informasiobat.com

KARBON AKTIF

NAMA GENERIK
Karbon aktif

SIFAT FISIKOKIMIA
Karbon aktif (USP 29): sisa penyulingan yang bersifat merusak dari berbagai macam bahan organik, yang telah mendapat perlakuan untuk meningkatkan kekuatan penyerapannya. Serbuk halus berwarna hitam, tidak berbau, tidak berasa, bebas dari bahan berpasir.1

SUB KELAS TERAPI
Umum

KELAS TERAPI
Antidot dan Obat Lain untuk Keracunan

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis: Oral: Keracunan akut: Keterangan: ~10 g karbon aktif dapat digunakan untuk mengatasi 1 g toksin; mungkin diperlukan dosis ganda. Jika sorbitol juga digunakan. dosis sorbitol jangan melebihi 1,5 g/kg. Jika menggunakan karbon aktif dengan dosis ganda, sorbitol harus diberikan setiap dosis berikutnya (jangan melebihi 2 dosis/hari).4 Anak-anak: 1 g/kg sebagai dosis tunggal; jika diperlukan dosis ganda, dosis tambahan dapat diberikan sebanyak 0,25 g/kg setiap jam atau ekuivalen (misalnya: 0,5 g/kg setiap 2 jam) atau >1 tahun-12 tahun: 25-50 g sebagai dosis tunggal; dosis yang lebih kecil (10-25 g) mungkin diperlukan pada anak usia 1-5 tahun karena kapasitas lumen usus yang lebih kecil.4 Anak >12 tahun dan dewasa: 25-100 g sebagai dosis tunggal; jika diperlukan dosis ganda, dosis tambahan dapat diberikan sebanyak 12,5 g/jam atau ekuivalen (misalnya: 25 g setiap 2 jam).4 Suplemen makanan: Dewasa: 500-520 mg setelah makan, dapat diulang setiap 2 jam jika diperlukan (maksimal 10 g/hari).4 Cara pemberian: minumlah dengan air yang banyak; jika pemberian karbon aktif menyebabkan muntah, maka turunkan dosisnya dan berikan lebih sering; jangan digunakan lagi apabila tidak ada peristalsis.2

FARMAKOLOGI
Absorpsi Oral: tidak diabsorpsi oleh saluran pencernaan.3 Ekskresi Diekskresi melalui feses, menyebabkan feses berwarna hitam.3

STABILITAS PENYIMPANAN
Karbon aktif dapat menyerap gas dari udara.4 Karbon aktif harus disimpan dalam wadah gelas atau logam tertutup rapat pada suhu kamar, hindarkan dari panas, kelembaban, dan cahaya langsung.2,3

KONTRA INDIKASI
1. Tidak adanya peristalsis 2. Perforasi saluran cerna 3. Obstruksi usus 4. Baru saja menjalani operasi 5. Risiko pendarahan pada saluran pencernaan.2

EFEK SAMPING
Efek samping yang sering terjadi: Saluran cerna: feses berwarna hitam, diare, dan muntah Saluran pernapasan: aspirasi pulmoner Efek samping serius: Kardiovaskuler: Hipotensi (jarang) Metaboilk endokrin: ketidakseimbangan elektrolit (jarang) Saluran cerna: obstruksi saluran cerna.2

INTERAKSI MAKANAN
Jangan diminum bersama dengan susu, es krim, atau selai jeruk karena dapat mengurangi efektivitas karbon aktif.4

