informasiobat.com

MIDAZOLAM

NAMA GENERIK
Midazolam

NAMA KIMIA
8-Chloro-6-(2-fluorophenyl)-l-methyl-4h-imidazol[1,5-α][1,4]benzodiazepin.Garam HCl

STRUKTUR KIMIA
C18H13CLFN3=325,8 C18H13CLFN3.HCl=362,2

KETERANGAN
Penggunaan sebagai garam HCl.

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal putih kekuningan. Praktis tidak larut dalam air, mudah larut dalam alkohol dan aseton, larut dalam metilalkohol.

SUB KELAS TERAPI
Anastesi umum dan oksigen

KELAS TERAPI
Anestesi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis midazolam perlu disesuaikan secara individu berdasarkan umur, penyakit, dan obat lain yang digunakan. Bila diberikan bersama obat narkotik atau penghambat SSP lainnya dosis diturunkan sampai 30%. Anak<6 tahun membutuhkan dosis yang lebih besar dan monitoring intensif , hitung dosis berdasarkan berat ideal. Sedasi dengan kesadaran untuk prosedur atau preoperasi sedasi: Oral: 0,25-0,5 mg/kg sebagai dosis tunggal preprosedur, maksimum sampai 20 mg; berikan 30-45 menit sebelum prosedur. Anak<6 tahun atau pasien yang kurang kerjasama mungkin membutuhkan dosis 1 mg/kg sebagai dosis tunggal; 0,25 mg/kg mungkin cukup untuk anak umur 6-16 tahun. IM.:0,1-0,15 mg/kg 30-60 menit sebelum prosedur atau pembedahan; dosis ditingkatkan 0,5 mg/kg pada pasien yang lebih sadar/cemas, maksimum dosis total 10 mg. IV: Bayi<6 bulan mempunyai resiko obtruksi pernafasan dan hipoventilasi; informasi terbatas dan dosis yang direkomendasikan tidak jelas; titrasi dosis dengan peningkatan minimal sampai efek yang diinginkan, monitor dengan ketat. Bayi>6 bulan- anak 5 tahun: awal: 0,05-0,1 mg/kg, titrasi hati-hati; dosis total 0,6 mg/kg; dosis total maksimum: 6 mg. anak 6-12 tahun: dosis seperti dewasa, maksimum total dosis, 10 mg. Sedasi dengan kesadaran selama ventilasi mekanik: anak: loading dose: 0,05-0,1 mg/kg, diikuti dengan infus awal:0,06-0,12 mg/kg/jam (1-2mcg/kg/menit); titrasi sampai efek yang diinginkan; kisaran umum: 0,4-6 mcg/kg/menit. Dewasa: sedasi preoperasi: im.: 0,07-0,08 mg/kg 30-60 menit sebelum operasi/prosedur; dosis lazim 5mg. Turunkan dosis pada pasien dengan risiko tinggi, COPD,umur ≥60 tahun dan yang menerima narkotik atau obat penekan SSP lainnya.IV.: 0,02-0,4 mg/kg; ulangi setiap 5 menit sesuai kebutuhan atau naikkan sampai 0,1-0,2 mg/kg. Sedasi sadar: IV.: awal: 0,5-2 mg secara lambat selama paling tidak 2 menit; titrasi perlahan sampai efek yang diinginkan dengan mengulangi dosis setiap 2-3 menit. Dosis total lazim: 2,5-5 mg, gunakan dosis lebih kecil pada orang tua. Dewasa sehat <60 tahun: beberapa pasien memberikan respons terhadap dosis 1 mg; berikan tidak lebih dari 2,5mg selama 2 menit. Dosis tambahan dapat diberikan setelah 2 menit setiap peningkatan dosis .total dosis >5 mg umumnya tidak dibutuhkan. Anestesia: IV: Induksi: pasien tanpa premedikasi: 0,3-0,35 mg/kg , sampai 0,6 m/kg pada pasien yang resisten.Premedikasi pasien: 0,15-0,35 mg/kg Pemeliharaan: 0,05-0,3 mg/kg atau infus0,25-1,5 mcg/kg/menit. sedasi pada pasien dengan ventilasi mekanik: IV: infus: 100 mg dalam 250 ml NCl fisiologis/5% dekstrosa, bila pasien harus membatasi asupan air dapat dipekatkan maksimum sampai 0,5 mg/ml. Dosis awal 0,02-0,08 mg/kg (sampai 1 mg-5 mg pada pasien 70 kg), ulangi dengan interval 5-15 menit sampai sedasi yang adekuat dicapai atau infus dengan kecepatan 0,04-0,2 mg/kg/jam dan titrasi untuk mencapai efek yang diinginkan. Orang tua: IV: sedasi sadar: awal: 0,5 mg IV lambat; jangan lebih dari 1,5 mg selama 2 menit; bila dibutuhkan tambahan, titrasi, berikan tidak lebih dari 1mg selama 2 menit, tunggu 2 menit/lebih untuk melihat efek, dosis total >3,5 mg jarang dibutuhkan. Penyesuaian dosis pada gagal ginjal: hemodialisis: dosis tambahan tidak dibutuhkan.

