informasiobat.com

PERAK NITRAT (SILVER NITRATE).

NAMA GENERIK
Perak Nitrat (silver nitrate).

NAMA KIMIA
AgNO3 dengan berat molekul = 169,9.4

KETERANGAN
Inkompatibilitas: Perak nitrat tidak kompatibel dengan beberapa senyawa. Meskipun tidak memerlukan tambahan senyawa lain dalam larutan perak nitrat dengan pertimbangan kegunaannya saat ini, tetapi farmasis harus tetap waspada terhadap inkompatibilitas yang potensial dapat terjadi.Telah dilaporkan terjadi perubahan warna menjadi kuning kecoklatan pada sampel dari irigasi kandung kemih perak nitrat (1 dalam 10.000) yang kemungkinan disebabkan oleh reaksi antara perak nitrat dengan basa yang dilepaskan oleh botol gelas (gelas soda).4 Perak nitrat dapat menyebabkan noda pada kulit dan peralatan.3

SIFAT FISIKOKIMIA
Perak nitrat (Ph. Eur. 5.5). Serbuk kristalin putih atau kristal transparan tak berwarna. Sangat mudah larut dalam air, larut dalam alkohol. Simpan dalam wadah non logam dan terlindung dari cahaya.4 Perak nitrat (USP 29). Kristal putih atau tak berwarna. Bila terpapar cahaya dengan adanya bahan organik, kristal tersebut akan berubah warna menjadi abu-abu atau hitam keabuan. Larut 1 bagian dalam 0,4 bagian air, 1 bagian dalam 0,1 bagian air mendidih, 1 bagian dalam 30 bagian alkohol, dan 1 bagian dalam 6,5 bagian alkohol mendidih; agak sukar larut dalam eter. Larutan dalam air mempunyai pH sekitar 5,5. Simpan dalam wadah kedap udara dan terlindung dari cahaya.4

SUB KELAS TERAPI
Kaustik

KELAS TERAPI
Kulit, obat topikal untuk;

NAMA DAGANG
Tidak ditemukan di Indonesia.

INDIKASI
Kutil (warts), veruka (verrucas), granuloma umbilikus, granulasi jaringan berlebihan, kauterisasi.2Kauterisasi luka dan ulser yang lambat penyembuhannya, penghilangan jaringan granulasi dan kutil; pencegahan aseptis luka bakar.3Anak: gonoccoccal conjunctivitis neonatorum: larutan 1% sebanyak 2 tetes untuk tiap mata segera setelah lahir.1 Dewasa: penyakit granulomatous kronik: topikal: 1) oleskan larutan 10% dengan kapas aplikator pada kutil atau lesi 2-3 kali per minggu selama 2-3 minggu sesuai kebutuhan1; 2) oleskan salep pada daerah yang terkena serta tutup dengan penutup berpori selama 5 hari.1

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Veruka dan kutil: oleskan ujung pensil kaustik basah selama 1-2 menit; ulangi setelah 24 jam sampai dengan maksimum 3 pengolesan untuk kutil atau maksimum 6 pengolesan untuk veruka. Instruksi dalam kemasan umumnya menyarankan untuk membersihkan kulit mati sebelum pengolesan dengan pengisian perlahan-lahan dan untuk menutup tempat pengolesan dengan plester (adhesive dressing) setelah pemberian obat.2 Granuloma umbilikus: oleskan ujung pensil kaustik yang basah (biasanya mengandung perak nitrat 40%) selama 1-2 menit sementara melindungi kulit sekitarnya dengan parafin yang lembut.2 Batang aplikator (stik): oleskan pada membran mukosa dan permukaan kulit basah lainnya yang dikehendaki untuk diobati 2-3 kali per minggu selama 2-3 minggu.3 Larutan topikal: oleskan kapas aplikator yang telah dicelupkan ke dalam larutan pada daerah yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali per minggu selama 2-3 minggu.3 Dewasa: penyakit granulomatous kronik: topikal: 1) oleskan larutan 10% dengan kapas aplikator pada kutil atau lesi 2-3 kali per minggu selama 2-3 minggu sesuai kebutuhan; 2) oleskan salep pada daerah yang terkena serta tutup dengan penutup berpori selama 5 hari.1 Anak: gonoccoccal conjunctivitis neonatorum: larutan 1% sebanyak 2 tetes untuk tiap mata segera setelah lahir.1 Konsentrasi non-histotoksik sebesar 0,5% digunakan untuk luka bakar dan bakteriostatik. Perban tebal yang telah diberi larutan perak nitrat diberikan pada daerah yang didebridemen. Perban harus dibasahi ulang dengan larutan perak nitrat setiap 23 jam agar konsentrasinya tidak melebihi 2% pada permukaan luka. Penggunaan perak nitrat untuk pengobatan luka bakar telah banyak digantikan oleh silver sulfadiazine.5

FARMAKOLOGI
Absorpsi: Bioavailabilitas: Topikal: tidak diabsorpsi secara signifikan.1 Distribusi: perak nitrat terdapat pada kulit (kurang dari 12,2 mg/kg), darah (kurang dari 0,5-1 mg/kg), urin (kurang dari 0,1 mg/kg), hati (40 mg/kg), ginjal (38 mg/kg), limpa (13,5 mg/kg), dan otak (1,3 mg/kg) pada pasien dengan luka bakar yang diobati dengan perak nitrat. Autopsi pada individu dengan argyria (keracunan perak atau garamnya) menunjukkan kandungan perak tertinggi terdapat pada ginjal.1

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan dalam wadah kedap udara, terbuat dari bahan non logam, dan terlindung dari cahaya.1,4 Untuk rute melalui mata: Larutan: Jangan dibekukan dan jangan digunakan dalam keadaan dingin. Jauhkan dari cahaya.1

