informasiobat.com

REPAGLINID

NAMA GENERIK
Repaglinid

NAMA KIMIA
S(+)2-ethoxy-4(2((3-methyl-1-(2-(1-piperidinyl) phenyl)-butyl) amino)-2-oxoethyl) benzoic acid.

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk putih atau putih tulang (off white), dengan BM 452,6

SUB KELAS TERAPI
Hormon, Obat Endokrin Lain dan Kontraseptik

FARMAKOLOGI
Mempunyai efek hipoglikemik ringan sampai sedang. Repaglinid dapat diberikan tunggal atau dikombinasi bersama OHO lain, misalnya metformin, pioglitazon atau rosiglitazon.;Repaglinida menurunkan kadar glukosa darah dengan jalan merangsang sekresi insulin dari kelenjar pankreas. Aksi ini sangat bergantung pada sel-sel beta-Langerhans yang masih dapat berfungsi baik.;Sekresi insulin yang terjadi bergantung pada kadar glukosa darah, apabila kadar glukosa darah rendah, maka sekresi insulin yang dirangsang repaglinida juga rendah. ;Repaglinida menutup ATP-dependent potassium channels pada sel-sel beta-Langerhans. Penutupan potassium channels ini akan men-depolarisasi sel-sel beta, yang akan meyebabkan pembukaan channel kalsium.;Peningkatan influx kalsium akan mengakibatkan induksi sekresi insulin. Mekanisme channel ion ini sangat selektif jaringan dengan afinitas rendah untuk otot jantung dan otot rangka.;Diabsorpsi sempurna dengan cepat setelah pemberian per oral. Setelah pemberian dosis tunggal atau majemuk, baik pada orang sehat maupun penderita diabetes tipe 2, kadar puncak dalam plasma (Cmax) tercapai dalam 1 jam (Tmax). ;Repaglinida juga diekskresi secara cepat melalui ginjal, waktu paruh eliminasi dari darah sekitar 1 jam. Nilai tengah (mean) ketersediaan hayati absolut sekitar 56%. Ketika repaglinida diberikan bersama makanan, nilai tengah Tmax tidak berubah, ;tetapi nilai tengah Cmax dan AUC (area under curve waktu/konsentrasi plasma) menurun, masing-masing 20% dan 12.4%. Setelah pemberian intra vena pada subyek yang sehat, volume distribusi pada keadaan steady state (Vss) sebesar 31 L,;dan klirens tubuh total (CL) sebesar 38 L/jam. Pengikatan pada protein serum terutama albumin lebih besar dari 98%. Repaglinida dimetabolisme sempurna melalui reaksi biotransformasi oksidatif yg dilanjutkan dengan konjugasi langsung dgn asam glukuronat.;Jalur biotransformasi ini berlangsung baik pada pemberian per oral maupun intra vena. Metabolit utama adalah sebuah senyawa amin aromatik (M1), turunan asam dikarboksilat teroksidasi (M2), dan asil glukuronida (M7). ;Enzim pemetabolisme utama adalah sistem enzim sitokrom oksidase (CYP), terutama CYP2C8 dan CYP3A4, yang terlibat pada reaksi N-dealkilasi repaglinida menjadi M2 dan oksidasi selanjutnya menjadi M1. ;Metabolit-metabolit ini tidak memiliki efek hipoglikemik. 96 jam setelah pemberian dosis tunggal per oral, lebih kurang 90% repaglinida sudah diekskresikan melalui feses dan sekitar 8% melalui urin. ;Hanya 0,1% dari repaglinida yang diekskresikan melalui urin terdapat dalam bentuk senyawa asal, 60% merupakan metabolit M2. Di feses hanya sekitar 2% yang merupakan senyawa asal.

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan dalam wadah kedap udara, di tempat kering suhu tidak lebih dari 25C, jauhkan dari sinar matahari langsung

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap repaglinida, ketoasidosis diabetic dengan atau tanpa koma, diabetes tipe 1

EFEK SAMPING
Efek samping yang mungkin terjadi adalah keluhan saluran cerna, antara lain diare, konstipasi, mual, muntah. Juga dapat terjadi nyeri otot. Sebagaimana OHO lainnya, hipoglikemia dapat terjadi jika terapi tidak terkontrol dengan baik. ;Ciri-ciri hipoglikemia antara lain pusing, pucat, gemetar dan keluar keringat dingin. Hipoglikemia berat dapat menyebabkan hilang kesadaran dan kerusakan pada otak.