FARMAKOLOGI
Mula kerja: IM:sedasi: sampai 15 menit; IV.: 1-5 menit. Puncak efek: IM: 0,5-1 jam. Durasi: IM: sampai 6 jam; rata-rata 2 jam.Absorpsi oral cepat. Distribusi: Vd: 0,8-2,5 L/kg; meningkat oleh adanya gagal jantung kongestif dan gagal ginjal kronik. Ikatan protein 95%. Metabolisme: secara ekstensif di hati melalui CYP3A4.Bioavailabilitas rata-rata 45%. Waktu paruh eliminasi: 1-4 jam; diperpanjang oleh sirosis, gagal jantung kongestif, obesitas dan ketuaan. Ekskresi lewat urin sebagi metabolit yg terkonjugasi oleh glukuronat; feses 2-10%.

STABILITAS PENYIMPANAN
Pada konsentrasi akhir 0,5 mg/ml stabil sampai 24 jam bila diencerkan dengan larutan NaCl fisiologis atau larutan dekstrosa 5 %. Larutan 1 mg/ml dalam NaCl fisiologis stabil sampai 10 hari. dapat juga dicampur dengan larutan Ringer Laktat. Campuran larutan yang disimpan singkat tidak perlu diproteksi terhadap cahaya.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap midazolam atau komponen lain dalam formula, termasuk benzilalkohol( sensitivitas silang dengan benzodiazepin lain); bentuk sediaan parenteral tidak boleh digunakan untuk intratekal atau epiderual; glaukoma sudut sempit, penggunaan bersamaan dengan inhibitor kuat CYP3A4 (amprenavir, atazanavir, ritonavir); kehamilan

EFEK SAMPING
Dewasa; >10%: Pernafasan: penurunan volume tidal dan /atau penurunan frekuensi pernafasan, apnea, (anak 3%). 1-10%: Kardiovaskuler: Hipotensi (3% pada anak). SSP: mengantuk 1%, sedasi berlebihan dan sakit kepala 1%, seizure like activity (anak 1%). Saluran cerna: Mual 3 %, muntah 3%,. Lokal: Nyeri dan reaksi lokal pada tempat injeksi: IM 4%, IV 5%, keparahan lebih rendah dari diazepam. Mata: Nistagmus (1% pada anak). Pernafasan: batuk 1%. Lain-lain: Ketergantungan fisik dan mental pada penggunaan lama, cegukan 4%(anak 1%), reaksi paradoksikal (anak 2%). <1% terbatas yang penting dan mengancam jiwa: Agitasi, amnesia, bigemini, bronkospasme, delirium darurat, eforia, halusinasi, laringospasme dan ruam.

INTERAKSI MAKANAN
Etanol: hindari etanol, karena dapat memperkuat penghambat SSP. Makanan: Jus grapefruit dapat meningkatkan konsentrasi midazolam di serum; hindari pemberian bersamaan. Herbal: hindari penggunaan bersamaan dengan St.Johns wort krn dapt menurunkan konsentrasi midazolam atau meningkatkan penghambat SSP. Hindari pengunaan bersama valerian, kava-kava, gotu kola karena meningkatkan penghambat SSP.

INTERAKSI OBAT
Efek Sitokrom P450: substrat CYP2B6(minor), 3A4 (major); Penghambat CYP2C8 (lemah), 2C9 (lemah), 3A4 (lemah).Peningkatan efek/toksisitas: penghambat CYP3A4 dapat meningkatkan efek/tingkat midazolam; misalnya antijamur azol, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, nefazodon, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kunidin, telitromisin, dan verapamil. Dosis midazolam harus diturunkan 30% pada usia <65 tahun, 50% pada usia >65 tahun bila diberikan bersama narkotik, dan penghambat SSP lainnya. Penurunan efek: Peninduksi CYP3A4dapat menurunkan efek/tingkat midazolam; misalnya aminoglutetimid, karbamazepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin, dan rifamisin.

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko D. Midazolam dapat melewati plasenta; tidak direkomendasikan penggunaan pada kehamilan.

PENGARUH MENYUSUI
Midazolam masuk ke ASI tidak direkomendasikan pada ibu yang menyusui.

