informasiobat.com

RIBAVIRIN

NAMA GENERIK
Ribavirin

NAMA KIMIA
1-?-D-ribofuranosyl-1H-1,2,4-triazole-3-carboxamide BM: 244.2

STRUKTUR KIMIA
C8H12N4O5

KETERANGAN
Nama lain : tribavirin

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih, bentuk polimorfisa, mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam alkohol, sukar larut dalam diklormetana.larutan 2% mempunyai PH 4-6,5

SUB KELAS TERAPI
Antivirus

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Kapsul oral: kombinasi dengan interferon alfa-2b Anak ≥ 3 tahun: hepatitisC kronik 15 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis pagi dan malam. 25-36 kg: 400 mg/hari terbagi dalam 2 dosis, 37-49 kg: 600 mg/hari terbagi dalam 2 dosis, 50-61 kg: 800 mg/kg/hari terbagi dalam 2 dosis, >61 kg: sama dengan dosis dewasa. Durasi terapi bervariasi. Dewasa:Kombinasi dengan interferon alfa-2b: ≤75 kg: 400mg pagi, 600 mg malam, > 75 kg600 mg pagi, 600 mg malam. Kombinasi dengan penterferon alfa-2b 400 mg sehari 2 kali. Penyesuaian dosis untuk toksisitas: pasien tanpa riwayat jantung: Hb<10 g/dl: anak turunkan dosis ke 7,5 mg/kg/hari, dewasa: turunkan menjadi 600 mg/hari. Hb <8,5 g/dl: anak dan dewasa: hentikan terapi secara permanen.Penyesuaian dosis gangguan ginjal: Cl kreatinin<50 ml/menit: kontraindikasi pemberian secara oral, dekompensasi hati(Child-Pugh kelas B dan C) kontraindikasi untuk menggunakan tablet ribavirin.

FARMAKOLOGI
Bioavailabilitas oral 64%. Distribusi kapsul oral, dosis tunggal: Vd 2825 L: distribusi diperpanjang nyata dalam eritrosit (16-40 hari), dapat digunakan sebagai tanda metabolisme intraseluler. Metabolisme : hati dan intrasel (membentuk metabolit aktif) mungkin dibutuhkan untuk kerja obat. Waktu paruh eliminasi: dewasa: oral: kapsul, dosis tunggal: 24 jam pada dewasa sehat,pada hepatitis C kronik 44 jam, meningkat sampai 298 jam pada steady state. Tablet dosis tunggal: 120-170 jam. waktu mencapai puncak kadar di serum: oral kapsul: dosis ganda: 3 jam, tablet 2jam. Ekskresi: kapsul oral: urin 61%, feses 12%.

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan pada suhu ruang yang terkontrol : 15 -30C

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap ribavirin atau komponen formula; perempuan menyusui yang tidak akan menggunakan kontrasepsi; kehamilan, suami perempuan hamil, Cl kreatinin <50 ml/menit; hemoglobinopati (talasemia major, sickle cell anemia), sebagai monoterapi terapi hepatitis C; pasien dengan hepatitis otoimun; tablet: pasien dengan penyakit hati dekompensasi ( Child-Pugh kelas B dan C).

EFEK SAMPING
Oral: semua ROTD sebagai penggunaan kombinasi dengan interferonalfa-2b atau interferon alfa2a: % penggunaan pada dewasa: >10%: SSP : Lemah (60-70%), sakit kepala (43-66%), demam (32-46%), insomnia(26-41%), depresi (20-36%), iritabilitas ( 23-32%), pusing (14-26%), konsentrasi terganggu (10-14%, emosi labil (7-12%. Dermatologi: Alopesia (27-36%), pruritis (13-29%), kulit kering (13-24%), ruam (5-28%), dermatitis (sampai 16%). Saluran cerna: mual (33-47%), anoreksia (21-32%), berat turun (10-29%), diare (10-22%), dispepsia (8-16%), muntah (9-14%), nyeri abdomen (8-13%), mulut kering (sampai 12%), nyeri di kuadran kanan atas perut ( sampai 12%). Hematologi: neutropenia (18-27%; 40% dengan adanya infeksi HIV), Penurunan Hb (25-36%), hiperbilirubinemia ( 24-34%), anemia ( 11-17%), limfopenia (12-14%), jumlah netrofil absolut <0,5 x 109/L (5-11%), trombositopenia (<1%-4%), anemia hemolisis (10-13%), penurun sel darah putih. Saraf-otot: mialgia ( 40-64%), kaku (40-48%), atralgia (22-34%, nyeri otot skelet (19-28%). Pernafasan: dispnea (13-26%), batuk (7-23%), faringitis (sampai 13%, sinusitis (sampai 12%), hidung tersumbat.; Lain-lain: gejala seperti flu (13-18%), infeksi virus (sampai 13%), peningkatan keringat (sampai 11%). 1-10%: kardiovaskuler : dada nyeri (5-9%), flushing (sampai 4%). SSP: perubahan mood(sampai 6%, bersamaan dengan infeksi HIV 9%), gangguan ingatan (sampai 6%), cemas (sampai 5%). Dermatologi: eksim(4-5%), Endokrin: hipotiroid (sampai 5%), Saluran cerna: perubahan rasa (4-9%), konstipasi (sampai 5%). Saluran genitalurinaria: gangguan menstruasi (sampai 7%), hati: hepatomegali( sampai 4%), saraf-otot: lemah (9-10%), backpain (5%). Mata: konjuntivitis (sampai 6%), penglihatan kabur (sampai 5%). Pernafasan: rinitis (sampai 8%), dispnea (sampai 7%). Lain-lain: infeksi jamur (sampai 6%). <1%: hanya yang penting atau mengancam jiwa: agresi, angina, cemas, anemia aplastik, aritmia, gangguan otoimun (lupuseritematosus sistemik, reamoid artritis, sarkoidosis), perdarahan serebral, kolangitis, kolitis, koma, diabetes melitus, dermatitis eksfoliatif, hati berlemak, gangguan/hilang pendengaran, perdarahan saluran cerna, gout, disfungsi hati, hiper/hipotiroid, hipersensitifits (shok anafilaksis,, angioedema, bronkokonstriksi, urtikaria), miositis, pankreatitis, ulkus peptikus, neuropati perifer, psikhosis, disfungsi pulmonal, embolisme pulmonal, aplasia sl merah, Steven Johnson syndrome, ide bunuh diri, bunuh diri, trombotik, trombositopenia purpura, test fungsi tiroid abnormal. ;

