informasiobat.com

LAMIVUDIN

NAMA GENERIK
Lamivudin

SIFAT FISIKOKIMIA
Lamivudin merupakan padatan berwarna putih. Larut dalam air.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

FARMAKOLOGI
Distribusi : Va : 0,5 L/kg;Bioavailabilitas : 86,4%;Metabolisme: mengalami perubahan menjadi metabolit tidak aktif.;Elminiasi T 1-1,6 jam;Waktu puncak: 1 jam;Ekskresi : 40% melalui urin menjadi obat yang tidak berubah

STABILITAS PENYIMPANAN
Sebagai kapsul dan puyer stabil disimpan di ruang dengan temperatur kamar.;Sesudah dicairkan stabil selama 30 hari bila disimpan di lemari pendingin.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap lamivudin atau komponen lain dalam sediaan.

EFEK SAMPING
Sakit perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, demam, ruam, alopecia, rasa malas, insomnia, batuk, gangguan pada hidung, arthralgia, sakit pada otot dan neuropathy perifer.

INTERAKSI OBAT
Penggunaan bersama : ;-hidroksi urea akan meningkatkan efek pankreatitis dan hepatotoksik.;- zalcitabine, terjadi peningkatan neuropati perifer.;- zidovudin, mengurangi foforilase intraseluler;- doxorubisin, mengurangi fosforilasi intraseluler, bisa digunakan dengan perhatian;- ribavirin, mengurangi fosorilasi intraseluler, bisa digunakan dengan perhatian.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C

PENGARUH MENYUSUI
Tidak diketahui efek masuknya ke dalam ASI, kontraindikasi untuk ibu menyusui

PARAMETER MONITORING
Monitor fungsi liver, yang nampak maupun simptom, neuropati, angka kekuatan viral dan angka CD4

BENTUK SEDIAAN
Kapsul 15 mg, 20 mg, 30 mg, 40 mg;Puyer Untuk Larutan Oral, 1 mg/ml (200 ml)

PERINGATAN
Terapi lamivudin harus dihentikan jika sakit perut semakin parah, mual, muntah, atau hasil biokimia yang tidak normal, sampai terjadinya pankreatitis.Terapi dengan lamivudin mungkin dapat menyebabkan laktat asidosis dan harus dihentikan jika terjadi; peningkatan konsentrasi aminotransferase, hepatomegali atau laktat asidosis yang tidak diketahui etiologinya.Penggunaan lamivudin harus hati-hati pada pasien hepatomegali atau pasien dengan faktor risiko gangguan hati.

INFORMASI PASIEN
Lakukan diskusi degan pasien mengenai frekuensi pemberian obat, dan efek samping untuk menjamin kepatuhan pasien, terutama untuk mencegah resistensi yang emergensi.

MONITORING
Simtom yang ada, neuropati,hasil laboratorium dari fungsi hati, angka kekuatan virus dan CD4

{BOTTOM}