informasiobat.com

HIDROSIUREA

NAMA GENERIK
Hidrosiurea

NAMA KIMIA
Carboxicarbamida

STRUKTUR KIMIA
NH2.CO.NHOH

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih, higroskopik.Larut baik dalam air, praktis tidak larut dalam alkohol.

SUB KELAS TERAPI
Antineoplastik, Imunosupresan dan obat untuk terapi paliatif

NAMA DAGANG
Hydrea

INDIKASI
Pengobatan untuk melanoma, leukemia myelositik kronik refraktori, relaps dan refraktori kanker ovarium metastatik, obat radiosensitivitas pada pengobatan squamus sel leher dan kepala (termasuk kanker bibir); ;terapi tambahan pada penataan pasien sel sikle (abnormalitas klinik pada haemoglobin yang ditunjukkan oleh perubahan struktur, fungsi haemoglobin atau dikenal dengan haemoglobinopathy);yang mendapat setidaknya tiga kali nyeri krisis pada 12 bulan sebelumnya (untuk mengurangi frekuensi dari krisis ini dan kebutuhan transfusi darah).

FARMAKOLOGI
Absorpsi: >80%;Distribusi: Melewati sawar darah otak; distribusi ke dalam usus halus, otak, paru, hati, jaringan lunak, efusi dan ascites (pengumpulan cairan serosa di rongga abdomen).;Metabolisme: 60% lewat hepatik dan jalur GI.;T eliminasi: 3-4 jam;Waktu puncak: 1-4 jam;Ekskresi: Urin (80%, 50% sebagai obat utuh, 30% sebagai urea); melalui pernapasan (sebagai CO2).

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan dalam suhu ruang antara 15-30C.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitifitas terhadap hidroksiurea dan komponen lain dalam sediaan, anemia berat, supresi sum-sum tulang berat; jumlah darah putih <2500/mm3 atau jumlah platelet <100.000/mm3, kehamilan.

EFEK SAMPING
Frekuensi tidak ditentukan.Kardiovaskular: Edema;SSP: kedinginan, disorientasi, pusing, mengantuk (tergantung dosis), demam, halusinasi, sakit kepala, malaise, seizure;Dermatologi: Alopesia (jarang), toksisitas vaskulitis kutan,perubahan kulit,kulit kering,eritema wajah,gangren,hiperpigmentasi,makulopapular rash,atropi kuku,pigmentasi kuku,eritema periferal,atropi kulit,kanker kulit,vaskulitis ulserasi,papula violet.;Endokrin dan metabolik: Hiperurikemia. GI: Anoreksia, konstipasi, diare, iritasi GI dan muskosistis (potensial dengan terapi radiasi), mual, pankreatitis, stomatitis, muntah.;Genital: Disuria (jarang).Hematologi: Myelosupresi (primer leukopenia, onset:24-48 jam; nadir: 10 hari; ;recovery: 7 hari setelah penghentian obat; kembalinya jumlah sel darah putih terjadi berulang tetapi pemulihan jumlah platelet memerlukan 7-10 hari); trombositopenia dan anemia, megaloblastik eritropoesis,;makrositos, hemolisis, penurunan serum besi, siteponias tetap, leukimia kedua (penggunaan lama).;Hepatik: Peningkatan enzim hati, hepatotoksisitas.;Neuromuskular dan skeletal: Kelemahan, neuropati perifer.Renal: BUN (blood urea nitrogen) meningkat, kreatinin meningkat.;Pernapasan : Infiltrasi difusi pulmonari akut (jarang), sesak nafas, fibrosis pulmonari (jarang).

INTERAKSI OBAT
Hidroksiurea dapat meningkatkan toksisitas didanosin

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : D

PENGARUH MENYUSUI
Hidroksiurea didistribusikan ke dalam air susu, dikontraindikasikan

BENTUK SEDIAAN
Kapsul 500 mg

PERINGATAN
Zat berbahaya gunakan dengan peringatan untuk penanganan dan disposal. ;Pasien dengan riwayat kemoterapi sitotoksik kemoterapi dan terapi radiasi lebih mudah mengalami depresi sum-sum tulang.;Pasien dengan riwayat terapi radiasi juga mempunyai risiko untuk mengalami edema post radiasi. ;Eritropoiesis megaloblastik dapat terlihat awal penggunaan hidroksiurea; klirens besi plasma dapat tertunda dan penggunaan besi oleh eritrosit dapat tertunda. Pasien dengan infeksi HIV dengan hidroksiurea dan ;didanosin (dengan atau tanpa stavudin) berisiko tinggi untuk pankreatitis, hepatotoksisitas, gagal hati dan neuropati perifer berat. Pengobatan pada gangguan myeloproliferatif (polisitemia vera dan trombositopenia) ;dengan penggunaan hidrosksiurea dalam waktu lama berhubungan dengan leukimia.;Toksisitas vaskulitis kutan (vaskulitis ulserasi dan gangren) pernah dilaporkan dengan terapi hidroksiurea, kebanyakan terjadi pada pasien dengan riwayat menerima interferon terapi pada waktu bersamaan, ;hentikan hidroksiurea dan pertimbangkan sitoreduktif alternatif jika toksisitas vaskulitis kutan terjadi. ;Perhatian dengan disfungsi ginjal; memerlukan pengurangan dosis. ;Efikasi dan keamanan pada anak-anak belum diyakini .

MEKANISME AKSI
Hidroksi urea mempengaruhi sintesis DNA, selama fase S pada pembelahan sel, tanpa mempengaruhi sintesis RNA,inhibisi ribonukleosida difosfat reduktase, mencegah konversi ribonukleotida menjadi deoksribonukleotida, ;bersifat spesifik untuk fase S pada siklus sel dan menahan sel lain pada fase G1 siklus sel.