PARAMETER MONITORING
Status pernafasan dan kardiovaskuler, tekanan darah dimonitor selama pemberian secara IV.

BENTUK SEDIAAN
Injeksi ampul 5 mg/5ml, 15mg/3 ml, 15 mg/ml

PERINGATAN
Midazolam dapat menyebabkan depresi pernafasan berat, henti nafas, apnea. Gunakan dengan kesiagaan tinggi, terutama di tempat perawatan tidak kritis.Perlengkapan resusitasi, dan personel yang berkualifikasi harus disediakan untuk pemberian dan monitoring.Pemberian dosis awal harus ditingkatkan hati-hati, disesuaikan perindividu terutama untuk orang tua atau pasien terkebelakang, gangguan hati termasuk alkoholisme dan gangguan ginjal, terutama bila digunakan narkotik atau obat penghambat SSP secara bersamaan. Dosis awal pada orang tua atau pasien terkebelakang harus hati-hati, 1 mg , tetapi tidak boleh melewati 2,5 mg. Gunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan pernafasan atau refleks menguap. Penggunaan selama prosedur saluran nafas atas dapat meningkatkan risiko hipoventilasi, Respons memanjang ditemukan pada pemberian terus menerus melalui infus, kemungkinan karena penumpukan metabolit, atau adanya obat yang menghambat metabolisme midazolam. Menyebabkan hambatan SSP (bergantung dosis): sedasi, pusing, bingung, ataksia dengan gangguan kemampuan fisik/mental. Gunakan hati-hati pada pasien yang menerima penghambat SSP lain atau zat psikhoaktif. Efek obat sedatif lain atau etanol mungkin diperkuat.Benzodiazepin berhubungan dengan jatuh dan cedera traumatik, harus digunakan hati-hati terutama pada pasien yang berisiko mengalami hal tersebut (pasien tua). Dapat menyebabkan hipotensi - kejadian hemodinamik sering terjadi pada pasien pediatri atau pasien denga ketidakstabilan hemodinami.. Hipotensi/depresi pernafasan dapat terjadilebih seringpada pasien yang menggunakan analgesik narkotik. Gunakan dengan hati-hati pada pasien obesitas, gagal ginjal kronik, dan gagal jantung. Tidak memproteksi terhadap kenaikan laju jantung atau tekanan darah selama proses intubasi.Jangan diberikan pada kondisi koma, shok, intoksikasi alkohol. Bentuk parenteral mengandung benzil alkohol; hindari pemberian secara cepat pada neonatus atau pemberian infus jangka panjang. Hindari pemberian formula parenteral secara intra-arterial atau ekstravasasi. Midazolam dapat menyebabkan amnesia anterograd.

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Beritahu pasien/kelurga sebelum operasi bahwa dapat terjadi amnesia temporer. Obat dapat menyebabkan mengantuk, pasien harus diperingatkan untuk tidak melakukan pekerjaan yang memerlukan kewaspadaan , misalnya mengendarai mobil, menjalankan mesin. Untuk dapat melakukan hal tersebut diatas mnimum dibutuhkan selang waktu minimal 1 hari sesudah penggunaan midazolam. Hindari alokohol dan obat penghambat SSP lainnya untuk 24 jam sesudah penggunaan. Pasien yang menerima infus kontinyu di perawatan kritis untuk jangka panjang dapat mengalamai gejala putus obat sesudah penghentian secara tiba-tiba.

MEKANISME AKSI
Berikatan dengan reseptor stereospesifik benzodiazepin pada neuron postsinaps GABA di beberapa tempat di SSP, termasuk di sistem limbik, dan reticular formation. Meningkatkan efek hambatan oleh GABA pada perangsangan neuron akibat dari meningkatnya permeabilitis neuron terhadap ion Chlorida.

DAFTAR PUSTAKA
1. Lacy CF, Armstrong LL, Goldman MP, Lance LL.Drug Information Handbook 17th ed. (2008),Lexi-Comp Inc. Ohio. 2. Sweetman SC.Blake PS., McGlashan JM., Neathercoat GC., Parson AV., et.al. Martindale: The Complete Drug Reference 24th ed. 2005, Pharmaceutical Press great Britain. 3.http://www.drugs.com/pro/html. 4. Fauzi Kasim, Yulia Trisna, Kosasih, ISO Indonesia vol.43 2008. PT.ISFI penerbitan, Jakarta. 5. Tatro DS, Bolgsdorf RL., Catalano JT., KLahl JC, Lopez JR., Frederick K., Et.Al. A to Z Drug Fact, 2003. Ovid.

{BOTTOM}