informasiobat.com

KALSIUM FOLINAT

NAMA GENERIK
Kalsium folinat

NAMA KIMIA
Kalsium folinat: N-[4-(2-Amino-5-formyl-5,6,7,8-tetrahydro-4-hydroxypteridin-6-methylamino)benzoyl]-L-glutamic acid calcium salt. (C20H21CaN7O7).1

GB STRUKTUR KIMIA
220

KETERANGAN
Tidak ada data

SIFAT FISIKOKIMIA
Kalsium folinat (USP 29): serbuk amorf atau kristalin berwarna putih kekuningan atau kuning, tak berbau atau praktis tak berbau. Agak sukar mudah larut dalam air; praktis tidak larut dalam alkohol. Hindarkan dari paparan cahaya.1 Inkompatibilitas: kalsium folinat dan fluorourasil (dengan atau tanpa glukosa 5%) tidak kompatibel pada pencampuran dengan berbagai rasio dan penyimpanan dalam kemasan PVC, pada berbagai temperatur.1

SUB KELAS TERAPI
Khusus

KELAS TERAPI
Antidot dan obat lain untuk keracunan

NAMA DAGANG
Leucovorin Calcium DBL, Leucovorin Kalbe.2

INDIKASI
Pencegahan efek samping metrotreksat (kalsium folinat melawan efek antagonis-folat dari metrotreksat, sehingga mempercepat proses penyembuhan mukositis atau mielosupresi akibat metotreksat); antidot overdosis metotreksat; anemia megaloblastik akibat defisiensi folat.2, 3, 4

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Rekomendasi dosis dibawah ini adalah sebagai asam folinat (1,08mg kalsium folinat setara dengan 1mg asam folinat). Pencegahan efek samping metotreksat: (biasanya dimulai 24 jam setelah infus metotreksat) IM, IV bolus, atau IV infus, dosis awal 15mg (6-12mg/m2), diulang setiap 6 jam, selama 24 jam (selanjutnya dosis disesuaikan konsentrasi serum metotreksat). Antidot overdosis metotreksat: (diberikan sesegera mungkin, sebaiknya dalam jam pertama) IV bolus atau IV infus, direkomendasikan dosis setara atau lebih besar dari dosis metotreksat (laju maksimum 160mg sebagai asam folinat/menit);1 atau dosis 75mg IV infus dalam 12 jam, diikuti 12mg IM setiap 6 jam sebanyak 4 kali pemberian.1 Anemia megaloblastik akibat defisiensi folat: IM ≤1mg per hari. 1,2,3

FARMAKOLOGI
(i) Konsentrasi obat. waktu untuk mencapai kadar puncak dalam serum: IM, 52 menit; IV, 10 menit. (ii) ADME. Absorpsi: bioavailabilitas pemberian IM setara dengan IV. Metabolisme: dimetabolisme oleh enzim dihydrofolate reductase menjadi 5-methyl-tetrahydrofolic acid yang merupakan bentuk aktif asam folat; metabolit lain: L-formyltetrahydrofolate (aktif), D-formyltetrahydrofolate (inaktif). Ekskresi: terutama melalui ginjal. Eliminasi: waktu paruh, 6,2 jam.4

STABILITAS PENYIMPANAN
Vial harus disimpan pada suhu ruangan (15-30C), dan hindarkan dari paparan cahaya.4

KONTRA INDIKASI
Dikontraindikasikan terhadap pasien dengan hipersensitivitas terhadap kalsium folinat, anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12, anemia pernicious terkait defisiensi vitamin B12.5 Jangan diberikan secara intratekal.3

EFEK SAMPING
Reaksi hipersensitivitas; pireksia terkadang terjadi setelah pemberian injeksi, ruam, pruritus, eritema, urticaria, thrombositosis, mengik, reaksi alergi, hipersensitifitas.3, 4

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Aminosalisilat: absorpsi asam folat dapat berkurang karena sulfasalazin, sulfametoksazol-trimetoprim. Antiepilepsi: asam folat dapat mengurangi konsentrasi plasma fenitoin dan primidon. Barbiturat: asam folat dapat mengurangi konsentrasi plasma barbital. Capecitabine: penurunan dosis maksimum capecitabine yang dapat ditoleransi. Metotreksat: tidak boleh diberikan bersamaan karena mempengaruhi efek metotreksat. Fluorourasil: meningkatkan efek maupun toksisitas fluorourasil.3, 4, 6

PENGARUH ANAK
Hindarkan pemberian bersamaan dengan metotreksat; tidak diindikasikan untuk anemia pernicious atau anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12.5

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori C. Kalsium folinat dapat menembus plasenta. Selama ini kalsium folinat telah digunakan sebagai terapi anemia megaloblastik pada ibu hamil, walaupun keamanannya terhadap kehamilan masih belum terbukti. Sebelum diperoleh data yang cukup, pemberian kalsium folinat pada ibu hamil harus dipertimbangkan secara hati-hati.4

PENGARUH MENYUSUI
Risiko terhadap bayi tidak diketahui secara pasti. Tidak diketahui apakah asam folinat diekskresikan melalui air susu ibu, dan kemungkinan efek sampingnya pada bayi yang disusui. Akan tetapi, asam folinat merupakan bentuk aktif asam folat, yang aman digunakan oleh ibu menyusui. Sebelum tersedia cukup data, perlu dilakukan pemantauan terhadap ibu yang menyusui pada saat mendapatkan sediaan ini.4

PARAMETER MONITORING
Konsentrasi serum kreatinin dan metotreksat.4

BENTUK SEDIAAN
Larutan injeksi: 50 mg/ml. 50mg/5ml.2

PERINGATAN
Hindarkan pemberian bersamaan dengan metotreksat; tidak diindikasikan untuk anemia pernicious atau anemia megaloblastik akibat defisiensi vitamin B12.3

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Bagaimana menggunakan obat: obat diinjeksikan (oleh tenaga medis) ke dalam otot, bukan ke dalam pembuluh darah. Usahakan untuk menepati jadwal pemberian obat. Obat harus disimpan pada suhu kamar, dan hindarkan dari panas atau paparan cahaya. Obat/makanan yang harus dihindari: konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat lain, termasuk obat bebas/bebas terbatas, vitamin, dan produk herbal. Informasikan kepada dokter jika anda menggunakan obat yang mengandung sulfa atau obat untuk epilepsi. Peringatan: informasikan kepada dokter jika anda hamil atau menyusui, atau jika anda menderita penyakit paru atau ginjal. Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi (gatal, bengkak pada wajah dan tangan, bengkak atau sensasi gatal/nyeri pada mulut dan tenggorokan, dada terasa berat, kesulitan bernafas); atau jika mengalami efek samping yang anda duga terkait dengan obat tersebut.4

MEKANISME AKSI
Mencegah ikatan enzim dihydrofolate reductase dengan antagonis folat, seperti metotreksat.1

MONITORING
Monitoring efek terapeutik: Dosis tergantung pada konsentrasi serum antagonis folat (seperti: metotreksat) atau konsentrasi serum kreatinin. Selama pemberian kalsium folinat (diberikan setelah penggunaan metotreksat dosis tinggi), diperlukan pemeriksaan konsentrasi serum kreatinin dan metotreksat sedikitnya sekali per hari.4

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale The Complete Drug Reference 35th edition (p1782). 2.MIMS-Official Drug Reference for Indonesian Medical Professionals 108th ed (p516-7). 3. British National Formulary 56 (p 456). 4. Micromedex. 5. BNF for children 2007 (p.470). 6. Stockley's Drug Interaction 7th ed.