INTERAKSI OBAT
Secara umum, karbon aktif dapat menurunkan absorpsi dan efek terapeutik dari obat lain yang diberikan secara per oral. Obat-obat lain yang tidak digunakan sebagai dekontaminasi saluran cerna atau antidot untuk toksin sebaiknya diberikan 2 jam setelah pemberian karbon aktif, jika memang diperlukan obat dapat diberikan secara parenteral.3 Karbon aktif menurunkan efektivitas: acarbose, leflunomide, mikofenolat mofetil, asam mikofenolat. Karbon aktif menurunkan absorpsi: karbamazepin, digoksin.Karbon aktif menurunkan bioavailabilitas: furosemid, olanzapin.2 Sirup Ipekak: kemampuan mengadsorpsi karbon aktif dapat berkurang karena muntah yang disebabkan oleh sirup ipekak; jika keduanya digunakan untuk mengatasi keracunan, maka karbon aktif diberikan setelah muntah. Polietilen glikol dan larutan elektrolit: kapasitas adsorpsi karbon aktif akan menurun jika digunakan bersama dengan polietilen glikol dan larutan iso-osmolar elektrolit untuk irigasi usus.3

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko C.4

PENGARUH MENYUSUI
Risiko pada bayi tidak dapat ditentukan. Bukti yang ada tidak cukup untuk menentukan risiko pada bayi jika digunakan pada ibu menyusui. Perhitungkan keuntungan dan kerugian pemakaian obat ini sebelum meresepkannya pada ibu yang sedang menyusui. Tidak diketahui apakah karbon aktif diekskresikan ke dalam air susu ibu (ASI) atau tidak. Tidak diketahui juga apakah karbon aktif mempengaruhi jumlah dan komposisi ASI.2

PARAMETER MONITORING
1. Perbaikan gejala 2. Konstipasi 3. Kadar elektrolit dalam darah.2

BENTUK SEDIAAN
Tablet: 250 mg, 500 mg.5,6

PERINGATAN
Gangguan motilitas usus.2

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Karbon aktif (oral): Jangan menggunakan karbon aktif jika memiliki reaksi alergi terhadap obat ini. Jangan digunakan pada anak berusia dibawah 12 tahun, kecuali atas perintah dokter. Jika digunakan untuk mengatasi keracunan, obat ini harus diberikan oleh tenaga kesehatan profesional, atau diberikan sesuai dengan petunjuk spesifik dari tenaga kesehatan profesional. Bila lupa minum obat, gunakan secepatnya pada saat ingat. Bila saat ingat, sudah hampir waktunya untuk minum dosis berikutnya, maka tidak perlu minum dosis sebelumnya, cukup minum dosis berikutnya. Jangan mendobel dosis. Penyimpanan: Simpanlah dalam wadah gelas atau logam tertutup rapat pada suhu kamar, hindarkan dari panas, kelembaban, dan cahaya langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan jangan berbagi obat dengan orang lain. Buanglah obat yang sudah kadaluarsa. Tanyakan pada dokter atau apoteker mengenai obat dan makanan lain yang perlu dihindari. Pastikan bahwa dokter mengetahui jika pasien sedang hamil atau menyusui atau memiliki gangguan pencernaan, seperti obstruksi usus atau konstipasi.2Segera hubungi dokter jika mengalami efek samping sebagai berikut: reaksi alergi (gatal-gatal, bengkak pada wajah, tangan, mulut, atau tenggorokan; sesak, kesulitan bernapas), nyeri perut, konstipasi yang parah, diare yang parah. Konsultasikan ke dokter jika terjadi efek samping yang lebih ringan, seperti: warna urin menjadi gelap atau berkemih lebih jarang dari biasanya, mual atau muntah. Beritahukan pada dokter jika mengalami efek samping yang lain.2

MEKANISME AKSI
Karbon aktif berguna untuk mengabsorpsi gas dan toksin (racun) dari mineral, bakteri, virus, dan tanaman. Karbon aktif digunakan untuk mengatasi gejala nyeri perut, kram, kembung, dan gangguan pencernaan yang parah.2

MONITORING
1. Perbaikan gejala 2. Konstipasi 3. Kadar elektrolit dalam darah.2

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale 35th ed., p.1291 2. MICROMEDEX 3. AHFS 2008 p.2965 4. Drug Information Handbook 15th ed., p. 338 5. MIMS Volume 9, 2008 p.31, 34 6. ISO Volume 43, 2008, p. 71

{BOTTOM}