informasiobat.com

METHYLENE BLUE

NAMA GENERIK
Methylene blue

NAMA KIMIA
Methylthioninum Chloride; 3,7-Bis(dimethylamino) phenazathionium chloride trihydrate;

STRUKTUR KIMIA
C16H18CIN3S,3H2O 4

GB STRUKTUR KIMIA
221

KETERANGAN
Tidak ada data

SIFAT FISIKOKIMIA
USP 29: berbentuk kristal warna hijau tua atau serbuk kristal dengan kilauan seperti perunggu. Tidak berbau. Larut dalam air dengan perbandingan 1:25 dan sedikit larut dalam alkohol dengan perbandingan 1:65. Di dalam air atau alkohol berwarna biru tua. Larut juga dalam kloroform.4 Methylene blue memiliki berat molekul 373,90 dan pH sistemik 3-4,5.6

SUB KELAS TERAPI
Khusus

KELAS TERAPI
Antidot dan obat lain untuk keracunan

NAMA DAGANG
Tidak ada data

INDIKASI
Antidot pada keracunan sianida dan obat-obat lain yang dapat menyebabkan methemoglobin. Selain itu, methylene blue juga digunakan sebagai bahan indikator.3

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Pada kasus acute methaemoglobinemia, methylene blue diberikan secara IV bolus selama beberapa menit. Dosis anak dan dewasa : 1-2mg/kg atau 25-50 mg/m2 selama beberapa menit : dapat diulang dalam 1 jam jika diperlukan.3Dosis: NADPH-methamoglobin reductase deficiency, anak-anak, oral: 1-1,5mg/kg/hari (maksimal: 300mg/hari) berikan bersama dengan Vit C 5-8 mg/kg/hari. Methamoglobinemia, anak-anak dan dewasa, IV: 1-2 mg/kg atau 25-50 mg/m2 diberikan selama beberapa menit, dan jika diperlukan dapat diulang 1 jam kemudian. Antiseptik genitourinary, dewasa, oral: 65-130mg diberikan 3 kali/hari bersama dengan segelas penuh air putih (maksimal: 390mg/hari).6,3,4

FARMAKOLOGI
Absorpsi: oral: 53%-97%, ekskresi: melalui urin dan feses, metabolisme: menghasilkan metabolit leucomethylene blue .3,6

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan dalam wadah kedap udara, suhu 25oC (dengan simpangan yang diijinkan 15oC-30oC) dan terlindung dari cahaya. 4,6,6

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap methylene blue atau komponen lain dalam formulasi; pemberian injeksi intraspinal; gangguan fungsi ginjal; wanita hamil (bila diberikan melalui rute intra-amniotically).3 Methylene blue tidak boleh digunakan untuk mengobati methemoglobinemia yang disebabkan keracunan klorat, walaupun beberapa pustaka masih mengijinkan penggunaan pada kasus keracunan klorat yang berat.4 Pada kasus keracunan sianida, Methylene blue juga dikontraindikasikan pemberiannya.6 Pemakaian methylene blue dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan anemia karena adanya percepatan penghancuran eritrosit.1

EFEK SAMPING
Efek samping pada: kardiovaskuler: hipertensi, nyeri pada daerah prekordial, cardiac dysrhythmia; sistem saraf pusat: pusing, kebingungan, sakit kepala, demam; kulit: timbulnya noda pada kulit, urticaria, nekrosis kulit; gastrointestinal: diare, perubahan warna pada feses (biru kehijauan), mual, muntah, nyeri abdomen, peritonitis; genitourinary: perubahan warna urin (biru kehijauan), iritasi kantung kencing hematology: anemia, methemoglobinemia; miscellaneous: berkeringat berlebihan; endocrine: malignant hyperthermia, respiratory: pulmonary edema.3,4,6

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Tidak ada data

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Berdasarkan kategori FDA: C. Penelitian yang dilakukan pada hewan coba menunjukkan adanya efek teratogenik atau embriocidal pada fetus. Belum diketemukan penelitian pada wanita hamil. Methylene blue tidak diketahui apakah masuk dalam plasenta atau tidak.6

PENGARUH MENYUSUI
Berdasarkan WHO rating : hindari pemberian pada wanita menyusui ( khusunya jika melahirkan bayi prematur). Sedangkan berdasarkan Thomson Lactation rating : risiko pada bayi belum dapat diketahui.6

PARAMETER MONITORING
Kadar methemoglobin, tekanan darah, kadar bilirubin dalam darah, anemia.6

PERINGATAN
Methylene blue dapat menyebabkan hemolytic anemia, oleh karena itu jangan gunakan sebagai pewarna enteral feedings untuk mengetahui terjadinya aspirasi. Tidak boleh disuntikkan secara subkutan (dapat menyebabkan necrotic abcess) atau intratekal (dapat menyebabkan kerusakan saraf). Hati-hati apabila diberikan pada anak-anak dan pasien dengan defisiensi G6PD.3,4,6

KASUS TEMUAN
Beberapa gejala terjadinya overdosis/toksisitas obat, antara lain: mual, muntah, nyeri prekordial hipertensi, methemoglobinemia, dan sianosis. 3

INFORMASI PASIEN
Gunakan obat sesuai dengan petunjuk dokter. Apabila salah satu dosis pemberian terlupakan, minum obat sesegera mungkin. Abaikan dosis yang digunakan apabila sudah dekat dengan pemberian dosis berikutnya. Jangan gunakan 2 dosis pemberian dalam 1 kali minum.6

MEKANISME AKSI
Methylene biru emnghambat ikatan kalsium oleh oksalat dan matriks tulang organik. Methylene biru juga membentuk kristal pada permukaan sel untuk menurunkan kecenderungan partikel oksalat untuk beragregasi.Sebagai tambahan, methylene biru juga mampu mengubah asidosis intraseluler ( seperti pada asidosis tubulus ginjal), dengan cara berkompetisi dengan nukleotida di fosferidin sebagai reseptor hidrogen.(1)

MONITORING
Tidak ada data

DAFTAR PUSTAKA
1.AHFS 2008 2.BNF 56th ed 3.Drug Information Handbook,hal 1029 4.Martindale 35th edition, hal 1012 5. Stockley's Drug Interactions 6. MICROMEDEX 7. MIMS volume 9 2008