informasiobat.com

PERAK SULFADIAZIN

NAMA GENERIK
Perak sulfadiazin

NAMA KIMIA
Perak sulfadiazin: Silver [(4-aminophenyl)sulfonyl](pyrimidin-2-yl)azanide.

STRUKTUR KIMIA
(C10H9AgN4O2S).1

GB STRUKTUR KIMIA
225

SIFAT FISIKOKIMIA
Perak sulfadiazin (USP 29): serbuk kristalin berwarna putih atau putih krem, tak berbau atau praktis tak berbau. Warna dapat berubah menjadi kuning akibat paparan cahaya. Praktis tidak larut dalam alkohol, kloroform and eter; sedikit larut dalam aseton; larut dalam larutan amonia 30%. Terdekomposisi dalam asam mineral yang cukup kuat. Hindarkan dari paparan cahaya.1

SUB KELAS TERAPI
Anti Bakteri

KELAS TERAPI
Kulit, obat topikal untuk

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Secara topikal; dioleskan dengan menggunakan sarung tangan steril pada permukaan yang terbakar (setelah membersihkan dan debriment luka), 1-2 kali per hari, dengan ketebalan 2mm. Terapi dapat dilanjutkan sampai proses penyembuhan berjalan baik atau sampai bagian yang terbakar siap untuk dicangkok.2, 4, 5

FARMAKOLOGI
ADME. Absorpsi: perak umumnya tidak diabsorpsi; sulfadiazin dapat terabsorpsi, terutama jika dioleskan pada area yang luas dan/atau pemakaian jangka panjang. Ekskresi: 60% diekskresikan melalui ginjal. Eliminasi: waktu paruh, 10 jam.4,5

STABILITAS PENYIMPANAN
Krim perak sulfadiazin harus disimpan pada suhu ruangan (15-30C). Perak sulfadiazin bereaksi dengan kebanyakan logam berat, mengakibatkan pelepasan perak dan perubahan warna krim menjadi lebih gelap.4

KONTRA INDIKASI
Dikontraindikasikan terhadap pasien dengan hipersensitivitas terhadap produk perak atau golongan sulfonamid, kehamilan (trimester akhir), bayi lahir prematur maupun usia <2 bulan.5

EFEK SAMPING
Reaksi hipersensitivitas, meliputi rasa terbakar, gatal dan kemerahan; jika dioleskan pada area yang luas, sulfadiazin dapat terabsorpsi dan mengakibatkan efek samping sistemik; dapat terjadi: perubahan warna kulit karena deposisi perak, lekopenia transien, anemia hemolitik ( pada pasien defisiensi GGDP), agranulositosis, anemia aplastik, trombositopenia, reaksi hipersensitifitas dan dermatologi (sindrom steven johnson, dermatitis esfoliatif) 3, 4

INTERAKSI MAKANAN
Tidak ada data

INTERAKSI OBAT
Tidak ada data

PENGARUH ANAK
Hindarkan pemberiannya pada bayi lahir prematur maupun bayi usia <2 bulan karena risiko kernicterus. Efektivitas dan keamanannya pada anak-anak belum ditetapkan.4,5

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori B. Tidak diketahui apakah dapat menembus plasenta. Tidak terdapat data mengenai penggunaan perak sulfadiazin pada ibu hamil. Perak umumnya tidak diabsorpsi, namun sulfadiazin dapat diabsorpsi dan masuk ke dalam darah jika dioleskan pada area yang luas dan/atau pemakaian jangka panjang. Perak sulfadiazin sebaiknya hanya diberikan pada kehamilan jika manfaatnya untuk kondisi ibu lebih besar dibandingkan kemungkinan risikonya pada janin.5

PENGARUH MENYUSUI
Dapat diberikan pada ibu menyusui. Tidak diketahui apakah sulfadiazin diekskresikan ke dalam air susu ibu. Namun, golongan sulfonamid umumnya diekskresikan ke dalam air susu ibu, dan dapat terkait dengan peningkatan risiko kernicterus. Tidak terdapat data mengenai risiko efek samping pada bayi akibat paparan obat dalam air susu.5

PARAMETER MONITORING
Temperatur, kultur darah, keadaan luka, konsentrasi serum sulfadiazin, urinalisa, serum elektrolit.5

BENTUK SEDIAAN
Krim 1%: 25g, 35g, 50g, 250g, 500g.2

PERINGATAN
Sulfadiazin dapat terakumulasi pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati; harus diberikan dengan hati-hati pada pasien dengan defisiensi G6PD.3, 5

INFORMASI PASIEN
Bagaimana menggunakan obat: hanya digunakan/dioleskan pada kulit. Hindarkan area sekitar mata. Cucilah tangan sebelum dan setelah menggunakan krim. Sebelum menggunakan krim, bersihkan luka bakar dari kulit mati. Oleskan tipis-tipis diatas luka. Area luka bakar harus selalu bersih. Jika lupa menggunakan obat, gunakan sesegera mungkin begitu ingat. Jika krim hilang pada saat aktivitas atau mandi, bersihkan luka dan krim dapat dioleskan kembali. Simpan pada suhu kamar; hindarkan dari panas, paparan cahaya maupun suhu beku. Obat/makanan yang harus dihindari: konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat lain, termasuk obat bebas/bebas terbatas, vitamin, dan produk herbal. Peringatan: informasikan kepada dokter jika anda hamil atau menyusui, atau jika anda menderita penyakit tertentu. Hindarkan penggunaannya pada bayi baru lahir. Segera ke dokter jika luka tidak membaik atau justru memburuk; jika mengalami efek samping: gatal, kemerahan atau bengkak pada area yang terpapar; atau jika mengalami efek samping yang anda duga terkait dengan obat tersebut.5

MEKANISME AKSI
Bakterisidal; mengikat membran atau dinding sel bakteri; mempunyai spektrum yang luas terhadap bakteri gram positif dan negatif (termasuk Pseudomonas aeruginosa), dan beberapa yeast dan fungi.1, 5

MONITORING
Monitoring efek terapeutik: keadaan kulit yang terbakar; kultur darah untuk bakteri gram positif dan negatif (terutama Pseudomonas aeruginosa); demam; re-epitelisasi luka bakar. Monitoring efek toksik: konsentrasi plasma sulfadiazin (pada pemberian jangka panjang dan/atau dioleskan pada area yang luas, atau pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati); urinalisa untuk melihat adanya kristal sulfa; serum elektrolit.5

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale The Complete Drug Reference 35th edition (p.300). 2.MIMS-Official Drug Reference for Indonesian Medical Professionals 108th ed (p.459). 3. British National Formulary 56 (p.639). 4. AHFS Drug Information 2008 (p.3570). 5.Micromedex.

{BOTTOM}