informasiobat.com

METFORMIN

NAMA GENERIK
Metformin

NAMA KIMIA
N,N-dimethylimidodicarbonimidic diamide

GB STRUKTUR KIMIA
105

SIFAT FISIKOKIMIA
Metformin umumnya terdapat dalam bentuk metformin hidroklorida, merupakan kristal putih atau putih tulang (off-white) dengan BM 165,63. ;Metformin hidroklorida sangat mudah larut dalam air, dan praktis tidak larut dalam aseton, eter ataupun kloroform. pKa metformin = 12,4 dan pH larutan 1% metformin hidroklorida = 6,68

SUB KELAS TERAPI
Hormon, Obat Endokrin Lain dan Kontraseptik

NAMA DAGANG
Metformin (Generic); Benoformin; Bestab; Diabex; Eraphage; Forbetes; Formell; Glucotika; Glucophage; Gludepatic; Glufor; Glumin; Methpica; Metphar; Neodipar; Rodiamet; Tudiab; Zendiab; Zumamet

INDIKASI
Diabetes Melitus Tipe II yang gagal dikendalikan dengan diet dan OHO golongan sulfonilurea, terutama pada pasien yang gemuk

FARMAKOLOGI
Satu-satunya golongan biguanida yang masih dipergunakan sebagai obat antidiabetes oral;Metformin dapat digunakan bersama dengan insulin atau senyawa sulfonilurea lainnya;Sebagian besar penderita diabetes yang gagal diobati dengan sulfonilurea umumnya dapat ditolong dengan biguanida;Antidiabetik oral golongan biguanida mempunyai mekanisme kerja yang berbeda dengan golongan sulfonilurea. Obat-obat ini bekerja menurunkan kadar glukosa darah tidak melalui perangsangan sekresi insulin, melainkan langsung pada hati (hepar),;yaitu menurunkan produksi glukosa hati dengan jalan menurunkan kecepatan glikogenolisis dan glukoneogenesis;Disamping itu, metformin juga meningkatkan sensivitas sel-sel tubuh terhadap insulin dengan jalan memperbaiki transport dan meningkatkan penggunaan glukose sel-sel otot dan ekstrahepatik lainnya;Metformin dapat memperbaiki uptake glukosa sampai sebesar 10-40%;Metformin tidak merangsang sekresi insulin, oleh sebab itu hanya efektif bila terdapat insulin endogen;Karena tidak merangsang sekresi insulin, senyawa-senyawa biguanida hampir tidak pernah menyebabkan hipoglikemia. ;Pada orang non-diabetik, pemberian senyawa biguanida tidak menurunkan kadar glukosa darah;Kelebihan metformin dari OHO sulfonilurea adalah tidak menaikkan berat badan, tidak menimbulkan masalah hipoglikemia dan hiperinsulinemia;Penyerapan OH biguanida di usus cukup baik. Ketersediaan hayati absolut pada pemberian 500 mg metformin per oral pada kondisi puasa sekitar 50-60%, dan absorpsi akan berkurang dengan meningkatnya dosis yang diberikan;Makanan dapat menurunkan absorpsi dan memperpanjang waktu absorpsi (konsentrasi puncak dalam plasma menurun sekitar 40%, dan waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi puncak bertambah panjang sekitar 35 menit);Berbeda dengan OHO sulfonilurea yang sebagian besar terikat pada protein plasma, metformin hampir tidak ada yang terikat pada protein plasma;Metformin terpartisi ke dalam sel-sel darah merah;Pada pemberian dosis terapi normal, Konsentrasi plasma steady state metformin tercapai dalam 24-48 jam dan umumnya <1 m g/mL, dengan konsentrasi plasma maksimum tidak lebih dari 5 m g/mL, bahkan pada dosis maksimum;Metformin diekskresikan melalui urin dalam bentuk asal (tak berubah);Renal clearance lebih kurang 3,5 kali lebih besar dari pada creatinine clearance, menunjukkan bahwa sekresi tubular merupakan jalan utama eliminasi metformin;Setelah pemberian per oral, sekitar 90% metformin yang terabsorpsi akan dieliminasi melalui ginjal dalam waktu 24 jam. Waktu paruh eliminasi plasma sekitar 6,2 jam, namun waktu paruh eliminasi darah sekitar 17,6 jamginjal dalam waktu 24 jam. ;Waktu paruh eliminasi plasma sekitar 6,2 jam, namun waktu paruh eliminasi darah sekitar 17,6 jam;Hal ini menunjukkan bahwa massa sel-sel darah merah kemungkinan besar merupakan kompartemen distribusi metformin