INTERAKSI OBAT
Karena repaglinida terutama dimetabolisme oleh CYP2C8 dan CYP3A4, maka semua senyawa yang merupakan inhibitor atau inductor CYP2C8 dan CYP3A4 dapat berinteraksi farmakologis dengan repaglinida. Obat-obat yang merupakan inhibitor CYP3A4 antara lain;ketokonazol, itrakonazol, dan eritromisin. Obat-obat yang merupakan inhibitor CYP2C8 antara lain trimetoprim, gemfibrozil dan mentolukast.;Obat-obat yang merupakan induktor CYP3A4 dan/atau CYP2C8 antara lain rifampin, senyawa-senyawa barbiturate dan karbamazepin;- Gemfibrozil dan Itrakonazol: meningkatkan AUC, Cmax dan memperpanjang waktu paruh repaglinida, sehingga memperkuat dan memperpanjang efek hipoglikemik dari repaglinida.;- Rifampisin: menurunkan AUC dan Cmax repaglinida, sehingga menurunkan dan memperpendek efek hipoglikemik dari repaglinida.;- Levonorgestrel dan Etinilestradiol: meningkatkan Cmax repaglinida, Levonorgestrel dan Etinilestradiol, meningkatkan AUC Etinilestradiol, namun tidak mempengaruhi AUC repaglinida dan levonorgestrel.;- Simvastatin: meningkatkan Cmax repaglinida, sedangkan AUC tidak berubah.;- Klaritromisin: meningkatkan Cmax dan AUC repaglinida;- Trimetoprim: meningkatkan Cmax dan AUC repaglinida;Disamping itu, pemberian repaglinida bersama dengan obat-obat yang dapat meningkatkan atau menurunkan kadar glukosa darah juga harus dilakukan dengan hati-hati.;Pemberian repaglinida bersama dengan obat-obat yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah darah dapat menurunkan efek hipoglikemik repaglinida,;sebaliknya pemberian repaglinda bersama dengan obat-obat yang dapat menurunkan kadar glukosa darah dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglisemia;Obat-obat yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah antara lain: senyawa-senyawa tiazida dan diuretika lainnya, kortikosteroid, fenotiazin, hormone-hormon tiroid, estrogen, kontraseptif oral, fenitoin, asam nikotinat, isoniazida,;obat-obat simpatomimetika, dan calcium channel blocker.;Obat-obat yang dapat menurunkan kadar glukosa darah antara lain: NSAID (nonsteroidal anti-inflammatory drugs), senyawa-senyawa obat lain yang berikatan sangat kuat dengan protein, salisilat, sulfonamide, kloramfenikol, kumarin, probenesida,;inhibitor monoamine oksidase (MAO inhibitor), dan beta adrenergic blocker;Sebagai informasi tambahan, dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa repaglinida tidak berinteraksi farmakologis dengan nifedipin, warfarin, digoksin, dan teofilin.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko kehamilan FDA : C;Penggunaan OHO golongan sulfonilurea tidak dianjurkan pada wanita hamil.

PENGARUH MENYUSUI
Pada penelitian menggunakan hewan percobaan (tikus) diketahui bahwa repaglinida dapat masuk ke dalam air susu ibu, dan dapat menurunkan kadar glukosa darah bayi yang sedang disusui. Oleh sebab itu penggunaan repaglinida pada Ibu menyusui tidak dianjurkan

PARAMETER MONITORING
Kadar glukosa darah puasa : 80120mg/dl;Kadar hemoglobin A1c : <100mg/dl;Gejala hipoglikemia

BENTUK SEDIAAN
Tablet 0,5 mg, 1 mg, dan 2 mg

PERINGATAN
Pemberian repaglinida pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan/atau ginjal harus dilakukan dengan sangat hati-hati.;Repaglinida tidak diindikasikan untuk digunakan dalam kombinasi bersama NPH-insulin

INFORMASI PASIEN
Jangan konsumsi obat lain tanpa seizin dokter atau apoteker. ;Obat ini hanya berperan sebagai pengendali diabetes, bukan penyembuh.;Obat ini hanya faktor pendukung dalam pengelolaan diabetes, faktor utamanya adalah pengendalian diet (pola makan) dan olah raga;Konsumsi obat sesuai dosis dan aturan pakai yang diberikan dokter;Monitor kadar glukosa darah sebagaimana yang dianjurkan oleh dokter;Jika Anda merasakan gejala-gejala hipoglikemia (pusing, lemas, gemetar, pandangan berkunang-kunang, pitam (pandangan menjadi gelap), keluar keringat dingin, detak jantung meningkat, segera hubungi dokter.;Jika Anda sudah pernah mengalami hipoglikemia, selalu bawa sekantung kecil gula jika Anda bepergian. Segera makan gula begitu Anda mendapat serangan hipoglikemia.;Laporkan pada dokter jika Anda berencana untuk hamil;Obat ini tidak boleh dikonsumsi semasa hamil atau menyusui, kecuali dokter mempunyai pertimbangan lain.

MEKANISME AKSI
Menurunkan kadar glukosa darah dengan jalan merangsang sekresi insulin dari kelenjar pankreas.

{BOTTOM}