informasiobat.com

PIOGLITAZON

NAMA GENERIK
Pioglitazon

NAMA KIMIA
5-((4-(2-(5-ethyl-2-pyridinyl) ethoxy)phenyl)methyl)-,(+-)- 2,4-thiazolidinedione

GB STRUKTUR KIMIA
118

SIFAT FISIKOKIMIA
Molekul pioglitazon memiliki satu atom asimetris, oleh sebab itu memiliki dua enantiomer. Pioglitazon disintesis dan digunakan dalam bentuk campuran rasemat. ;Kedua enantiomernya saling berinterkonversi in vivo. Tidak ada perbedaan aktivitas farmakologis diantara kedua enantiomer ini.;Pioglitazon digunakan dalam bentuk garam hidroklorida (Pioglitazon hidroklorida), berupa serbuk kristalin berwarna putih tak berbau, dengan BM 392,90. ;Pioglitazon larut dalam dimetilformamida, sedikit larut dalam etanol anhidrat, sangat sedikit larut dalam aseton dan asetonitril, dan praktis tidak larut dalamair dan eter.

SUB KELAS TERAPI
Hormon, Obat Endokrin Lain dan Kontraseptik

FARMAKOLOGI
Farmakodinamik : ;Pioglitazon tidak secara langsung mempengaruhi sekresi insulin oleh sel-sel beta-Langerhans kelenjar pancreas, tetapi mempengaruhi fungsi sintetik insulin kelenjar pancreas.;Pioglitazon menurunkan resistensi insulin (meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin) dengan jalan berikatan dengan PPAR-alfa(????peroxisome proliferator activated receptor-gamma) di sel-sel otot, jaringan lemak, dan hati, meningkatkan jumlah protein;transporter glukosa, sehingga akhirnya meningkatkan uptake glukosa di jaringan-jaringan tersebut. ;Pioglitazon menurunkan kecepatan hidrolisis dan sekresi glukosa oleh sel-sel hati. Pioglitazon menurunkan kadar glukosa, insulin dan hemoglobin terglikasilasasi di dalam darah.;Pioglitazon juga menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar lipoprotein densitas tinggi (HDL) tanpa mengubah kadar kolesterol bebas dan lipoprotein densitas rendah (LDL) pada pasien dengan gangguan metabolisme lipid.;Pada diabetes model hewan, juga telah dibuktikan bahwa pioglitazon menurunkan hiperglisemia, hiperinsulinemia, dan hipertrigliseridemia yang merupakan karakteristik resistensi terhadap insulin.;Farmakokinetik : ;Pada pemberian piolitazon per oral pada pasien puasa, pioglitazon sudah dapat ditemukan dalam serum 30 menit setelah pemberian, dengan konsentrasi puncak tercapai 2 jam setelah pemberian. ;Makanan sedikit memperlambat tercapainya konsentrasi puncak dalam serum, hingga menjadi 3-4 jam setelah pemberian, tetapi tidak mempengaruhi banyaknya absorpsi. ;Konsentrasi total pioglitazon (pioglitazon + metabolit aktif) bertahan tetap tinggi selama 24 jam setelah pemberian dosis tunggal per oral. Konsentrasi steady state glitazon dan glitazon total (pioglitazon + metabolit aktif) tercapai dalam 7 hari.;Dalam kondisi steady state, dua diantara metabolit pioglitazon yang aktif secara farmakologis, yaitu Metabolit III (M-III) dand IV (M-IV), dapat mencapai konsentrasi serum lebih tinggi atau sama dengan pioglitazon. ;Baik pada orang sehat maupun penderita DM TIpe II, konsentrasi pioglitazon merupakan 30-50% dari konsentrasi puncak pioglitazon total, dan merupakan 20-25% dari area total dibawah kurva (AUC).;Volume distribusi (Vd/F) pioglitazon setelah pemberian dosis tunggal adalah 0,63 ± 0.41 (mean ± SD) L/kg berat badan. Pioglitazon sebagian besar terdapat dalam bentuk terikat pada protein (> 99%) dalam serum manusia, terutama terikat dgn albumin serum.;Pioglitazon juga terikat dengan protein serum yang lain, namun dengan afinitas yang lebih rendah. Metabolit M-III dan M-IV juga terikat secara ekstensif (> 98%) dengan albumin serum.;Pioglitazon dimetabolisme terutama melalui reaksi hidroksilasi dan oksidasi, dan kemudian sebagian dikonjugasikan dengan glukuronida atau sulfat. Metabolit M-II dan M-IV (turunan hidroksi dari pioglitazon) dan M-III (turunan keto dari pioglitazon) ;masih memiliki aktivitas farmakologis. ;Setelah pemberian per oral, hanya sekitar 15-30% pioglitazon dapat ditemukan dalam urin. Eliminasi pioglitazon melalui ginjal dapat diabaikan, obat ini terutama diekskresikan dalam bentuk metabolitnya. ;Ada dugaan bahwa sebagian besar pioglitazon yang diberikan per oral diekskresikan melalui empedu, baik dalam bentuk asal maupun metabolitnya, yang kemudian akan dikeluarkan bersama feses. ;Waktu paruh eliminasi pioglitazon dan pioglitazon total (pioglitazon + metabolit aktif) dari serum masing-masing berkisar antara 3 sampai 7 jam dan antara 16 sampai 24 jam.

