informasiobat.com

SEFIKSIM

NAMA GENERIK
Sefiksim

NAMA KIMIA
(Z)-7-[2-(2-aminothiazol-4-yl)-carbomethoximino)acetamido]-3-vinyl-3-cephem-4-carboxylic acid trihydrate

STRUKTUR KIMIA
C16H15N5O7S2,3H2O

KETERANGAN
pH 5%larutan dalam air : 2.6-4.1

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk putih atau hampir berwarna putih, agak higroskopik, sulit larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol dehidrasi, praktis tidak larut dalam etil asetat, mudah larut dalam metil alkohol.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

NAMA DAGANG
Cefixime OGB Dexa; Cefspan; Ceptik; Comsporin; Fixacef; Fixep; Fixiphar; Lanfix; Maxpro; Simcef; Sofix; Spancef; Spaxim; Sarcef; Tocef

INDIKASI
Pengobatan infeksi pada saluran urin, otitis media, infeksi saluran nafas termasuk suspek dari S. pneumonia dan S. Pyogenes, H. Influenza dan beberapa Enterobacteriaceae; tidak termasuk N. Gonorrhoeae gonorrhea pada serviks dan ureter

FARMAKOLOGI
a. Absorbsi : 40-50%;b. Distribusi : Didistribusikan secara luas di dalam tubuh dan mencapai efek pada konsentrasi terapi dalam jaringan dan cairan tubuh, termasuk cairan sinovial, perikardial, pleural dan cairan peritonial, empedu, sputum, ;urin tulang, jantung, saluran empedu, kulit dan jaringan lunak.;c.Ikatan Protein : 65%;d Waktu paruh eliminasi : pada fungsi ginjal normal : 3-4 jam; pada kerusakan ginjal : diatas sampai lebih dari 11,5 jam;e.Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak pada serum : 2-6 jam, lebih lama dengan adanya makanan;f. Ekskresi : Urin (50% diabsorbsi dari dosis sebagai obat aktif); feses (10%).

STABILITAS PENYIMPANAN
a. Stabilitas : Setelah dilarutkan, suspensi dapat stabil selama 14 hari jika disimpan pada suhu ruang atau lemari pendingin;b. Penyimpanan : pada kemasan tertutup rapat dan terlindung dari cahaya.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap sefiksim, komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lain

EFEK SAMPING
10% : Saluran cerna : Diare (16%);2-10% : Abdominal pain, mual, dispepsia, perut kembung(flatulense), ;2% : Gagal ginjal akut, reaksi anafilaktik, angioderma, peningkatan BUN, kandidiasis, peningkatan kreatinin, pusing, demam, sakit kepala, hepatitis, hiperbilirubinemia, erythema multiforme, facial edema, demam, jaundice, leucopenia, ;pruritus, colitis pseudomembran, rash, seizure, menyerupai serum sickness, sindrome Stevens-Johnson,trombositopenia,urtikaria, vaginitis, muntah.;Dilaporkan reaksi dengan sefalosporin lain termasuk agranulositosis, kolitis, nefritis intertisial,pendarahan, anemia aplastik dan hemolitik, pansitopenia, disfungsi ginjal, superinfeksi, nefrotoksik.

INTERAKSI MAKANAN
Dapat diberikan bersamaan atau tanpa makanan, pemberian bersamaan makanan akan mengurangi rasa tertekan pada perut.

INTERAKSI OBAT
Menigkatkan efek/toksisitas :; Amonoglikosida dan furosemida kemungkinan terjadi nefrotoksisitas karena aditif; Probenesid dapat meningkatkan konsentrasi sefiksim; Sefiksim meningkatkan kadar karbamazepin; Sefiksim dapat meningkatkan waktu pembekuan darah jika diberikan bersama warfarin.

PENGARUH HASIL LAB
Positif pada tes Coombs langsung, positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Bennedict, larutan Fehling), positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : B

PENGARUH MENYUSUI
Dieksresi melalui ASI dengan mekanisme yang belum diketahui, sehingga pemberian sefiksim pada wanita menyusui tidak direkomendasikan

PARAMETER MONITORING
Pada penggunaan/terapi lama, monitor secara berkala fungsi ginjal dan hati; observasi tanda dan gejala anafilaktik selama pemberian dosis pertama

BENTUK SEDIAAN
Sirup Kering Untuk Dilarutkan Menjadi Suspensi 100 mg/5ml (50 ml, 75 ml, 100 ml)

PERINGATAN
Penyesuaian dosis pada pasien gangguan ginjal.; Penggunaan lama mengakibatkan superinfeksi.; Penggunaan pada pasien dengan riwayat alergi penisilin terutama reaksi IgE mediated (anafilaksis, urtikaria)

INFORMASI PASIEN
a. Bentuk sediaan yang diberikan;b. Cara pemakaian : diberikan bersama makanan;c. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat;d. Interaksi yang mungkin terjadi;e. Cara penyimpanan

MEKANISME AKSI
Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein - penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga ;menghambat biosintesis dinding sel. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.