informasiobat.com

KLOZAPIN

NAMA GENERIK
Klozapin

NAMA KIMIA
8-chloro-11-(4-methyl-1-piperazinyl)-5H-dibenzo[b,e][1,4]diazepine

GB STRUKTUR KIMIA
269

KETERANGAN
Tidak ada data

SIFAT FISIKOKIMIA
Klozapin berwujud serbuk kristal berwarna kuning, praktis tidak larut dalam air, larut dalam alkohol, mudah larut dalam diklorometana.

SUB KELAS TERAPI
Anti psikosis

KELAS TERAPI
Psikofarmaka

NAMA DAGANG
Clorilex 25 mg; 100 mg, Clozaril 25; 100 mg; Luften 25 mg;100 mg, Sizoril 25 mg; 100 mg

INDIKASI
terapi schizophrenia berulang, mengurangi risiko keinginan bunuh diri kambuhan pada pasien schizophrenia atau gangguan schizoaffective

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dewasa : Schizophrenia : Dosis awal 12.5 mg sehari sekali atau sehari dua kali, ditingkatkan sesuai toleransi pasien, dengan kenaikan dosis 25-50 mg/hari sampai target dosis 300-450 mg/hari setelah 2-4 minggu, denghan kebutuhan dosis mencapai 600-900 mg/hari. Mengurangi risiko bunuh diri : dosis awal 12.5 mg sehari atau sehari dua kali, ditingkatkan sesuai toleransi dengan kenaikan dosis 25-50 mg/hari sampai target dosis 300-450 mg/hari setelah 2-4 minggu; dengan rata-rata dosis ≈ 300 mg/hari (rentang dosis 12.5-900 mg). Lansia : Schizophrenia : pemilihan dan titrasi dosis harus dilakukan dengan hati-hati. ;Penghentian terapi : bila pemberian dosis terganggu/terputus ≥ 48 jam, terapi harus diulang dengan dosis 12.5-25 mg/hari, dosis dapat ditingkatkan lebih cepat dari titrasi awal, kecuali pada kasus cardiopulmonary arrest pada saat titrasi awal. Untuk penghentian terapi yang direncanakan, dilakukan penurunan dosis secara bertahap selama 1-2 minggu. Bila terapi dihentikan secara tiba-tiba (leukopenia), monitor terjadinya psikosis dan rebound cholinergic (pusing, mual, muntah, diare) pada pasien. Terapi clozapine tidak boleh diulang pada pasien dengan penghentian terapi karena WBC<2000/mm3 atau ANC<1000/mm3. Penyesuaian dosis untuk toksisitas : leukopenia tingkat sedang atau granulocytopenia (WBC<3000/mm3 dan/atau ANC<1500/mm3): hentikan terapi. Terapi dapat diulangi bila WBC> 3500 /mm3 dan ANC >2000/mm3. Leukopenia berat atau granulocytopenia (WBC<2000/mm3 dan/atau ANC<1000/mm3): Hentikan terapi dan jangan diulangi.

FARMAKOLOGI
Ikatan protein : 97% Metabolisme : melalui hati Bioavailability : 12-81%, tidak terpengaruh makanan Waktu paro eliminasi : 2,5 jam Eksresi : Urin ( 50%), feses 30 %

STABILITAS PENYIMPANAN
Pada suhu ruangan.

KONTRA INDIKASI
hipersensitifitas clozapine atau komponen lain dlm formulasi, riwayat agranulositosis atau granulositopenia karena klozapine, epilepsi tidak terkontrol, depresi sitem saraf pusat berat atau status koma, ileus paralitik, gangguan myeloploriferatif, digunakan dengan obat lain yang mempunyai risiko menimbulkan agranulositosis atau penekanan sumsum tulang.

EFEK SAMPING
takikardi, ngantuk, pusing, insomnia, konstipasi, penambahan berat badan, air liur berlebih, mual, muntah, angina, perubahan EKG, hipertensi, hipotensi, sinkope, kejang, gangguan penglihatan, sakit kepala, akathisia, bingung, anoreksia, tidak bisa tidur, ansietas, perasaan tidak enak pada perut, diare, sakit tenggorokan, abnormalitas urinary, eosionofila, leukopenia, tremor, hypokinesia

INTERAKSI MAKANAN
ethanol (meningkatkan depresi SSP, sint John's worth menurunkan kadar klozapin.

INTERAKSI OBAT
Meningkatkan efek/toksisitas : potensiasi efek antikolinergik dan hipotensi obat lain. Kombinasi dgn benzodiazepin menyebabkan depresi pernafasan dan hipotensi, terutama minggu awal terapi. Meningkatkan efek risperidon. Konsentrasi serum clozapin dpt ditingkatkan oleh inhibitor CYP1A2 antara lain : ciprofloxasin, fluvoxamin, ketoconazole, norfloxacin, ofloxacin dan roficoxib. Clozapin meningkatkan efek amphetamine, beta bloker selektif, dextromethorphan, fluoxetin, lidocain, mirtazapin, nevazodon, paroxetin, risperidon, ritonavir, TCA,.Efek sedatif dapat ditingkatkan oleh depresan SSP (ethanol, barbiturat, benzodiazepi, analgetik opioid dan sedatif lain). ;Methoclopramid dpt meningkatkan efek risiko EPS ( Extrapyramidal Symptoms). Inhibitor asetilkolinesterasi meningkatkan risiko antisikotik berhubungan dgn EPS. sitalopram meningkatkan efek clozapine. Omeprazole mempengaruhi konsentrasi klozapin. Menurunkan efek : klozapin menurukan efeksubstrat CYP2D6/prodrug :kodein, hydrocodon, oxycodon, tramadaol. Efek clozapin berkurang oleh carbamazepin, fenobarbital, pirimidon, rifampicin dan inducer CYP1A2. klozapin dpt mengembalikan efek epinefrin (hindari dalam terapi obat yang menyebabkan hipertensi). Omeprazole mempengaruhi konsentrasi klozapin.

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
mempengaruhi fungsi hematologi, lekosit, profil kadar lemak puasa, kadar gula darah puasa, kadar HbA1c, tes fungsi hati

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko B. Efek teratogenik tdk muncul pada studi preklinik, namun tdk terdapat bukti ilmiah untuk penggunaan pada wanita hamil. Gunakan hanya jika diperlukan

PENGARUH MENYUSUI
ekskresi melalui asi. Penggunaan tdk dianjurkan

PARAMETER MONITORING
Tidak ada data

BENTUK SEDIAAN
tablet

PERINGATAN
risiko peningkatan kematian pada pasien dimensia terkait psikosis, peningkatan cedera cerebrovaskular. Hati-hati penggunaan bersama diuretik, meningkatkan efek dehidrasi

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Tidak ada data

MEKANISME AKSI
antagonis lemah reseptor dopamin subtipe d1, d2, d3, d5. memiliki afinitas tinggi pd subtipe d4. Menghalangi (blocking) serotonin alfa adrenergik, H1, kolinergik

MONITORING
elektrolit, hematologi, EKG, status mental, tanda vital, peningkatan Berat badan

DAFTAR PUSTAKA
DIH, 17th ed, p370-3; MIMS 112, 2009