi dengan glimepirid, seperti misalnya rifampisin, ;flukonazol, amiodaron, tolbutamid, diklofenak, ibuprofen, naproxen.; Obat-obat yang dapat meningkatkan efek hipoglikemik glimepirid, antara lain: ACE inhibitor, analgetika (azapropazon, fenilbutazon, dan lain-lain), antibakteri (kloramfenikol, kotrimoksasol, 4-kuinolon, sulfonamide, ;tetrasiklin dan trimetoprim), asam aminosalisilat, asam para amino salisilat, hormon-hormon anabolik, azapropazon, klofibrat, turunan kumarin, siklofosfamida, disopiramida, fenfluramin, feniramidol, senyawa-senyawa fibrat, ;flukonazol, fluoksetin, guanetidin, ifosfamid, antidepresan MAO-inhibitor, mikonazol, oksifenbutazon, fenilbutazon, probenesid, quinolon, salisilat, sulfinfirazon, tritoqualin, trofosfamid.; Obat-obat yang dapat mengurangi atau memperlemah efek hipoglikemik glimepirid, antara lain: asetazolamid, barbiturat, calcium channel blocker, kortikosteroid, diazoksida, diuretika, glukagon, isoniazid, ;asam nikotinat (dosis tinggi), hormon estrogen dan progesteron, fenotiazin, fenitoin, progestogen, rifampisin, senyawa-senyawa simpatomimetik, hormone tiroid.; Alkohol: dapat menambah atau mengurangi efek hipoglikemik; Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang mengganggu toleransi glukosa; Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat metabolisme OHO; oktreotid dapat menurunkan kebutuhan insulin dan OHO; Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik; Antijamur: flukonazol dan mikonazol menaikkan kadar plasma sulfonilurea; Anti ulkus: simetidin meningkatkan efek hipoglikemik sulfonilurea; Klofibrat: dapat memperbaiki toleransi glukosa dan mempunyai efek aditif terhadap OHO; Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala peringatan, misalnya tremor; Urikosurik: sulfinpirazona meningkatkan efek sulfonilurea

PENGARUH ANAK
Penggunaan glimepirid tidak dianjurkan pada anak-anak

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko kehamilan FDA : Katagori C;Penggunaan OHO golongan sulfonilurea tidak dianjurkan pada wanita hamil

PENGARUH MENYUSUI
Penelitian pada hewan coba menunjukkan glimepirid dapat masuk ke dalam air susu ibu. Oleh sebab itu penggunaan glimepirid pada Ibu menyusui sebaiknya tidak dilakukan, kecuali dokter mempunyai pertimbangan khusus

PARAMETER MONITORING
Kadar glukosa darah puasa : 80120mg/dl;Kadar hemoglobin A1c : <100mg/dl;Gejala hipoglikemia

BENTUK SEDIAAN
Tablet 1 mg, 2 mg dan 4 mg

PERINGATAN
Terapi OHO selalu dimulai dari dosis rendah 1 kali pemberian per hari, setelah itu dosis dapat dinaikkan sesuai dengan respons terhadap obat

INFORMASI PASIEN
Jangan konsumsi obat lain tanpa seizin dokter atau apoteker. ; Obat ini hanya berperan sebagai pengendali diabetes, bukan penyembuh.; Obat ini hanya faktor pendukung dalam pengelolaan diabetes, faktor utamanya adalah pengendalian diet (pola makan) dan olah raga; Konsumsi obat sesuai dosis dan aturan pakai yang diberikan dokter; Monitor kadar glukosa darah sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter; Jika Anda merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing, lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat, segera hubungi dokter.; Jika Anda sudah pernah mengalami hipoglikemia, selalu bawa sekantung kecil gula jika Anda bepergian. Segera makan gula begitu Anda mendapat serangan hipoglikemia.; Laporkan pada dokter jika Anda berencana untuk hamil; Obat ini tidak boleh dikonsumsi semasa hamil atau menyusui, kecuali sudah diizinkan oleh dokter.

MEKANISME AKSI
Glimepirid merangsang produksi insulin oleh sel-sel;Beta-Langerhans kelenjar pankreas dan meningkatkan sensitivitas sel-sel;Beta-Langerhans terhadap stimulus glukosa fisiologis.;Glimepirid juga memiliki efek ekstrapankreatik walaupun terbatas, yaitu mereduksi produksi glukosa hepatic basal meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin.

{BOTTOM}