informasiobat.com

KODEIN FOSFAT

NAMA GENERIK
Kodein fosfat

NAMA KIMIA
Metilmorfin; 7,8-didehydro-4,5-epoxy-3-methoxy-17 methyl-morphinan-6-ol monohydrate.

STRUKTUR KIMIA
C18H21NO3.H3PO4.1/2H2O

GB STRUKTUR KIMIA
204

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal putih atau hampir putih, mudah larut dalam air dan agak sukar larut dalam alkohol . Larutan 4% mempunyai pH 4-5.

SUB KELAS TERAPI
Analgesik Narkotik

KELAS TERAPI
Analgesik, Antipiretik, Antiinflamasi Nonsteroid, Antipirai.

NAMA DAGANG
Codipront, Codipront Cum Expectorant3, Codein Contin, Coditam*

INDIKASI
Terapi nyeri ringan sampai sedang, antitusif pada dosis yang rendah.

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Oral,antitusif:utk dewasa&anak >12 thn:10-20 mg tiap 4-6 jam, Tidak melebihi 1120 mg/hari. Anak 6 - < 12 thn: 5-10 mg, tiap 4-6 jam, tidak melebihi 60 mg/hari. Anak <2-6 thn: 1 mg/kg dlm dosis terbagi tiap 4-6 jam. Analgesik: dewasa: 15-60 mg oral tiap 4-6 jam; 30 mg SK/IM tiap 4 jam. Analgesik : oral : anak: 0,5-1 mg/kg tiap 4-6 jam: maks : 60 mg/dosis.4 dewasa : 30 mg setiap 4-6 jam, Antitusif (oral: untuk obat non produktif), Anak-anak : 1-1,5mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 4-6 jam, 2-6 tahun : 2,5-5 mg tiap 4-6 jam, maksimal : 30 mg/hari. 6-12 tahun : 5-10mg tiap 4-6 jam, maks : 60 mg/hari. Dewasa : 10-20 mg/dosis tiap 4-6 jam, maks : 120 mg/hari

FARMAKOLOGI
Onset:oral:10-30 menit, Puncak efek:0.5-1 jam.Durasi:oral 4-6 jam,iv:5 jam.waktu paruh eliminasi:2.5-3,5 jam.Metabolisme di hati. Ekskresi melalui ginjal.

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan pada suhu 15-30C

KONTRA INDIKASI
Pada pasien yang hipersensitif terhadap kodein,penyakit hati, gangguan ventilatori, wanita hamil

EFEK SAMPING
>10%:efek pada sistem saraf:mengantuk; efek gastrointestinal:konstipasi.1-10%:efek pada kardiovaskular: takikardi/bradikardi,hipotensi: efek pada sistem saraf pusat:pusing, sakit kepala,berkunang-kunang,kebingungan; efek dermatologik: kemerahan,urtikari;efek gastrointestinal: mulut kering,anoreksia, mual,muntah;efek neuromuskular & skelet:kelelahan.<1%:halusinasi, insomnia,depresi mental.4

INTERAKSI MAKANAN
Alkohol dapat meningkatkan depresi SSP

INTERAKSI OBAT
Dengan bupivacain menimbulkan depresi respirasi.Alkohol meningkatkan risiko toksisitas produk morfin dan oksimorfon.Rifampin menurunkan respon kodein. Kodein inkompatibel dgn barbiturat. Jika digunakan bersamaan dengan depresan SSP, Fenotiazin, antidepresan trisiklik , analgesik opiat, guabenz, inhibitor monoamin dapat meningkatkan toksisitas SSP. Inhibitor CYP2D6 seperti klorpromazin, delavirdin, fluoxetin, mikonazol, paroksetin, pergolida, kuinidin, kuinin, ritonavir dan ropinirol dapat menurunkan efek kodein.

PENGARUH ANAK
Tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai antitusif pada anak < 2 tahun

PENGARUH HASIL LAB
Penentuan amilase/lipase plasma dilakukan 24 jam setelah pemberian obat. Kuinolon dapat memberikan hasil positif palsu terhadap opiat pada tes urin menggunakan instrumen imunoassay

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori C/D.Obat digunakan selama kehamilan bila benar-benar diperlukan, potensial membahayakan fetus

PENGARUH MENYUSUI
Kodein masuk ke ASI, gunakan dengan perhatian

PARAMETER MONITORING
Berkurangnya rasa nyeri, status pernapasan dan mental, tekanan darah, detak jantung.

BENTUK SEDIAAN
tablet:15,30 dan 60 mg(sulfat) larutan,oral:15 mg/5 mL (fosfat);

PERINGATAN
Pada pasien asma, emfisema, COPDgangguan hati dan ginjal, depresi SSP, trauma kepala, disfungsi tiroid, reaksi alergi terhadap sulfit, hipotensi, gunakan dengan perhatian pada pasien dengan hipovalemia, gangguan jantung ( infark akut), atau obat 2 yang dapat memperparah efek hipotensi.

MEKANISME AKSI
Kodein menyebabkan penekanan reflek batuk dg efek langsung pd pusat batuk di medulla otak dan meningkatkan viskostas sekresi bronchial.

DAFTAR PUSTAKA
1. Drug Facts and Comparisons 2009; 2.MIMS 109th 2008; 3.AHFS 2005; 4. Drug Information Handbook