informasiobat.com

KETAMIN

NAMA GENERIK
Ketamin

NAMA KIMIA
2-(o-Chlorophenyl)-2-(methylamino) cyclohexanone hydrochlorideof

STRUKTUR KIMIA
C13H16ClNO HCl, BM: 274.19

KETERANGAN
Penggunaan sebagai garam HCl

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal putih berbau khas. Kelarutan Ketamin HCl dalam air 1:4, dalam alakohol 1:14, alkohol dihidrat dan kloroform 1:60, metanol 1:6 dan praktis tidak larut dalam eter; pH larutan 10% dalam air3,5-4,1.

SUB KELAS TERAPI
Anastesi umum dan Oksigen

KELAS TERAPI
Anestesi;

NAMA DAGANG
Ivanes, Ketalar, Ketamin Hameln, KTM, Anesject

INDIKASI
Anestesi umum terutama untuk kondisi depresi kardiovaskuler harus dihindari; sedasi ; analgesi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Digunakan dalam kombinasi dengan antikolinergik untuk menurunkan hipersalivasi. Anak: oral: 6-10 mg/kg BB untuk 1 dosis ( dicampur dengan minuman 0,2-0,3 mg/kg BB, berikan 30 menit sebelum prosedur dilakukan. I.M.: 3-7 mg/kg. I.V.: 0,5-2 mg/Kg, gunakan dosis minimal (0,5-1 mg/Kg) untuk sedasi prosedur minor; dosis induksi lazim: 1-2 mg/Kg. Infus IV berkelanjutan: sedasi: 5-20 mcg/kg/menit. Dewasa: IM: 3-8 mg/kg. IV: 1-4,5 mg/kg; dosis lazim induksi: 1-2 mg/kg. Anak dan dewasa: maintanance: dosis tambahan 1/3 -1/2 dosis awal.

FARMAKOLOGI
Mula kerja IV: anestesi umum: 1-2 menit, sedasi: 1-2 menit. IM: anestesi umum: 3-8 menit. Durasi: IV.: 5-15 menit; IM.: 12-25 menit. Metabolisme: hati lewat hidroksilasi dan N-demetilasi. Metabolit norketamin mempunyai potensi 25% dari ketamin. Waktu paruh eliminasi: 11-17 menit; eliminasi : 2,5-3,1 jam. Eksresi klirens: 18 mL/kg/menit

STABILITAS PENYIMPANAN
Tidak tercampurkan dengan barbiturat atau diazepam , dapat terjadi endapan.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap ketamin, atau komponen formula lainnya; peningkatan tekanan intrakranial, hipertensi, aneurisme, tirotoksikosis, gagal jantung kongestif, angina, gangguan psikosis, kehamilan.

EFEK SAMPING
>10%: Kardiovaskuler: penurunan curah jantung, hipertensi paradoksikal mengarah ke depresi miokard, takhikardia. SSP: peningkatan tekanan intrakranial, halusinasi visual, mimpi buruk. Saraf-otot:gerakan tonik-klonik, tremor. Lain-lain: reaksi kedaruratan, vokalisasi. 1-10%: kardiovaskuler: bradikardi,, hipotensi. Dermatologi: nyeri pada tempat injeksi, ruam kulit. Saluran cerna: anoreksia, mual, muntah. Mata: diplopia, nistagmus. Pernafasan: depresi pernafasan. <1%: terbatas pada reaksi penting atau mengancam jiwa: peningkatan resistensi saluran nafas, anafilaksis, bronkhospasme, depresi, aritmia, penekanan reflek batuk, kedutan, hipersalivasi, tekanan intraokuler meningkat, kecepatan metabolisme meningkat, tonus otot skelet meningkat, laringospasme, depresi miokard, depresi pernafasan atau apneu akibat dosis besar atau infus cepat.

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Efek sistem sitokrom P450: Peniingkatan efek: Penghambat CYP2B6 dapat meningkatkan efek ketamin; misalnyadesipramin, paroksetin, dan sertralin. Penghambat CYP2C9 dapat meningkatkan efek ketamin misalnya delavirdin, flukonazol, gemfibrozil, ketokenazol, nikardipin, NSAID, sulfonamid, dan tolbutamid. Penghambat CYP3A4 dapat meningkatkan efek ketamin, misalnya antijamur azol, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kunidin, telitromisin, dan verapamil. Barbiturat, narkotik, hidroksin dapat memperpanjang pemulihan. Penghambat neuromuskuler nondepolarisasi dapat meningkatkan efek. Pelemas otot, hormon tiroid, dapat meningkatkan tekanan darah dan laju jantung. Halotan dapat menurunkan tekanan darah.