INTERAKSI MAKANAN
Makanan yang tinggi lemak meningkatkan AUC dan Cmax

INTERAKSI OBAT
Peningkatan efek/toksisitas: penggunaan ribavirin dengan analog nukleosoda dapat meningkatkan risiko hepatotoksisitas, laktat asidosis ( adefovir, didanosin, emtricitabin, entekavir, lamivudin, stavudin, zalcitabin, zidovudin). Penggunaan bersama didanosin meningkatkan risiko pankreatitis, dan neropati perifer disamping laktat asidosis. Hentikan terapi bila bila tanda toksisitas ada. Penggunaan bersama interferon alfa meningkatkan risiko anemia hemolisis. Menurunkan efek: ribavirin dapat menurunkan efek stavudin.

PENGARUH ANAK
Insiden anoreksia, sakit kepala, demam, ide bunuh diri, dan muntah lebih tinggi pada anak-anak.;Efikasi dan keamanan untuk anak < 3 tahun belum diketahui

PENGARUH HASIL LAB
Tidak ada data

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko X. Efek teratogenik nyata telah terlihat pada semua hewan coba pada dosis 0,01 kali dosis maksimum harian yang direkomendasikan pada manusia.Kontra indikasi pada perempuan hamil. Uji kehamilan yang negatif dibutuhkan sebelum dimulai terapi dan setiap bulan berikutnya.Hindari kehamilan pada pasien perempuan atau patner pasien laki-laki.;Teruskan kontrasepsi sampai paling tidak 6 bulan sesudah terapi lengkap. Bila kehamilan terjadi selama penggunaan atau dalam 6 bulan sesudah terapi, laporkan.

PENGARUH MENYUSUI
Ekskresi di ASI tidak diketahui, tidak direkomendasikan.

PARAMETER MONITORING
Hb, hematokrit (sebelum, 2 dan 4 minggu sesudah dimulai terapi), test kehamilan sebelum dan setiap bulan terapi, test fungsi hati, TSH, serum HCV RNA; EKG sebelum terapi dengan kondisi penyakit jantung, pemeriksaan gigi.

BENTUK SEDIAAN
Kapsul 200 mg dan 100 mg.

PERINGATAN
Efek teratogenik nyata pada seluruh hewan coba. Monoterapi tidak efektif untuk infeksi hepatitis C kronik. Anemia hemolisis adalah toksisitas nyata, biasanya terjadi dalam 1-2 minggu.;Penggunaan pada pasien yang menggunakan ventilasi mekanik harus berhati-hati karena presipitasi obat pada alat respirasi akan mengganggu keamanan dan keefektifan ventilasi pasien. Pemburukan tiba-tiba fungsi respirasi telah terobservasi.

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Ingatkan pasien untuk tidak hamil selama dan samapai 6 bulan sesudah terapi. Ribavirin bila dikombinasi dengan interferon alfa-2b dapat digunakan dengan atau tanpa makanan, tetapi harus digunakan dengan aturan penggunaan yang konsisten, selalu dimakan bersama makanan atau selalu tanpa makanan. Bila digunakan dengan peginterferon alfa 2b, kapsul harus dimakan dengan makanan.

MEKANISME AKSI
Menghambat replikasi virus RNA dan DNA.; Menghambat aktivitas RNA polymerase virus influenza dan menghambat dimulainya dan perpanjangan fragmen RNAsehingga sintesa protein virus dihambat.

MONITORING
Tidak ada data

DAFTAR PUSTAKA
1. Lacy CF, Armstrong LL, Goldman MP, Lance LL.Drug Information Handbook 17th ed. (2008),Lexi-Comp Inc. Ohio. 2. Sweetman SC.Blake PS., McGlashan JM., Neathercoat GC., Parson AV., et.al. Martindale: The Complete Drug Reference 24th ed. 2005, Pharmaceutical Press great Britain. 3.http://www.drugs.com/pro/html. 4. Fauzi Kasim, Yulia Trisna, Kosasih, ISO Indonesia vol.43 2008. PT.ISFI penerbitan, Jakarta. 5. Tatro DS, Bolgsdorf RL., Catalano JT., KLahl JC, Lopez JR., Frederick K., Et.Al. A to Z Drug Fact, 2003. Ovid.

{BOTTOM}