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan pada suhu kamar (15° – 30°C), di tempat kering, jauh dari lembab dan cahaya matahari langsung

KONTRA INDIKASI
• Hipersensitif terhadap pioglitazon atau golongan tiazolidindion lainnya;• Gagal jantung, karena dapat memperberat edema;• Riwayat pembengkakan/edema pada lengan, paha, tungkai, atau bagian-bagian tubuh lain;• Gangguan fungsi hati;• Ketoasidosis diabetic;• Penurunan Hb, hematokrit dan bilirubin;• Hamil;• Menyusui

EFEK SAMPING
- Dapat menurunkan efektivitas/menggagalkan efek kontrasepsi oral;- Mempermudah infeksi sinus atau saluran pernafasan;- Sesak nafas;- Sakit kepala;- Nyeri otot;- Nyeri pada geligi atau mulut;- Sakit tenggorokan;- Nyeri lambung;- Diare;- Mual, muntah;- Mudah lelah, lemas;- Mengantuk;- Keringat dingin;- Tremor;- Bengkak pada lengan, paha atau kaki;- Urin berwarna kuning gelap atau coklat;- Kulit atau putih mata menjadi kuning;- Gatal atau merah pada kulit;- Detak jantung lambat;- Sering cemas, bingung, sukar berkonsentrasi;- Berat badan bertambah

INTERAKSI MAKANAN
Makanan sedikit memperlambat tercapainya konsentrasi puncak dalam serum, hingga menjadi 3-4 jam setelah pemberian, tetapi tidak mempengaruhi banyaknya absorpsi. ;Obat herbal yang dapat mempengaruhi efektivitas pioglitazon, antara lain fenugreek, ginseng, dan gymnema

INTERAKSI OBAT
• Pioglitazon dapat menurunkan efektivitas/menggagalkan efek kontraseptif oral yang digunakan, dan menyebabkan ovulasi;• Dapat mempercepat eliminasi dari beberapa obat tertentu, antara lain: eritromisin, calcium channel blockers (misalnya Cardizem), cisapride, kortikosteroid, siklosporin, takrolimus, triazolam, trimetreksat, dan inhibitor HMG-KoA reduktase;(contoh, Lipitor), sehingga menurunkan efektivitasnya;• Obat-obat yang dapat meningkatkan atau menurunkan kadar gula darah, antara lain: alkohol, ACE inhibitor (antara lain kaptopril, enalapril, lisinopril), inhibitor antiretroviral protease (misalnya: indinavir, ritonavir, saquinavir), aspirin and aspirin-;like drugs, baklofen, beta-blockers (misalnya atenolol, metaprolol, propanolol), obat-obat anti depresi, chromium, cisapride, clonidine, siklosporin, diazoxide, disopyramide, epinephrine, hormon seks perempuan (misalnya estrogen, progestins, pil KB),;hormon seks laki-laki atau hormon anabolik, hormon kortikosteroid (prednisone, kortison), hormon tiroid, turunan asam fibrat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah (misalnya fenofibrate dan gemfibrozil), glukagon, hormon pertumbuhan;(somatropin), guanetidin, isoniazid, lithium, metoklopramid, niasin, nikotin, oktreotid, pentamidin), fenitoin, antibiotika quinolone (misalnya : siproloksasin, levofloksasin, ofloksasin), sulfonamid, takrolimus, tegaserod, diuretika, atorvastatin,;oesntan, itrakonazol, ketokonazol, midazolam, nifedipin, topiramat;• Obat hipoglikemik oral lain, insulin

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko kehamilan FDA : C;Tidak disarankan untuk wanita hamil

PENGARUH MENYUSUI
Pada percobaan dengan hewan dapat dibuktikan bahwa pioglitazon dapat ditemukan dalam air susu induk tikus yang diberi pioglitazon per oral. Walaupun belum diketahui bagaimana efek klinisnya, namun pioglitazon tidak disarankan untuk ibu menyusui

PARAMETER MONITORING
Kadar glukosa darah puasa : 80–120mg/dl;Kadar hemoglobin A1c : <100mg/dl;Gejala hipoglikemia

BENTUK SEDIAAN
Tablet eq 15 mg Basa, eq 30 mg Basa, eq 45 mg Basa

PERINGATAN
Pioglitazon dapat menggagalkan efek kontraseptif oral yang digunakan, dan menyebabkan ovulasi.;Pioglitazon dapat menyebabkan retensi cairan apabila digunakan tunggal ataupun dalam kombinasi dengan OHO lain ataupun insulin. Retensi cairan dapat penyebabkan atau memperparah kondisi gagal jantung. ;Oleh sebab itu pasien yang mendapat terapi pioglitazon harus diobservasi terhadap tanda-tanda dan gejala gagal jantung.

INFORMASI PASIEN
• Jangan konsumsi obat lain tanpa seizin dokter atau apoteker. ;• Obat ini hanya berperan sebagai pengendali diabetes, bukan penyembuh.;• Obat ini hanya faktor pendukung dalam pengelolaan diabetes, faktor utamanya adalah pengendalian diet (pola makan) dan olah raga;• Konsumsi obat sesuai dosis dan aturan pakai yang diberikan dokter;• Monitor kadar glukosa darah sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter;• Jika Anda merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing, lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat, segera hubungi dokter.;• Jika Anda sudah pernah mengalami hipoglikemia, selalu bawa sekantung kecil gula jika Anda bepergian. Segera makan gula begitu Anda mendapat serangan hipoglikemia.;• Laporkan pada dokter jika Anda berencana untuk hamil;• Obat ini tidak boleh dikonsumsi semasa hamil atau menyusui, kecuali sudah diizinkan oleh dokter.

MEKANISME AKSI
Menurunkan resistensi insulin (meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin) dengan jalan berikatan dengan PPAR-??alfa ??peroxisome proliferator activated receptor-gamma) di sel-sel otot, jaringan lemak, dan hati, mening¬katkan jumlah;protein transporter glukosa, sehingga akhirnya meningkatkan uptake glukosa di jaringan-jaringan tersebut.

{BOTTOM}