informasiobat.com

NEVIRAPINE

NAMA GENERIK
Nevirapine

SIFAT FISIKOKIMIA
Nevirapin adalah kristal putih sampai agak putih.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

FARMAKOLOGI
Absorbsi: > 90%; ;Distribusi: Terdistribusi luas dengan Vd 1,2-1,4 L/kg, menembus plasenta dan ASI, penetrasi ke CSF + 50% dari plasma; Ikatan protein plasma: 50%-60%;;Metabolisme: Dimetabolisme ekstensif di hepar via CYP3A4 (dihidroksilasi menjadi senyawa inaktif); dapat mengalami siklus enterohepatik; ;Waktu paruh eliminasi: Menurun selama lebih dari 2-4 minggu pada pemberian kronik karena mengalami autoinduksi (contoh: T= 45 jam pada awal pemberian, kemudian menurun menjadi 23 jam); ;Waktu puncak (serum): 2-4 jam; Ekskresi: urin, (81% sebagai metabolit, 3% dalam bentuk utuh dan 10% dalam feses)

STABILITAS PENYIMPANAN
Nevirapine tablet dan suspensi oral disimpan pada suhu kamar 15-30C.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap nevirapine atau komponen lain dalam sediaannya, hindari pemberian bersama dengan ketokonazole dan kontrasepsi oral.

EFEK SAMPING
> 10% : Ruam, ALT > 250 unit/L, Dermatologik: Rash (15-20%), Gastrointestinal: diare (15-20%), Hematologik: netropenia (10%-11%). ;1% - 10%: CNS : Sakit kepala (1-4%), demam (8-11%), Gastrointestinal: Stomatitis ulseratif (4%), nausea, abdominal pain (2%), Hematologik: anemia Hepatik: hepatitis, meningkatkan LFT (2-4%), ;Neuromuscular dan skeletal: neuropati perifer, parastesia (2%), mialgia.;< 1% (cukup penting atau mengancam jiwa) : Nekrosis hepatic, hepatotoksisitas, hipersensitivitas berat/reaksi dermatologis (skin rash, demam, melepuh, lesi oral, konjungtivitis, edema wajah, nyeri otot atau sendi, general malaise, hepatitis, ;eusinofilia, granulositosis, limfadenopati, atau disfungsi ginjal), sindrom Steven-Johnson. Jika terjadi hipersensitivitas berat, penggunaan harus dihentikan secara permanen.;Overdosis/toksikologi : Belum ada reaksi toksisitas yang dilaporkan setelah ingesti akut sejumlah besar tablet nevirapine.

INTERAKSI OBAT
Pengaruh pada sitokrom P450: substrat CYP 2B6, 2D6, 3A4; inhibisi CYP1A2, 2D6, 3A4; menginduksi CYP2B6, 3A4. ;Meningkatkan efek/toksisitas: cimetidine, itraconazole, ketokonazole, dan antibiotik makrolida meningkatkan konsentrasi plasma. Peningkatan toksisitas bila digunakan bersama inhibitor protease (indinavir, saquinavir dll) atau kontrasepsi oral. ;Ketokonazole sebaiknya tidak diberikan bersama. Pemberian dengan prednisone pada 14 hari terapi awal, berhubungan dengan insiden dan keparahan rash. ;Menurunkan efek: Rifampin dan rifabutin menurunkan konsentrasi plasma akibat induksi CYP3A, karena nevirapine dapat menurunkan konsentrase inhibitor protease, maka tidak boleh diberikan bersamaan, atau bisa juga dengan peningkatan dosis. ;Nevirapin menurunkan konsentrasi kontrasepsi oral, serta efek ketokonazole dan methadone. Nevirapine menurunkan konsentrasi serum beberapa agen inhibitor protease (AUC indinavir dan saquinavir diturunkan. Tak ada efek dengan ritonavir). ;Penyesuaian dosis yang spesifik tidak dianjurkan.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C

PENGARUH MENYUSUI
Kontraindikasi untuk Ibu menyusui

PARAMETER MONITORING
Tes fungsi hati harus dimonitor untuk tetap pada level dasar pada 12 minggu pertama terapi secara intensif (kurang lebih sekali tiap bulan sebelum peningkatan dosis, hingga 2 minggu mengikuti peningkatan dosis). ;Pengamatan efek samping CNS secara periodik selama terapi berlangsung.

BENTUK SEDIAAN
Oral Suspensi 50 mg/ml (240 ml). Tablet 200 mg

PERINGATAN
Perlu pertimbangan dalam perubahan terapi antiretroviral jika terjadi perkembangan penyakit selama pasien menggunakan nevirapine. Keamanan dan efikasi tak dapat ditetapkan pada neonatus. ;Reaksi kulit yang berat dan mengancam jiwa (sindrom Stevens-Johnson, toxic epidermal necrolysis,hipersensitivitas disertai rash dan disfungsi organ). Nevirapine diberikan dengan inisiasi dosis selama 14 hari untuk menurunkan terjadinya adverse effects. ;Hepatotoksisitas dapat terjadi (hepatitis fulminan dan kolestastis, nekrosis hepatic) dan kasus yang menghasilkan kegagalan fungsi hati dan kematian. ;Monitoring yang intensif dibutuhkan selama 12 minggu pertama untuk mendeteksi problem dermatologik yang mengancam jiwa, hipersensitivitas, dan reaksi hepatotoksik. ;Pasien dengan riwayat hepatitis kronik (A atau B) atau peningkatan level transaminase dapat mempertinggi resiko terjadinya reaksi hepatotoksik. Jika reaksi hipersensitivitas terjadi, atau gejala yang menunjukkan, nevirapin harus dihentikan permanen ;(yakni skin rash, demam, melepuh, lesi oral, konjungtivitis, edema wajah, nyeri otot atau sendi, general malaise, hepatitis, eusinofilia, granulositosis, limfadenopati, atau disfungsi ginjal).

INFORMASI PASIEN
Waspadai terjadinya right upper quadran pain, jaundice atau rash yang terjadi dengan segera, kepatuhan penggunaan, frekuensi penggunaan dan adverse effects yang harus diinformasikan sebelum pasien memulai terapi untuk mencegah terjadinya resistensi,; boleh diminum bersama dengan makanan, antasida atau didanosine, jika terapi terhenti selama >7 hari, dosis diturunkan hingga dosis inisial, kemudian dinaikkan setelah 14 hari.

MEKANISME AKSI
Sebagai agen non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor, nevirapine memiliki aktivitas melawan HIV-1 dengan mengikat enzim reverse transcriptase. ;Replikasi HIV-1 terhambat akibat pengeblokan aktivitas DNA polymerase RNA-Dependent dan DNA-dependent

{BOTTOM}