informasiobat.com

MEROPENEM

NAMA GENERIK
Meropenem

NAMA KIMIA
BM: 437,5

STRUKTUR KIMIA
C17H25N3O5S.3H2O

KETERANGAN
Berasal dari Streptomyces cattleya, struktur kimia mirip dengan beta laktam.

SIFAT FISIKOKIMIA
Kristal putih tidak berwarna, sangat sukar larut dalam air, sangat sedikit larut dalam alkohol, praktis tidak larut dalam aseton dan eter, larut dalam dimethylformamid. Larutan 1% dalam air mempunyai pH 4,0-6,0.

SUB KELAS TERAPI
Antibakteri

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Kisaran dois lazim: Neonatus: IV.: postnatal usia 0-7 hari: 20 mg/kg/dosis setiap 12 jam. >7 hari: berat 1,2 kg-2 kg: 20 mg/kg/dosis setiap 12 jam; berat > 2 kg: 20 mg/kg/dosis setiap 8 jam. Anak ≥3 bulan: IV: 60 kg/kg/hari dibagi dalam setiap 8 jam , maksimum 6 g/hari. Dewasa: IV.: 1,5-6 g/hari dibagai dalam setiap 8 jam. Dosis pada indikasi khusus: Anak ≥3 bulan: IV: infeksi intra abdomen: 20 mg/kg setiap 8 jam, maksimum 1 g setiap 8 jam; Meningitis: 40 mg/kg setiap 8 jam maksimum 2 g setiap 8 jam. Infeksi kulit dan struktur kulit (komplikasi): 10 mg/kg setiap 8 jam, maksimum 500 mg setiap 8 jam. Anak >50 kg dan dewasa: IV: Pseudomonas: Cholangitis, infeksi intra-abdomen, febrile neutropenia: 1 g setiap 8 jam. Infeksi kulit dan struktur kulit (komplikasi): 500 mg/kg setiap 8 jam, kaki diabetik: 1 g setiap 8 jam. Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: Dewasa: Clcr 26-50 ml/menit: dosis yang direkomendasikan sesuai indikasi setiap 12 jam; Clcr 10-25 ml/menit: setengah dosis yang direkomendasikan setiap 12 jam; Clcr <10 ml/menit: setengah dosis yang direkomendasikan setiap 24 jam; Dialisis: meropenem dan metabolit mudah didialisa; berikan obat sesudah didialisis.

FARMAKOLOGI
Distribusi: Vd: dewasa: 0,3 L/kg, anak : 0,4-0,5 L/kg; penetrasi ke sebagian besar cairan tubuh dan jaringan baik; konsentrasi di cairan serebrospinal kurang lebih sama dengan di plasma. Ikatan protein: 2%; Metabolisme: hati: menjadi cincin betalaktam terbuka yang tidak aktif; waktu paruh eliminasi: fungsi ginjal baik: 1-1,5 jam; Clcr 30-80 ml/menit: 1,9-3,3 jam; Clcr 2-30 ml/menit: 3,82-5,7 jam; Tmaks: jaringan: 1 jam sesudah pemberian infus; ekskresi: urin (25% sebagai metabolit tidak aktif

STABILITAS PENYIMPANAN
Serbuk kering harus disimpan pada suhu ruang yang terkontrol : 20 -25C. Meropenem infus dapat dicampur dengan larutan KCL, NaCl atau dektrosa fisiologis.Meropenem 500 mg dicampur dengan 10 ml dan 1 g dengan 20 ml. Kemudian dapat diencerkan dengan larutan yang sesuai untuk infus. Konsultasikan detail dari pencampuran dengan label dari pabrik. Kestabilan dalam larutan KCL: sampai 2 jampada suhu ruang dan sampai 12 jam pada lemari pendingin. Kestabilan dalam larutan NaCL: sampai 2 jam pada suhu ruang dan sampai 128jam pada lemari pendingin. Kestabilan dalam larutan dekstrosa: sampai 1 jam pada suhu ruang dan sampai 8 jam pada lemari pendingin.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap meropenem , komponen formal atau karbapenem lain (imipenem); pasien yang mempunyai riwayat reaksi alergi dengan beta laktam.

