informasiobat.com

NELFINAVIR

NAMA GENERIK
Nelfinavir

NAMA KIMIA
Sinonim: NFV

GB STRUKTUR KIMIA
251

SUB KELAS TERAPI
Antivirus

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

NAMA DAGANG
viracept

INDIKASI
Terapi HIV, kombinasi dengan ARV lainnya

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis Anak : 2-13 tahun: 45-55 mg/kg, 2 x/hari atau 25-35 mg/kg 3x/hari (maksimum 2500 mg/hari). Dewasa: 750 mg, 3x/hari bersama dengan makanan atau 1250 mg, 2x/hari bersama dengan makanan dalam kombinasi dengan ARV lain. Gangguan ginjal: tidak ada modifikasi dosis Gangguan hati: perhatian tidak direkomendasikan dengan pasien (Child Pugh kelas B or C)

FARMAKOLOGI
ABSORBSI Makanan dapat meningkatkan kurva konsentrasi dalam plasma (AUC) sampai 2-5 kali. DISTRIBUSI Distribusi Vd 2-7 L/kg Protein binding 98% METABOLISME Melalui hati dengan CYP2C19 dan 3A4 Waktu paruh eliminasi 3.5-5 jam Waktu puncak 2-4 jam EKSKRESI Melalui feses (98%-99%, 78% sebagai metabolit, 22% sebagai obat yang tidak berubah) urin (1%-2%)

STABILITAS PENYIMPANAN
Disimpan di ruangan dengan suhu 15C-30C. Bubuk oral (atau tablet larut) yang terlarut dalam air stabil 6 jam dalam lemari es

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap nelfinavir atau komponen lainnya dalam sediaan; penggunaan bersama dengan amiodaron, derivate ergot, midazolam, pimozide, quinidine, triazolam.

EFEK SAMPING
>10% Gastrointestinal: diare 2%-10% Dermatologi: kemerahan Gastrointestinal: mual, flatuen Hematologi: penurunan limfosit (1-6%), penurunan neutrofil (1-5%), penurunan hemoglobin, peningkatan transaminase (2%). Hepatik: <2% (jarang atau mengancam jiwa): iritis akut, reaksi alergi, peningkatan amylase, anemia, anoreksia, ansietas, arthralgia, nyeri punggung, bilirubinemia, akumulasi lemak jaringan, peningkatan kreatinin fosfokinase, dehidrasi, depresi, diaporesis, pusing, dyspepsia, sesak, nyeri epigastrium, demam, folikulitis, peningkatan gamma glutamil transpeptidase, perdarahan gastrointestinal, nyeri kepala, hepatitis, hiperkinesia, hiperglikemia, hiperlipidemia, reaksi hipersensitivitas (bronkospasme kemerahan, edema), hiperurisemia, hipoglikemia, insomnia, jaundice, batu ginjal, peningkatan laktat dehidrogenase, leucopenia, makulopapular rash, asidosis metabolik, mialgia, miastenia, miopati, nyeri, pankreatitis, parastesia, pruritus, pemanjangan QTc, kejang, torsade de pointes, urtikaria, muntah, kelemahan

INTERAKSI MAKANAN
• Penggunaan nelfinavir bersama dengan makanan dapat meningkatkan kurva konsentrasi plasma (AUC) • Jangan diberikan bersamaan dengan makanan/jus asam (jus orange, jus apel) • St. John’s wort dapat menurunkan konsentrasi nelfinavir serum, hindari penggunaan bersamaan.

INTERAKSI OBAT
Efek sitokrom P450: substrat CYP2C8/9 (minor), 2C19 (mayor), 2D6 (minor), 3A4 (mayor); inhibisi CYP1A2 (lemah), 2B6 (lemah), 2C8/9 (lemah), 2C19 (lemah), 2D6 (lemah), 3A4 (kuat) Meningkatkan; • Efek nelfinavir dapat ditingkatkan oleh azithromycin, delavirdine, dan inhibitor protease.; • Nelfinavir dapat meningkatkan level/efek benzodiazepine selektif, calcium-channel blockers, kortikosteroid (seperti fluticason), siklosporin, mirtazapin, nateglinide, nefazodone, quinidine, sildenafil (dan inhibitor PDE-5 lainnya), tacrolimus, venlafaxine, dan substrat CYP3A4 lainnya. ; • Benzodiazepine selektif (seperti midazolam, triazolam), cisapride, alkaloid ergot, inhitor reduktase HMG-CoA selektif (lovastatin dan simvastatin), dan pimozide umumnya kontraindikasi dengan inhibitor CYP3A4 kuat. Ketika digunakan dengan inhibitor CYP3A4 kuat, maka modifikasi/pengurangan dosis sangat direkomendasikan untuk sildenafil dan inhibitor PDE-5 lainnya.;Menurunkan efek; • Level/efek nelfinavir dapat berkurang oleh aminogluthetimide, antasida, omeprazole, carbamazepine, nafcilin, nevirapine, Phenobarbital, phenytoin, rifampycin, dan inducer CYP2C19 atau 3A4 lainnya.; • Efek nelfinavir mungkin berkurang oleh St Hohn’s wort.; • Nelfnavir mungkin dapat menurunkan efek delavirdine, methadone, dan kontrasepsi oral.;

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori B. Tim Kerja Guidelines HIV Perinatal merekomendasikan nelfinavir sebagai regimen kombinasi selama kehamilan, terutama untuk profilaksis perinatal. Dosis 2x1250 mg/hari terbukti dapat memberikan level plasma yang adekuat; 3x750 mg/hari menghasilkan level yang rendah dan bervariasi. Kehamilan dan inhibitor protease berhubungan dengan peningkatan risiko hiperglikemia. Kadar glukosa darah harus dimonitor secara ketat.

PENGARUH MENYUSUI
Ekskresi nelfinavir di ASI tidak diketahui, sehingga dikontraindikasikan

PARAMETER MONITORING
Tes fungsi hati, viral load, jumlah CD4, trigliserid, kolesterol, gula darah, CBC dengan hitung jenis.

BENTUK SEDIAAN
Bubuk oral: 50 mg/g (144g) [mengandung fenilalanin 11.2 mg/g] Tablet (film-coated): 230 mg, 625 mg

PERINGATAN
• Nelfinavir dimetabolisme di hati, dan mempunyai interaksi dengan banyak obat lainnya. Pasien harus mendapatkan informasi ini • Perhatian pada pasien dengan gangguan hati • Peringatkan pasien bahwa dapat terjadi redistribusi jaringan lemak. • Pernah dilaporkan kejadian diabetes mellitus onset baru, eksaserbasi diabetes, dan hiperglikemia pada psien HIV yang mendapat nelfinavir • Pernah dilaporkan sindrom rekonstitusi imun, sehingga membutuhkan evaluasi dan terapi tambahan. • Bubuk oral mengandung fenilalanin, perhatian pada pasien dengan fenilketouria.

INFORMASI PASIEN
• Sebaiknya dimakan bersama dengan makanan, jangan dicampur dengan makanan/minuman asam (jus orange, jus apel) karena dapat menghasilkan rasa pahit. • St John’s wort dapat menurunkan konsentrasi nelfinavir

MEKANISME AKSI
Menghambat protease HIV-1 sehingga mencegah pembelahan gag-pol poliprotein dan menghasilkan produk virus yang imatur dan non-infeksius

DAFTAR PUSTAKA
1. Drug Information Handbook, 17thedition, 2008-2009 hal. 1109-1110