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan pada suhu 20-25C

KONTRA INDIKASI
Gangguan fungsi ginjal atau hati;Predisposisi asidosis laktat;Gagal jantung;Infeksi atau trauma berat;Dehidrasi;Alkoholisme;Hamil atau menyusui

EFEK SAMPING
Gangguan pencernaan, antara lain mual, muntah, diare ringan. Anoreksia. Asidosis laktat, terutama terjadi pada penderita gangguan ginjal dan/atau hati, atau pada peminum alkohol. Gangguan penyerapan vitamin B12

INTERAKSI MAKANAN
Makanan dapat menurunkan absorpsi dan memperpanjang waktu absorpsi metformin

INTERAKSI OBAT
Alkohol: dapat menambah efek hipoglikemik, risiko asidosis laktat;Antagonis kalsium: misalnya nifedipin kadang-kadang mengganggu toleransi glukosa;Antagonis Hormon: aminoglutetimid dapat mempercepat metabolisme OHO; oktreotid dapat menurunkan kebutuhan insulin dan OHO;Antihipertensi diazoksid: melawan efek hipoglikemik;Antidepresan (inhibitor MAO): meningkatkan efek hipoglikemik;Antihistamin: pada pemakaian bersama biguanida akan menurunkan jumlah trombosit;Anti ulkus: simetidin menghambat ekskresi renal metformin, sehingga menaikkan kadar plasma metformin;Hormon steroid: estrogen dan progesterone (kontrasepsi oral) antagonis efek hipoglikemia;Klofibrat: dapat memperbaiki toleransi glukosa dan mempunyai efek aditif terhadap OHO;Penyekat adrenoreseptor beta : meningkatkan efek hipoglikemik dan menutupi gejala peringatan, misalnya tremor;Penghambat ACE: dapat menambah efek hipoglikemik

PENGARUH ANAK
Tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak-anak di bawah usia 10 tahun

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko kehamilan FDA : Katagori B;Tidak disarankan untuk wanita hamil

PENGARUH MENYUSUI
Metformin dapat masuk ke dalam air susu ibu. Oleh sebab itu tidak boleh diberikan pada ibu menyusui

PARAMETER MONITORING
Kadar glukosa darah puasa : 80120mg/dl;Kadar hemoglobin A1c : <100mg/dl;Gejala hipoglikemia

BENTUK SEDIAAN
Tablet 500 mg dan 850 mg, Tablet Ss (Tablet Lepas Lambat) 500 mg dan 850 mg

INFORMASI PASIEN
Jangan konsumsi obat lain tanpa seizin dokter atau apoteker;Obat ini hanya berperan sebagai pengendali diabetes, bukan penyembuh;Obat ini hanya faktor pendukung dalam pengelolaan diabetes, faktor utamanya adalah pengendalian diet (pola makan) dan olah raga;Konsumsi obat sesuai dosis dan aturan pakai yang diberikan dokter;Monitor kadar glukosa darah sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter;Jika Anda merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing, lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat, segera hubungi dokter;Laporkan pada dokter jika Anda berencana untuk hamil;Obat ini tidak boleh dikonsumsi semasa hamil atau menyusui, kecuali sudah diizinkan oleh dokter

MEKANISME AKSI
Antidiabetik oral golongan biguanida mempunyai mekanisme kerja yang berbeda dengan golongan sulfonilurea. Obat-obat ini bekerja tidak melalui perangsangan sekresi insulin, melainkan langsung pada hati (hepar), yaitu menurunkan produksi ;glukosa hati dengan jalan mengurangi glikogenolisis dan glukoneogenesis. Disamping itu, metformin juga meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin dengan jalan memperbaiki transport dan meningkatkan penggunaan ;glukosa oleh sel-sel otot dan ekstrahepatik lainnya