EFEK SAMPING
1-10%: Kardiovaskuler: Gangguan pembuluh darah perifer (<1%). SSP: Sakit kepala (25-8%), nyeri (5%). Dermatologi: ruam /92-3%, termasuk moniliasis daerah diaper pada anak), pruritis (1%). Saluran cerna: Diare (4-5%), mual/muntah (1-8%), konstipasi (1-7%)moniliasis oral (sampai 2% pada pediatri), glositis. Hematologi: anemia (sampai 6%). Lokal Inflamasi pada tempat suntikan (2%), flebitis/tromboplebitis (1%), reaksi temapt suntikan (1%). Pernafasan: apnea (1%). Lain-lain: Sepsis (2%), shok sepsis (1%). <1% terbatas yang penting dan mengancam jiwa: Agitasi/delirium, agranulositosis, angioedem, aritmia, peningkatan bilirubin, bradikardia, peningkatan BUN, peningkatan kreatinin, kolestatik, jaundis, penurunan waktu protrombin, dispepsia, dispnea, eosinofilia, epistaksis, eritema multiform, perdarahan saluran cerna, halusinasi, hilang pendengaran, gagal jantung, hemoperitoneum, gagal hati, hiper/hipotensi, ileus, leukopenia, efusi, udem pulmonal, emboli pulmonal, gagal ginjal, seizure, Steven Johnson Syndrome, sinkop, trombositopenia, epidermalnekrolisis, urtikaria, moniliasis vagina.

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Peningkatan efek: Probenesid dapat meningkatkan konsentrasi serum meropenem. Penurunan efek: Meropenem dapat menurunkan konsentrasi serum asam valproat sampai dibawah kadar terapetik. Antibitiotik dapat menurunkan Ty21a, melemahkan vaksin tifoid; tunda vaksinasi selama 24 jam sesudah pemberian antibiotik

PENGARUH ANAK
Keamanan dan efikasi belum ditetapkan pada anak <3 bulan.

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko B. Efek teratogenik tidak ditemukan pada studi dengan hewan coba; gunakan selama kehamilan hanya bila indikasinya jelas.

PENGARUH MENYUSUI
Gunakan dengan hati-hati walau ekskresi dalam ASI belum diketahui.

PARAMETER MONITORING
Tanda anafilaksis selama dosis awal.

BENTUK SEDIAAN
Vial serbuk injeksi mengandung 0,5 g dan 1g Meropenem yang dicampur dengan Natrium karbonat.

PERINGATAN
Reaksi hipersensitivitas serius termasuk anafilaksis terjadi, beberapa diantaranya terjadi tanpa ada riwayat reaksi alergi sebelumnya dengan beta laktam. Penggunaannya berhubungan dengan ROTD SSP, termasuk keadaan bingung, serangan kejang; gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan SSP seperti lesi otak, riwayat serangan kejang, atau gagal ginjal. Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan superinfeksi bakteri atu jamur, termasuk Clostridium difficile yang terkait dengan diare (CDAD) dan pseudomembran colitis; CDAD terjadi <2 bulan setelah terapi antibitotik. Gunakan hati-hati pada pasien dengan gagal ginjal, sesuaikan dosis pada gagal ginjal sedang-berat. trombositopenia dilaporkan terjadi pada pasien dengan gangguan ginjal.Dosis lebih rendah (berdasarkan fungsi ginjal) sering dibutuhkan pada pasien tua. Keamanan dan efikasi belum ditetapkan pada anak <3 bulan.

INFORMASI PASIEN
Laporkan segera bila terjadi: lidah yang kehitaman, sulit bernafas/ nafas pendek, tinja berbau bacin, ruam, gatal, pada kulit, gatal pada vagina atau berlendir, plak putih di mulut. Bila tinja bmengandung darah atau nanah adalah hal yang serius segera hubungi dokter, jangan di terapi di rumah.

MEKANISME AKSI
Menghambat biosintesa dinding sel bakteri dengan berikatan pada beberapa penicillin-binding protein, yang selanjutnya terjadi penghambatan sintesa peptidoglikan di dinding sel. Bakteri lisis karena aktivitas enzim otolisis dinding sel ( autolysin dan murein hydrolyses) pada saat penyusunan dinding sel terhenti.

MONITORING
Monitor respons pasien terhadap terapi. Secara periodik monitor fungsi ginjal, hati dan darah pada terapi jangka panjang.

DAFTAR PUSTAKA
1. Drug Information Handbook 17th ed. (2008),Lexi-Comp Inc. Ohio. 2. Martindale: The Complete Drug Reference 24th ed. 2005, Pharmaceutical Press great Britain. 3. http://www.drugs.com/pro/html.4. ISO Indonesia vol.43 2008. PT.ISFI penerbitan, Jakarta. 5. A to Z Drug Fact, 2003. Ovid.

{BOTTOM}