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap produk perak nitrat.1

EFEK SAMPING
Efek samping yang sering terjadi: 1) Dermatologik: rasa terbakar pada kulit, noda pada kulit dan kain.1,2; 2) Mata: konjungtivitis.1 Efek samping yang serius: methemoglobinemia.1

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Perak nitrat menurunkan efektivitas papain (sediaan untuk debridemen yang mengandung papain).1

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Thomson Pregnancy Rating: risiko pada janin tidak dapat ditentukan.1 Bukti yang ada tidak cukup untuk menentukan risiko pada janin jika digunakan pada ibu hamil atau ibu yang berpotensi hamil. Perhitungkan keuntungan dan kerugian pemakaian obat ini sebelum meresepkannya pada ibu hamil. Perak nitrat tidak diketahui dapat menembus plasenta atau tidak.1 Pregnancy risk factor: C.3

PENGARUH MENYUSUI
WHO: kompatibel (dapat diberikan) pada ibu yang sedang menyusui.1 Thomson Lactation Rating: risiko pada bayi minimal.1

PARAMETER MONITORING
Perbaikan gejala. Toksik: Parameter laboratorium: pada penggunaan jangka panjang, monitoring kadar methemoglobinemia pada pasien sepsis.1

BENTUK SEDIAAN
Caustic pencil, tip containing silver nitrate 40%, potassium nitrate 60%. AVOCA Caustic pencil, tip containing silver nitrate 95%, potassium nitrate 5%.2 Batang aplikator topikal: perak nitrat 75% dan potassium nitrat 25%. Larutan topikal 10% (50%), 50mL (30mL).3 Salep topikal: 10%; Larutan topikal: 0,5%, 10%, 25%, dan 50%.1

PERINGATAN
Lindungi kulit di sekelilingnya dan hindarkan dari kulit yang pecah; tidak cocok dioleskan pada kulit wajah, daerah ano-genital, atau daerah yang luas.2

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Perak nitrat digunakan sebagai agen kauterisasi topikal dan antibiotik topikal. Gunakan perak nitrat sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Jangan digunakan apabila memiliki hipersensitivitas terhadap produk perak nitrat. Jangan digunakan bersama dengan papain karena perak nitrat dapat menurunkan efektivitas papain (sediaan untuk debridemen yang mengandung papain). Gunakan secara berhati-hati karena larutan perak nitrat dapat meninggalkan noda pada kulit, peralatan, kain, dan linen. Beritahukan pada dokter jika mengalami efek samping: konjungtivitis atau rasa terbakar pada kulit. Beritahukan pada dokter jika mengalami efek samping lain yang berkaitan dengan penggunaan obat. Simpan dalam wadah kedap udara, terbuat dari bahan non logam, dan terlindung dari cahaya. Untuk rute melalui mata: sediaan larutan perak nitrat: Jangan dibekukan dan jangan digunakan dalam keadaan dingin. Jauhkan dari cahaya.

MEKANISME AKSI
Ion, garam, atau koloid dari sediaan perak dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram positif dan negatif. Mekanisme aksi tersebut berhubungan dengan presipitasi protein bakteri oleh ion perak yang dilepaskan.1 Perak nitrat mengkoagulasi protein selular untuk membentuk eschar (keropeng yang dihasilkan oleh luka bakar karena bahan korosif atau gangren) dan mekanisme aksi tersebut adalah mekanisme untuk mengontrol hematuria ringan, rhinitis, dan recurrent pneumotoraks. Dengan mekanisme tersebut, perak nitrat juga digunakan untuk sklerosis vena varikosa, destruksi glanurasi exuberant (proliferasi yang berlebihan; produksi yang berlebihan), dan kauteri untuk jaringan serviks pasca histerektomi untuk leiomioma rahim.1 Perak nitrat secara in vitro aktif dalam melawan Neisseria gonorrheae dan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi sekitar 0,1% dan melawan Escherichia coli dengan konsentrasi sekitar 0,01%. Perak nitrat secara in vivo aktif melawan sebagian besar strain Staphylococcus auerus dan Staphylococcus epidermidis dan juga aktif melawan Pseudomonas aeruginosa, tetapi kurang efektif dalam melawan bakteri gram negatif lainnya, seperti Enterobacter dan Klebsiella.5 Minimum Inhibitory Concentration (MIC) sediaan tetes mata perak nitrat 1% untuk 98 strain Neisseria gonorrheae yang telah diuji adalah 0,3 milimol (51 mikrogram/ml).1

MONITORING
Perbaikan gejala; pada penggunaan jangka panjang: monitoring kadar methemoglobinemia.1

DAFTAR PUSTAKA
1. Micromedex® Healthcare Series [homepage on the internet]. Denver: Thomson Reuters; c1974-2009 [updated 2009 May 20; cited 2009 May 28]. Available from: http://www.thomsonhc.com/hcs/librarian. 2. Martin JM, Jordan B, Macfarlane CR, Ryan RSM, Wagle SMS, Akporobaro-Iwudibia O, et al. British National Formulary 56. London: BMJ group and RPS Publishing; 2008. p. 633. 3. Lacy CF, Armstrong LL, Goldman MP, Lance LL. Drug information handbook: a comprehensive resource for all clinicians and healthcare professionals. 15th edition. Hudson: Lexi-Comp Inc.; 2007. p. 1566.4. Sweetman SC, editor. Martindale: the complete drug reference. 35th edition. London: Pharmaceutical Press; 2007. p. 2163. 5. Aronson, JK, editor. Meyler's side effects of drugs: the international encyclopedia of adverse drug reactions and interactions. Vol 5. 15th ed. Amsterdam (Netherland): Elsevier; 2006. p. 3140.