informasiobat.com

LAKTULOSA

NAMA GENERIK
Laktulosa

NAMA KIMIA
4-O-b-D-Galactopyranosyl-D-fructose.

STRUKTUR KIMIA
C12H22O11

GB STRUKTUR KIMIA
231

SIFAT FISIKOKIMIA
Laktulose merupakan gula disakarida yang terdiri dari 1 molekul galaktose dan 1 molekul fructose. laktulosa berbentuk serbuk atau kristal putih; sangat larut dalam air dan sedikit larut dalam alkohol.1 USP 29: larutan tidak berwarna atau sedikit kekuning-kuningan, miscible dengan air.4

SUB KELAS TERAPI
Katartik

KELAS TERAPI
Saluran cerna, obat untuk

NAMA DAGANG
Constipen, Dulcolactol, Duphalac, Lactulax, Lactobion, Lantulos, Laxadilac, Opilax, Pralax, Solac.7

INDIKASI
Konstipasi, pengobatan dan pencegahan hepatic encephalopathy.2,4,6

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Cara pemberian: laktulosa pada umumnya diberikan secara oral. Apabila diberikan melaui gastric tube, laktulosa harus dilarutkan terlebih dahulu agar tidak memicu muntah dan aspirasi pneumonia. laktulosa juga dapat diberikan melalui rektal pada penderita portal-systemic encephalopathy (PSE) dengan kondisi koma, khususnya ketika kemungkinan timbul aspirasi besar.1;Dosis: dewasa, untuk indikasi konstipasi, pemberian secaraoral: 15-45mL (20gram/30mL) 3-4 kali perhari selama 24-48 jam, dosis maksimal: 40gram/hari. Indikasi pencegahan dan pengobatan hepatic encephalopathy, oral: awali dengan dosis 30-45mL (20 gram/30mL) 3-4 kali per hari, kemudian sesuaikan dosis setiap 1-2 hari sampai konsistensi feses yang terbentuk dalam 2-3 kali buang air besar menjadi lembek ATAU 300mL (200 gram) dicampur dengan 700 mL air atau larutan saline. Pemberian secara rektal, diberikan dalam bentuk enema setiap 4-6 jam atau sesuai dengan yang dibutuhkan.6;Dosis: bayi, konstipasi, oral: 2,5-10mL/hari (20 gram/30mL) dalam 3-4 dosis terbagi. Anak-anak, konstipasi, oral: 40-90 mL/hari (20gram/30mL) dalam 3-4 dosis terbagi.6

FARMAKOLOGI
Absorpsi Bioavaibilitas setelah pemberian oral: kecil.6 Mula kerja obat untuk mengobati konstipasi: 24-48 jam.6;Ekskresi: melaui ginjal: 3%, empedu: sedikit, feses: sedikit.6;Metabolisme: terutama terjadi di usus besar menghasilkan metabolit utama: asam laktat yang aktif. Selain itu juga menghasilkan asam format dan asam asetat yang aktif.6

STABILITAS PENYIMPANAN
Serbuk maupun larutan laktulosa harus disimpan pada suhu 15-30oC. Larutan laktulosa tidak boleh dibekukan karena dapat menyebabkan sediaan menjadi semisolid dan sulit untuk dituang. Paparan terhadap panas dapat menyebabkan larutan menjadi keruh (cloudiness); ;Sedangkan paparan terhadap panas dan cahaya dapat menyebabkan warna larutan menjadi lebih gelap. Menurut pabrik penghasil sediaan, perubahan tersebut tidak mengindikasikan adanya perubahan potensi.1

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap produk laktose, galaktosemia, pasien dalam program bebas galaktose, penderita intestinal obstruction.2,4,6

EFEK SAMPING
Efek Samping: endokrin: asidosis, hiperglicemia, hipernatremia, hipokalemia; gastrointestinal: borborygmus (suara keroncongan di perut), mual, muntah, nyeri abdomen, perut kembung.1,2,4,6

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Acenocoumarol, Dicumarol, Droperidol, Levomethadyl, Licorice, Mesalazine, Phenprocoumon, Warfarin. 5,6

PENGARUH ANAK
Informasi penggunaan laktulose untuk pencegahan dan pengobatan portal-systemic encephalopathy pada anak-anak belum banyak ditemukan. Demikian juga efektivitas dan keamanannya untuk mengatasi konstipasi anak-anak belum diketahui.1

PENGARUH KEHAMILAN
Berdasarkan kategori FDA: B. laktulosa diketahui tidak masuk dalam plasenta.6

PENGARUH MENYUSUI
Berdasarkan Thomson Lactation Rating: risiko pada bayi belum dapat diketahui.6

PARAMETER MONITORING
Konsistensi feses

BENTUK SEDIAAN
Sirup

PERINGATAN
Hati-hati pemeberian pada penderita dengan lactose intolerance.2 Pada penggunaan pertama kali laktulosa seringkali dapat menyebabkan diare. Jika terjadi diare pada penggunaan pertama, kurangi dosis laktulosa. Hentikan penggunaan laktulosa jika diare masih terjadi. Jangan menggunakan laktulosa bersama dengan jenis laksatif yang lain pada penderita portal-systemic encephalopathy karena dapat menimbulkan kerancuan ketika menentukan dosis laktulose untuk pemakaian jangka panjang berikutnya.6;Penggunaan laktulosa dengan dosis berlebih pada penderita dengan komplikasi penyakit hati yang parah dapat memperparah kekurangan cairan dan kalium. Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring kadar kalium dalam darah secara berkala. Pemberian laktulosa pada penderita Diabetes Mellitus perlu mendapat perhatian khusus karena larutan lactulosa mengandung laktosa dan galaktosa.1,4

KASUS TEMUAN
Pemberian laktulosa dengan dosis yang terlalu besar dapat menyebabkan terjadinya diare, yang memicu timbulnya dehidrasi, hipokalemia, hipernatremia.1,4

INFORMASI PASIEN
Gunakan sesuai dengan petunjuk dari dokter. Apabila salah satu dosis pemberian terlupakan, minum obat sesegera mungkin. Abaikan dosis yang digunakan apabila baru keesokan harinya teringat. Jangan gunakan 2 dosis pemberian dalam 1 kali minum.6

MEKANISME AKSI
Terkait dengan perubahan pH kolon sebagai dampak asam organik yang terbentuk dari pemecahan laktulosa di kolon.6

MONITORING
Konsistensi feses; frekuensi buang air besar.6

DAFTAR PUSTAKA
1. AHFS 2008 2.BNF 56th edition 3.Drug Information Handbook 4.Martindale 35th edition 5. Stockley's Drug Interaction 6. Micromedex 7. MIMS volume 9 2008