informasiobat.com

PANKURONIUM

NAMA GENERIK
Pankuronium

NAMA KIMIA
1,1–(3alfa,17ß–Diacetoxy–5a–androstan-2ß,16ß–Xylene) bis (1-methylpiperidium ) di bromida

STRUKTUR KIMIA
C35H60Br2N2O4

SIFAT FISIKOKIMIA
Pemerian : Hablur atau serbuk hablur; putih atau hampir putih; higroskopis;Kelarutan : larut dalam 1 bagian air; dalam 5 bagian etanol dan dalam 5 bagian kloroform; dalam 4 bagian dikloro metana; dalam 1 bagian metana; praktis tidak larut dalam eter

SUB KELAS TERAPI
Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase

NAMA DAGANG
Pavulon

INDIKASI
Pankuronium digunakan sebagai intubasi endotrakeal dan relaksan otot pada anestesi umum untuk prosedur pembedahan dan untuk memudahkan ventilasi terkontrol.

FARMAKOLOGI
Pankuronium adalah penghambat neuromuskular kompetitif yang digunakan untuk relaksasi otot skeletal selama proses operasi.Dengan pemberian secara injeksi intravena dan intramuskular.;Biasanya onset dosis intravena pada relaksasi otot sekitar 1,5 – 3 menit dan bertahan sekitar 45 menit. Efek samping dari pemberian ini seperti takhikardia dan tekanan darah menjadi tinggi. ;Pankuronium melemaskan otot dengan cara menghalangi asetilkolin untuk berikatan dengan reseptornya sehingga menghambat depolarisasi. Obat ini disebut juga pelemas otot kompetitif.;Kerjanya lebih lambat dan tidak lengkap sehingga digunakan untuk membedah pasien yang menggunakan ventilator jangka lama.;Efeknya dapat dihilangkan dengan pemberian antikolinesterase dan penderita miastenia gravis memperhatikan kepekaan yang lebih tinggi.

STABILITAS PENYIMPANAN
Stabilitas : stabil pada pH 3,8 – 4,2;Penyimpanan : Pada temperatur (15 – 25)°C dalam wadah kedap udara dan jauhkan dari cahaya.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas : pasien peka bromida ; pasien yang menderita epilepsi (antiepileptika).

EFEK SAMPING
Efek samping yang sering terjadi pada pemakaian obat ini seperti : Bradikardia, Bronkospasme, Hipotensi, dan gagal jantung, Takhikardia dan tekanan darah menjadi tinggi;Pemberian pancuronium pada pasien perlu diperhatikan karena dapat menaikkan konsentrasi katekolamine atau efek simpatomimetika.

INTERAKSI OBAT
Peningkatan efek dapat terjadi pada pemakaian bersama aminoglikosida, beta bloker, klindamisin, calsium channel blocker, anestesi halogen, imipenem, ketamin, lidokain, diuretik loop (furosemid), makrolida, magnesium sulfat, ;prokainamid, kuinidin, kuinolon, tetrasiklin dan vankomisin. Efek relaksan otot non diturunkan oleh karbamazepin, kortikosteroid, fenitoin, simpatomimetik dan teofilin (kepulihan dari blok neuromuskular dipercepat).

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C ;Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi

PENGARUH MENYUSUI
Dilaporkan terjadi sensitivitas pankuronium pada bayi.

BENTUK SEDIAAN
Injeksi 2 mg/ml

PERINGATAN
Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan fungsi hati.;Dosis harus dikurangi pada gangguan fungsi ginjal dan pada gagal ginjal yang berat dapat memperpanjang masa penghambatan.

INFORMASI PASIEN
Mengingat pemberian obat dilakukan melalui/oleh dokter anestesi, maka informasi tidak langsung diberikan kepada pasien.

MEKANISME AKSI
Pankuronium melemaskan otot dengan cara menghalangi asetilkolin untuk berikatan dengan reseptornya sehingga menghambat depolarisasi