informasiobat.com

MORFIN

NAMA GENERIK
Morfin

NAMA KIMIA
Morfin. 7,8 Didehydro-4-5-epoxy-17-methylmorphinan-3,6 diol

SIFAT FISIKOKIMIA
Kristal halus atau serbuk kristal warna putih,kelarutan kira-kira 62.5 mg/ml dlm air dan 1.75 mg/ml dlm alkohol pada 25C

SUB KELAS TERAPI
Analgesik Narkotik

KELAS TERAPI
Analgesik, Antipiretik, Antiinflamasi Non steroid, Antipirai

NAMA DAGANG
Morfin (Generik); MST Continus

INDIKASI
Nyeri akut yg berat, nyeri kronis sedang sampai berat, sebagai suplemen anestesi sebelum operasi, sebagai obat pilihan untuk nyeri pada infark miokard, untuk menghilangkan ansietas pada pasien dgn;dispnea karena acute pulmonary edema & acute left ventricula

FARMAKOLOGI
Metabolisme terutama dalam hati. Ekskresi melalui urin sebagai metabolit tidak aktif dan obat utuh 2-12% ;Pada kerusakan ginjal terjadi akumulasi morfin-6-glukoronid yg dpt memperpanjang aktivitas opioid. Kira-kira 7-10% melalui feses.

STABILITAS PENYIMPANAN
Sediaan injeksi simpan pada 15-30C, terlindung cahaya, tidak boleh dibekukan. ;Sediaan oral simpan dalam wadah tertutup, terlindung cahaya, 15-30C, jangan dibekukan

KONTRA INDIKASI
Oral jangan diberikan pasien dengan paralytic ileus. Pasien dengan hipersensitivitas, depresi pernapasan yg parah. ;Injeksi intratekal & epidural tidak boleh digunakan pada kasus pemberian yg kontraindikasi dengan rute ini, seperti infeksi pada tempat penyuntikan, ;perdarahan diatesis yg tidak terkontrol, penggunaan antikoagulan atau penggunaan kortikosteroid injeksi dalam 2 minggu.

EFEK SAMPING
Depresi pernapasan;Sistem saraf : sakit kepala, gangguan penglihatan, vertigo, depresi, rasa mengantuk, koma, eforia, disforia, lemah, agitasi, ketegangan, kejang;Pencernaan : mual, muntah, konstipasi;Kardiovaskular : aritmia, hipotensi postural;Reproduksi, ekskresi & endokrin : retensi urin, oliguria;Efek kolinergik : bradikardia, mulut kering, palpitasi, takikardia, tremor otot, pergerakan yang tidak terkoordinasi, delirium atau disorientasi, halusinasi;Lain-lain : Berkeringat, muka merah, pruritus, urtikaria, ruam kulit

INTERAKSI OBAT
Antidepresan (MAOi & trisklik) : Potensiasi efek antidepresan. ;Agonis opiod lainnya, anestetik umum, trankuilizer, sedative, hipnotik : Potensiasi efek depresi sistem saraf pusat.;Relaksan otot : Opioid dpt meningkatkan kerja penghambatan neuromuscular. ;Kumarin antikoagulan : Potensiasi aktivitas antikoagulan. ;Diuretik : Opioid menurunkan efek diuretic pada pasien dengan kongestif jantung. ;Amfetamin : Dekstroamfetamin dapat meningkatkan efek analgetik agonis opioid

PENGARUH ANAK
Keamanan & efikasi pada anak-anak belum diketahui

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori C : ;Dapat digunakan jika potensi manfaat lebih besar daripada resiko thd janin

PENGARUH MENYUSUI
Hati-hati pemakaiannya pada ibu menyusui

PARAMETER MONITORING
Status sistem pernapasan & status mental, tekanan darah

BENTUK SEDIAAN
Oral : tablet (10,15,30,100 mg). Injeksi : ampul 10 mg/ml. Rektal (5,10,20,30 mg)

PERINGATAN
Hati-hati pada pasien dengan disfungsi hati & ginjal krn akan memperlama lama kerja & efek kumulasi opiod, pasien usia lanjut, hati-hati pada psikosis toksik,;infark miokard, alergi thd sulfit, depresi sistem saraf pusat yg parah, anoksia, hiperkapnia, depresi

INFORMASI PASIEN
Hindari pemakaian alkohol. Menyebabkan ngantuk (hati-hati mengendarai mobil atau menjalankan mesin), gangguan koordinasi, pada penggunaan jangka panjang menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologi

MEKANISME AKSI
Berikatan dengan reseptor di sistem saraf pusat, mempengaruhi persepsi dan respon thd nyeri

MONITORING
Status sistem pernapasan & status mental, tekanan darah

DAFTAR PUSTAKA
Martindale, 34 th edition