informasiobat.com

PENTOXIFYLINE

NAMA GENERIK
Pentoxifyline

NAMA KIMIA
1-(5-oxohexyl)-3,7-dimethyl xanthine

GB STRUKTUR KIMIA
268

KETERANGAN
Tidak ada data

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih, larut dalam air, sukar larut dalam alkohol, mudah larut dalam kloroform dan metil alkohol, agak sukar larut dalam eter.

SUB KELAS TERAPI
Koagulasi, obat yang mempengaruhi

KELAS TERAPI
Darah, Obat yang mempengaruhi

NAMA DAGANG
Lentrin, Platof, Reotal, Tarontal, Tioxad, Trenat, Trenfyl, Trental, Trentox, Trenxy

INDIKASI
Adalah derivat Xantin yang digunakan untuk pengobatan pada penyakit vaskular periver. Sering diklasifikasikan sebagai vasodilasator, cara kerja utama adalah mengurangi viskositas darah, kemungkinan melalui mekanisme deformabilitas eritrosit, adhesi platelet dan agregasi. Juga dilaporkan dapat meningkatkan aliran darah pada jaringan iskemik dan meningkatkan oksigenasi jaringan pada pasien dengan penyakit vaskular perifer dan meningkatkan tekanan oksigen pada korteks serebral dan cairan serebrospinal; juga digunakan pada ganguan serebrovaskular. Pentoxipilin juga dapat menghambat produksi sitokin, tumor necrosis faktor α ( TNF α).2

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dewasa, oral : 3x400mg bersama makan, efek terapi maksimal setalah 2-4 terapi. Dianjurkan terapi minimal 8 minggu. Dosis dpt turun 2x400mg bila muncul efek samping pd saluran pencernaan atau SSP.

FARMAKOLOGI
Absorbsi : baik, Metabolisme : melalui hati, eritrosit, first pass effect. Waktu paro eliminasi : 24-48 menit, metabolit : 60-96 menit. Waktu mencapai puncak : 2-4 jam. Eksresi : melalui urin ( metabolit aktif ) dan feses 4 %

STABILITAS PENYIMPANAN
15-30oC

KONTRA INDIKASI
hipersentifitas pentoksifilin, xanthin (cafein, theophylline) atau komponen lain dlm formulasi. Perdarahan serebral dan atau retinal baru

EFEK SAMPING
1%- 10 % : Gastrointestinal : mual, muntah. <1% : Reaksi anafilaksis, engioedema, angina, anorexia, anxietas, anemia aplastik, anemia, aseptik meningitis, kembung, pandangan kabur, kuku rapuh, nyeri dada, radang empedu, bingung, konjungtifitis, konstipasi, depresi, nyeri telinga, odem, ephitaksis, halusinasi, hepatitis, jaundice, hipotensi, laryngitis, leukemia, leukopeni, malaise, hidung tersumbat, pansitopeni, pruritus, seizure, purpura, gatal, nyeri tenggorokan, takikardi, trombositopeni, tremor, urtikaria. perubahan berat badan, peningkatan enzim hati.

INTERAKSI MAKANAN
kadar berkurang karena bersama makanan, tetapi tidak memperpanjang absorbsi.

INTERAKSI OBAT
Menghambat CYP1A2. Pentoxifyline meningkatkan kadar teofilin

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko C. Efek teratogenik tidak dobservasi pada hewan percobaan, Tidak ada penelitian yang bagus pada wanita hamil.

PENGARUH MENYUSUI
ekskresi melalui asi. Tidak direkomendasikan

PARAMETER MONITORING
Tidak ada data

BENTUK SEDIAAN
tablet, capsul, injeksi

PERINGATAN
awali dengan dosis rendah pada lansia dan monitor fungsi renal

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
jangan digunakan bersama makan

MEKANISME AKSI
Mengurangi viskositas (kekentalan) darah melalui peningkatan deformabilitas lekosit dan eritrosit serta mengurangi adhesi atau aktifasi neutrofil. Meningkatkan oksigenasi jaringan perifer melalui peningkatan aliran darah

MONITORING
hematologi, fungsi liver, fungsi renal (lansia)

DAFTAR PUSTAKA
1. DIH, 17th ed, p1224; MIMS 112, 2009. 2. Martindale 35th edition