PENGARUH ANAK
Keamanan dan efikasi pada anak dibawah 16 tahun masih belum ditetapkan.

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko D. Tidak direkomendasikan pada kehamilan.

PENGARUH MENYUSUI
Tidak ada data

PARAMETER MONITORING
Efek kardiovaskuler, laju jantung, tekanan darah, laju pernafasan, saturasi transkutaneus O2.

BENTUK SEDIAAN
Injeksi I00mg/ml dalm vial 10 ml, 50 mg/ml dalam vial 10 ml.

PERINGATAN
Gunakan hati-hati pada pasien dengan penyakit arteri koroner, deplesi katekolamin, dan takikardia. Reaksi emergensi sesudah anestesi dapat berupa mimpi buruk, halusinasi, dan atau delirium yang jelas, pada 12% pasien; reaksi ini jarang terjadi pada pasien >65 tahun dan bila diberikan secara IM. Reaksi emergensi bingung, perilaku tidak rasional dapat terjadi sampai 24 jam sesudah operasi dan dapat diturunkan dengan preterapi dengan benzodiazepin. dapat menimbulkan ketergantungan ( gejala putus obat) dan toleransi pada penggunaan lama. Ketamine harus digunakan oleh atau dibawah arahan dokter yang berpengalaman dalam pemberian anestesi umum , mempertahankan saluran nafas dan pengendalian pernafasan. karena refleks faring dan laring biasanya aktif, maka ketamin tidak boleh digunakan sendiri/tunggal pada pembedahan /prosedur diagnostik faring, laring atau cabang bronkus. Bila digunakan tunggal, stimulasi mekanik faring harus dihindari sedapat mungkin. Pelemas otot , dengan perhatian yang cermat, mungkin dibutuhkan pada kedua kondisi tersebut. Peralatan resusitasi harus selalu disiapkan. Insiden reaksi emergensi dapat diturunkan bila stimulasi taktil dan verbal diminimkan selama fase pemulihan. Hal ini tidak meniadakan monitoring tanda vital. Pemberian IV harus diberikan selama periode 60 detik. Pemberian lebih cepat akan menimbulkan depresi pernafasan atau apnea dan peningkatan respons presor. Pada operasi yang menimbulkan nyeri viseral, ketamin harus diberikan bersama zat yang dapat menghambat nyeri viseral. Gunakan hati-hati pada pasien pengguna alkohol kronik dan intoksikasi alkohol akut. Peningkatan tekanan cairan serebrospinal dilaporkan pada pemberian ketamin. Gunakan hati-hati pada pasien dengan peningkatan tekanan cairan serebrospinal

INFORMASI PASIEN
Kebal pada lidah dan mukosa mulut dapat berbahaya akibat tertusuk secara tidak sengaja. jangan makan atau makan permen karet selama daerah mulut/ kerongkongan teranestesi. Pasien harus diperingatkan untuk tidak melakukan pekerjaan yang memerlukan kewaspadaan , misalnya mengendarai mobil, menjalankan mesin. Untuk dapat melakukan hal tersebut diatas minimum dibutuhkan selang waktu minimal 1 hari sesudah penggunaan.

MEKANISME AKSI
Bekerja langsung pada sistem limbik dan kortek menyebakan keadaan seperti katalepsi. Terjadi penglepasan epinefrin dan norepinefrin endogen akan mempertahankan tekanan darah.Menurunkan refleks spinal polisinaps.

DAFTAR PUSTAKA
1. Sweetman, Sean C. Blake PS. Martindale, 34th edition, 2005, Great Britain. 2. Lacy CF, Armstrong LL, Goldman MP, Lance LL.Drug Information Handbook 17th ed. (2008),Lexi-Comp Inc. Ohio. 3. Fauzi Kasdim, Yulia Trisna, Kosasih, ISO Indonesia vol.43 2008. PT.ISFI penerbitan, Jakarta. 4.http://www.drugs.com/pro/bupivacaine.html.