informasiobat.com

QUETIAPIN

NAMA GENERIK
Quetiapin

NAMA KIMIA
Quetiapine fumarate, 2-[2-(4-Dibenzo[b,f][1,4]thiazepin-11-yl-l-piperazinyl)ethoxy]ethanol fumarate

STRUKTUR KIMIA
(C21H25N3O2S)2.C4H4O4

SUB KELAS TERAPI
Psikofarmaka

NAMA DAGANG
Seroquel

INDIKASI
Shcizofrenia, mania akut yang berkaitan dengan gangguan bipolar, autis dan psikosis pada anak

FARMAKOLOGI
Mekanisme kerja belum diketahui pasti, mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). ;Obat ni mengantagonis beberapa reseptor di otak: serotonin 5-HT1A, 5-HT2, dopamin D1 dan D2, histamin H1, alfa 1 dan alfa2 adrenergik; tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. ;Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin, antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik. ;Absorpsi oral cepat, Vd 104 l/kg,;Ikatan protein 83%, metabolisme terutama di hati lewat CYP3A4 membentuk metabolit yang tidak aktif. ;Bioavailabilitas 9%4%, bioavailabilitas relatif tablet terhadap larutan 100%. ;Waktu paruh eliminasi rata-rata sekitar 6 jam di akhir. ;Tmaks. : 1,5 jam, ekskresi lewat urin; 73% sebagai metabolit,

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap quetiapin atau komponen-komponen lain formulasi; depresi SSP berat; penekanan sumsum tulang; diskrasia darah; penyakit hati berat; koma.

EFEK SAMPING
> 10% : ;SSP : agitasi, pusing sakit kepala, somnolens; ;Endokrin & metabolisme : peningkatan kolesterol, peningkatan trigliserida;Saluran cerna: penambahan berat badan (bergantung dosis), xerostomia (mulut kering). ;1%-10% : ;Kardiovaskular :hipotensi postural, takikardia, palpitasi, udem perifer;SSP : cemas, demam, nyeri; ;Kulit : rash ; ;Saluran cerna : nyeri perut (bergantung dosis), konstipasi, dispepsia (bergantung dosis), anoreksia, muntah, gastroenteritis; ;Darah : leukopenia;;Hati : peningkatan AST, ALT dan GGT;Otot-saraf : disartria, nyeri belakang, lemah, tremor, hipertonia; ;Mata: amblifobia (penglihatan kabur); ;Pernafasan : rinitis, faringitis, batuk, dispnea; ;Lain-lain : diaforesis (berkeringat), sindroma seperti flu. ;< 1% (hanya yang berbahaya) : ;Agranulositosis, anafilaksis, diabetes melitus, hiperglikemia, hiperlipidemia, hiponatremia, hipotiroid, peningkatan selera makan, peningkatan salivasi, gerakan yang tidak disadari, leukositas, neutropenia, ;fotosensitifitas, perpanjangan interval QT, rash, rabdomiolosis (lisis otot skelet), SIADH (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone ), sindroma Steven Johnson, diskinesia tardif (gangguan gerakan yang disadari ;yang tetap ada walau obat dihentikan), vertigo.

INTERAKSI OBAT
Quetiapin, meningkatkan efek lorazepam, Efek obat-obat yang bekerja di pusat, sedatif, etanol, anti hipertensi dapat dikuatkan oleh quetiapin. ;Antifungi golongan azol, siprofloksasin, klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, isoniasid, nikardipin, propofol, protease inhibitor, kuinidin, verapamil meningkatkan serum quetapin hingga 335%. ;Asam valproat meningkatkan serum plasma maksimum rata-rata 17%. Simetidin meningkatkan kadar quetapin di darah. Metoklopramid dapat meningkatkan sindroma ekstra piramidal. ;Tioridfazin meningkatkan bersihan quetapin sehingga kadar di serum menurun. Aminoglutetimid, karbamasepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin menurunkan efek quetiapin.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C ;Dicurigai bersifat teratogenik.

PENGARUH MENYUSUI
Ekskresi ke ASI tidak diketahui; tidak direkomendasikan

BENTUK SEDIAAN
Tablet 25 mg, 100 mg, 200 mg.

INFORMASI PASIEN
Obat ini untuk mengobati gangguan psikosis seperti sizoprenia. Katakan ke dokter bila pernah alergi dengan obat ini atau dengan obat atau makanan lain. Gunakan obat sesuai anjuran dokter. ;Kadang obat ini harus digunakan beberapa minggu sebelum efek penuh dicapai. Bila lupa meminum obat ini yang aturan pakainya satu tablet pada malam hari, jangan meminumnya pagi hari kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter. ;Bila digunakan lebih dari satu dosis/tablet per hari, segera minum obat bila lupa, tetapi bila sudah dekat dengan waktu minum kedua, tinggalkan dosis pertama dan mulai dengan dosis reguler. ;Jangan hentikan minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Konsultasikan dengan dokter bila memakan obat lain. Bila merasakan reaksi yang tidak menyenangkan/mengganggu karena memakan obat ini konsultasikan dengan dokter. ;Simpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak.

MEKANISME AKSI
Mekanisme kerja belum diketahui pasti, mungkin bekerja melalui kerja antogonis pada reseptor dopamin D2 dan serotonin tipe 2 (5-HT2). ;Obat ini mengantagonis beberapa reseptor di otak : serotonin 5-HT1A, 5-HT2, dopamin D1 dan D2, histamin H1, alfa 1 dan alfa2 adrenergik; tidak mempengaruhi reseptor kholinergik dan benzodiasepin. ;Kerja antagonis pada dopamin dan 5-HT2 menjelaskan beberapa efek quetiapin, antagonis H1 mengakibatkan somnolen. Sedangkan kerja antagonis pada alfa adrenergik menimbulkan hipotensi ortostatik.