informasiobat.com

KLINDAMISIN

NAMA GENERIK
Klindamisin

KETERANGAN
Klindamisin merupakan antibiotik semisintetik turunan dari linkomisin

SIFAT FISIKOKIMIA
Diperdagangan klindamisin berada dalam bentuk klindamisin hydrochloride, klindamisin palmitate hydrochloride, klindamisin phosphate.
Perbedaan struktur dengan lincomycin adalah terdapatnya substitusi atom chlorin pada 7-hydroxil dan inversi (pembalikan) 7-carbon.
klindamisin Hydrokloride, palmitate hydrokloride, fosfate berturut-turut merupakan serbuk kristal berwarna putih, serbuk amorphous warna putih atau keputih-putihan,
serbuk kristal hygroskopis warna putih atau keputih-putihan dengan masing-masing mempunyai bau yang khas dan larut dalam air.
Kelarutan klindamisin phosphate dalam air : 400 mg/ml pada suhu 25C. pKa klindamisin adalah 7,45.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

NAMA DAGANG
Klindamisin (Generik)

Albiotin

Anerocid

Biodasin

Cindala

Climadan

Clinbercin

Klindamisin OGB Dexa

Clindexin

Clinidac

Clinium

Clinjos

Clinmas

Comdasin

Dacin

Daclin-300

Dalacin C/Dalacin C Phosphat

Ethidan

Indanox

Lando

Librodan

Lindacyn

Lindan

Nufaclind

Opiclam

Probiotin

Prolic

Zumatic

INDIKASI
Klindamisin aktif melawan kuman kokus gram positif , termasuk staphylococus yang resisten terhadap penisilin dan juga melawan beberapa bakteri anaerob terutama bacteroides fragilis.

Obat ini terkonsentrasi dalam tulang dan diekskresi melalui empedu dan urin.

Klindamisin direkomendasikan pada infeksi staphylococcus tulang dan sendi seperti osteomyelitis dan intra-abdominal sepsis.

Klindamisin digunakan untuk profilaksis endokarditis pada pasien yang alergi terhadap penisilin

Pada infeksi oral, klindamisin sebaiknya tidak digunakan secara secara rutin untuk mengobati infeksi oral, karena tidak lebih efektif daripada golongan penisilin melawan anaerob dan kemungkinan terdapat reisistensi silang dengan bakteri

resisten eritromisin.

Klindamisin hanya digunakan secara terbatas karena efek sampingnya yang serius. Efek toksik yang paling serius adalah timbulnya kolitis yang dapat berakibat fatal dan sangat umum terjadi pada usia setengah baya dan pada wanita usia lanjut ,

terutama sesudah operasi.

Meskipun timbulnya kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika dapat terjadi pada penggunaan sebagian besar antibiotika, namun kondisi ini lebih sering terjadi pada penggunaan klindamisin.

FARMAKOLOGI
Absorpsi : Topical : ~ 10 %
Oral : Cepat (90 %)
Distribusi : Konsentrasi tinggi pada tulang dan urin
jumlah obat dalam cairan serebrospinal tidak signifikan bahkan pada inflamasi meninges (selaput otak)
menembus plasenta
masuk ke dalam air susu
Metabolisme : hepatik
Bioavailability : Topical: < 1%
T eliminasi (half-life elimination) : Neonatus : Premature: 8,7 jam
Full-term: 3,6 jam
Dewasa : 1,6-5,3 jam (rata-rata : 2-3 jam)
Waktu untuk mencapai kadar puncak, serum : Oral : dalam 60 menit
IM 1-3 jam
Ekskresi : Urin (10%) dan feces (~ 4%) sebagai obat aktif dan metabolit

STABILITAS PENYIMPANAN
Kapsul : Simpan pada suhu kamar 20C hingga 25C
Krim : Simpan pada suhu kamar
IV : larutan infus dalam larutan NS atau D5W stabil selama 16 hari pada suhu kamar
Larutan oral : Larutan oral yang telah direkonstitusi jangan disimpan pada refrigerator (suhu dingin)
setelah larutan direkontitusi , larutan oral stabil selama 2 minggu pada suhu kamar 20C hingga 25C (68F hingga 77F)
Larutan topikal : Simpan pada suhu kamar 20C hingga 25C (68F hingga 77F)
Ovula : simpan pada suhu kamar 15C hingga 30C (68F hingga 77F)

KONTRA INDIKASI
Diare, dihindari injeksi yang mengandung benzil alkohol pada neonatus

EFEK SAMPING
Diare (hentikan pengobatan), perut tidak enak, oesophagitis, mual, muntah, kolitis yang berkaitan dengan penggunaan antibiotika

jaundice (penyakit kuning) dan mempengaruhi tes fungsi hati

neutropenia, eosinophilia,

agranulositosis dan trombositopenia

rash, pruritus, urticaria reaksi anafilaksis, syndrom Stevens-Johnson, eksfoliatif dan dermatitis vesiculobullous

nyeri, indurasi dan abcess sesudah injeksi intramuscular

thromboplebitis sesudah injeksi intravena

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : B

PENGARUH MENYUSUI
Kemungkinan hanya sejumlah kecil berada pada air susu ibu, namun diare berdarah dilaporkan terjadi pada 1 bayi ;Masuk ke dalam air susu ibu

PARAMETER MONITORING
Observasi perubahan pada usus, monitor kolitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul; pada pengobatan jangka panjang monitor CBC, tes fungsi hati dan renal secara periodik

BENTUK SEDIAAN
Kapsul, Cairan Inj

PERINGATAN
Pasien harus segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis; kerusakan hati; kerusakan ginjal; monitoring fungsi hati dan fungsi ginjal pada pengobatan jangka panjang dan pada neonatus dan bayi; kehamilan ; menyusui ; ;hindari pemberian intravena secara cepat; dihindari pada pofiria.

INFORMASI PASIEN
Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/frekuensi pemakaian obat tanyakan pada apoteker atau petugas kesehatan.

Kapsul harus ditelan dengan segelas air

Pasien segera menghentikan pengobatan jika timbul diare atau kolitis

Jika terjadi diare yang berat, nyeri/kram pada lambung atau terdapat darah pada feces segera hubungi dokter. Tanda-tanda ini merupakan efek samping yang serius. Jangan mengobati diare sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Gunakan obat hingga habis. Pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan eliminasi bakteri menjadi tidak sempurna dan dapat mengakibatkan infeksi kambuh kembali.

Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Beberapa sediaan mengandung tartrazine (FD & C Yellow No. 5) yang dapat menyebabkan alergi pada individu tertentu. Tanyakan hal ini pada petugas kesehatan atau apoteker.

Tes laboratorium diperlukan dalam monitoring terapi. Pastikan hal ini dilakukan.

Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter.

Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.

Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat.

Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat. Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan .

Jika lebih dari satu kali dosis terlewat segera hubungi tenaga kesehatan

Obat ini hanya digunakan oleh pasien yang mendapat resep. Jangan diberikan pada orang lain.

Jika anda mempunyai pertanyaan tentang obat ini, tanyakan pada dokter, apoteker atau petugas kesehatan yang lain.

MEKANISME AKSI
Terjadi ikatan secara reversibel dengan subunit ribosomal 50S, mencegah terjadinya ikatan peptida sehingga akan menghambat sintesis protein bakteri; efek bakteriostatik atau bakterisidal tergantung dari konsentrasi obat, ;letak infeksi dan jenis organisma.

MONITORING
Obsevasi perubahan pada usus, monitor colitis dan pengobatan terhadap gejala yang timbul; pada pengobatan jangka panjang monitor CBC , tes fungsi hati dan renal secara periodik