informasiobat.com

RANITIDIN

NAMA GENERIK
Ranitidin

NAMA KIMIA
Ranitidin : NN-Dimethyl-5-[2-(1-methylamino-2-nitrovinylamino)ethylthiomethyl]furfurylamine ; Ranitidin hidroklorida

STRUKTUR KIMIA
(C13H22N4O3S), C13H22N4O3S,HCl. (1)

SIFAT FISIKOKIMIA
Ranitidin hidroklorida (USP 29) : serbuk kristalin berwarna putih sampai kuning pucat, praktis tidak berbau. Sangat mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam alkohol. Larutan 1% dalam air mempunyai pH 4,5-6,0. ;Penyimpanan (serbuk) : dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya

SUB KELAS TERAPI
Obat Untuk Saluran Cerna

FARMAKOLOGI
Absorpsi oral : 50%. Distribusi : volume distribusi untuk fungsi ginjal normal : 1,7 L/kg; Clcr 25-35 ml/menit:1,76 L/kg; penetrasi melalui sawar darah otak minimal; berdistribusi ke dalam ASI; ikatan dengan protein 15%; ;dimetabolisme di hati menjadi metabolit N-oksida, S-oksida, dan N-desmetil. Bioavailabilitas oral : 48%. ;Waktu paruh eliminasi oral : untuk fungsi ginjal normal : 2,5-3 jam; Clcr 25-35 ml/menit:4-8 jam; waktu paruh eliminasi IV untuk fungsi ginjal normal : 2-2,5 jam. ;Waktu untuk mencapai kadar puncak dalam serum : oral : 2-3 jam, IM : <=15 menit. Ekskresi : di dalam urin : oral = 30%, IV = 70%(dalam bentuk tak berubah), feses (sebagai metabolit). (3)

STABILITAS PENYIMPANAN
Vial injeksi disimpan pada suhu antara 4C-30C, terlindung dari cahaya. Larutan jernih tak berwarna sampai berwarna kuning; warna yang agak tua tidak mempengaruhi potensi. Kantung premixed disimpan pada suhu antara 2C-25C, ;terlindung dari cahaya. Sirup disimpan pada suhu antara 4C-25C, terlindung dari cahaya. ;Tablet disimpan di tempat kering pada suhu antara 15C-30C, terlindung dari cahaya. Larutan injeksi dalam vial dapat dicampur dengan normal saline atau larutan dekstrosa 5% dalam air, larutan stabil selama 48 jam pada suhu kamar. ;Injeksi bolus intermiten diencerkan sampai maksimum 2,5 mg/ml. ;Infus intermiten diencerkan sampai dengan maksimum 0,5 mg/ml. jangan menambahkan obat lain ke dalam kantung premixed

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap ranitidin atau bahan-bahan lain dalam formulasi.

EFEK SAMPING
Terbatas dan tidak berbahaya: aritmia, vaskulitis, pusing, halusinasi, sakit kepala, confusion, mengantuk, vertigo, eritema multiforme, kemerahan, pankreatitis, anemia haemolitic acquired, agranulositosis, anemia aplastik, granulositopenia, leukopenia, ;trombositopenia, pansitopenia, gagal hati, anafilaksis, reaksi hipersensitivitas

INTERAKSI MAKANAN
Makanan tidak mengganggu absorpsi ranitidin.

INTERAKSI OBAT
Meningkatkan efek/toksisitas siklosporin (meningkatkan serum kreatinin), gentamisin (blokade neuromuskuler), glipizid, glibenklamid, midazolam (meningkatkan konsentrasi), metoprolol, pentoksifilin, fenitoin, kuinidin, triazolam. ;Mempunyai efek bervariasi terhadap warfarin. Antasida dapat mengurangi absorpsi ranitidin. Absorpsi ketokonazol dan itrakonazol berkurang; dapat mengubah kadar prokainamid dan ferro sulfat dalam serum, mengurangi efek nondepolarisasi relaksan otot, ;cefpodoksim, sianoklobalamin (absorpsi berkurang), diazepam dan oksaprozin, mengurangi toksisitas atropin. Penggunaan etanol dihindari karena dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung.

PENGARUH HASIL LAB
Berinteraksi dengan tes sekresi asam lambung, tes alergi pada kulit menggunakan ekstrak alergen, serum kreatinin, tes protein urin.

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori B. Ranitidin menembus plasenta, efek teratogenik pada fetus belum dilaporkan. Hati-hati bila digunakan pada kehamilan.

PENGARUH MENYUSUI
Ranitidin berdistribusi ke dalam ASI; gunakan dengan berhati-hati.

PARAMETER MONITORING
AST, ALT, serum kreatinin, fungsi ginjal, foecal occult blood.

BENTUK SEDIAAN
Tablet 75 mg, 150 mg, Kaplet 300 mg, Sirup 75 mg/5ml (60 ml, 100 ml, 150 ml), Ampul 25 mg/ml (2 ml)

PERINGATAN
Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati; dibutuhkan penyesuaian dosis pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal; hindari penggunaan pada pasien dengan sejarah porfiria akut (dapat memicu serangan); ;terapi jangka panjang mungkin berhubungan dengan defisiensi vitamin B12; keamanan dan efikasi belum ditetapkan untuk pasien anak-anak usia<1 bulan.

INFORMASI PASIEN
Dosis oral ranitidin dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Bila obat ini digunakan untuk mencegah heartburn, obat diminum 30-60 menit sebelum makan atau minum apapun yang dapat menyebabkan heartburn.;Pasien seharusnya tidak menggunakan obat ini bila alergi terhadap ranitidin, simetidin, atau nizatidin

MEKANISME AKSI
Menghambat secara kompetitif histamin pada reseptor H2 sel-sel parietal lambung, yang menghambat sekresi asam lambung; volume lambung dan konsentrasi ion hidrogen berkurang. ;Tidak mempengaruhi sekresi pepsin, sekresi faktor intrinsik yang distimulasi oleh penta-gastrin, atau serum gastrin.

MONITORING
Gejala dan tanda-tanda gangguan tukak peptik, efek samping obat, darah lengkap, perbaikan endoskopi

{BOTTOM}