informasiobat.com

LIDOKAIN

NAMA GENERIK
Lidokain

NAMA KIMIA
2-(diethylamino)-2′,6′-acetoxylidide monohydrochloride monohydrate

KETERANGAN
Nama lain : lignokain. Penggunaan sebagai garam HCl.

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk putih, mudah larut dalam air.

SUB KELAS TERAPI
Anestesi lokal

KELAS TERAPI
Anastesi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Anestesi lokal injeksi:dewasa dan anak: bervariasi bergantung pada prosedur, tingkat anestesi yang diinginkan, perfusi jaringan, durasi yang diinginkan dan kondisi fisik pasien: maksimum 4,5 mg/kg/dosis; jangan diulang dalam waktu 2 jam.Antiaritmia: anak: IV: loading dose: 1 mg/kg (maksimum 100 mg); diikuti dengan infus; dapat diberikan bolus kedua 0,5-1 mg/kg dengan jarak antara bolus dan awal infus >15 menit. Infus: 20-50 mcg/kg/menit. Gunakan 20 mcg/kg/menit pada pasien shok, penyakit hati, henti jantung, gagal jantung ringan,; gagal jantung sedang-berat dibutuhkan 1/2 loading dose dan kecepatan infus yang lebih lambat untuk menghindari toksisitas.

FARMAKOLOGI
Mula kerja IV: dosis bolus tunggal: 45-90 detik. Durasi kerja: 10-20 menit. Distribusi: Vd: 1,1-2,1 L/kg; berubah oleh berbagai faktor pasien; menurun oleh gagal jantung kronik dan penyakit hati; melewati barier darah otak.Ikatan protein: 60-80% pada alfa1asam glikoprotein. Metabolisme: di hati 90%; metabolit aktif monoetilglisineksilidid (MEGX) dan glisineksilidid (GX) dapat terakumulasi dan menyebabkan toksisitas SSP.

STABILITAS PENYIMPANAN
Injeksi lidokain stabil pada suhu ruang. Stabilitas campuran parenteral pada suhu ruang (25C) adalah masa kadaluwarsa yang tertera pada wadah sebelum dicampur; Bila telah dibuka kestabilan hilang setelah 30 hari.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap lidokain atau komponen yang terdapat dalam formula, hipersensitif terhadap anestesi lokal golongan amida; Adam-stokes syndrome; blok SA/AV/ Intraventrikel berat (kecuali pasien dengan pacu jantung artifisial yang berfungsi); injeksi campuran yang mengandung dextrose dari jagung dan digunakan pada pasien yang alergi terhadap produk jagung.

EFEK SAMPING
Efek bervariasi tergantung pada rute pemberian. Sebagian besar efek bergantung pada dosis. Frekuensi tidak dinyatakan. Kardiovaskuler: aritmia, bradikardi, spasme arteri, kolaps kardiovaskuler, ambang defibrilasi meningkat, udem, flushing, blok jantung, hipotensi, supresi simpul SA, insufisiensi vaskuler (injeksi periartikuler). SSP: agitasi, cemas, koma, bingung, disorientasi, pusing, mengantuk, eforia, halusinasi, sakit kepala, hiperestesia, letargi, kepala terasa ringan, cemas, psikosis, seizure, bicara tidak jelas, somnolens, tidak sadar. Dermatologi: angioedema, memar, dermatitis kontak, depigmintasi, udem kulit, gatal, petekia, pruritis, ruam, urtikaria. .

INTERAKSI MAKANAN
St.John"s wort dapat menurunkan level lidokain

INTERAKSI OBAT
Efek sitokrom P450: substrat dari CYP1A2 (minor), 2A6 (minor), 2B6 (minor), 2C9 (minor), 2D6(major), 3A4(major); penghambat: CYP1A2 (kuat), 2D6 (moderate), 3A4 (moderate). Peningkatan efek/toksisitas: efek/level lidokain dapat meningkat oleh amfetamin, amiodaron, antijamur azol, betabloker, klorpromazin, klaritromisin, delavirdin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, fluoksetin, imatinib, isoniazid, mikonazol, nefazodon, nikardipin, paroksetin, pergolid, propofol, protease inhibitor, kuinidin, kuinin, ritonavir, ropinorel, telitromisin, verapamil, dan penghambat CYP2D6 atau 3A4 lainnya.

PENGARUH ANAK
Dosis pada anak harus diturunkan sesuai berat badan dan umur.

PENGARUH HASIL LAB
Suntikan IM lidokain dapat meningkatkan tingkat kreatinin fosfokinase.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor resiko B

PENGARUH MENYUSUI
Masuk ke ASI dalam jumlah kecil, gunakan dengan hati-hati.

PARAMETER MONITORING
Tanda vital, tingkat kesadaran, tanda toksisitas SSP, kardiovaskuler, pernafasan.

BENTUK SEDIAAN
injeksi dalam poliampul 20 ml 2%, 2 ml 2%, jeli 2%, krim, salep, larutan, larutan semprot 10%,

PERINGATAN
Intravena: Monitoring EKG menetap perlu dilakukan selama pemberian IV. Gunakan hati-hati pada gagal hati, blok jantung, sindroma Wolff-Parkinson-White, Gagal jantung kronik, hipoksia nyata, depresi pernafasan berat, hipovolemia, riwayat hipertermia malignan, atau shok. Peningkatan kecepatan ventrikel munkin dapat terlihat pada pasien dengan fibrilasi atrium. Koreksi gangguan elektrolit terutama hipokalemia atau hipomagnesemia sebelum dan selama penggunaan. Koreksi setiap gangguan akibat aritmia ventrikel,. Monitor dengan ketat tanda dan gejala toksisitas SSP. Orang tua cenderung mengalami efek samping SSP dan kardiovaskuler. Turunkan dosis pada disfungsi hati dan gagal jantung kronis. Anestestesi suntikan: ikuti teknik pemberian yang tepat, Larutan yang mengandung pengawet antimikroba jangan digunakan untuk anestesia epidural atau spinal.

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Bila digunakan di mulut, pasien harus hati-hati terhadap dapat terjadinya gangguan menelan yang dapat meningkatkan aspirasi yang berbahaya. Sehubungan dengan hal tersebut, jangan menelan makanan selama 60 menit sesudah penggunaan anestesi lokal di daerah mulut atau kerongkongan.

MEKANISME AKSI
Memblok terjadinya dan penghantaran impuls dengan cara menurunkan permeabilitas membran terhadap natrium yang menyebabkan penghambatan depolarisasi yang berakibat pada penghambatan hantaran.

MONITORING
Monitoring yang menetap dan waspada pada tanda vital, kardiovaskuler dan pernafasan (ventilasi yang adekuat) serta tingkat kesadaran pasien harus dilakukan sesudah setiap pemberian injeksi anestesi lokal.

DAFTAR PUSTAKA
1. Lacy CF, Armstrong LL, Goldman MP, Lance LL.Drug Information Handbook 17th ed. (2008),Lexi-Comp Inc. Ohio. 2. Sweetman SC.Blake PS., McGlashan JM., Neathercoat GC., Parson AV., et.al. Martindale: The Complete Drug Reference 24th ed. 2005, Pharmaceutical Press great Britain. 3.http://www.drugs.com/pro/html.

{BOTTOM}