informasiobat.com

SEFOTAKSIM

NAMA GENERIK
Sefotaksim

NAMA KIMIA
(7R)-7-[(Z)-2-(aminothiqzol-4-yl)-2-(methoxyimino)acetamido]cephalosporonate

STRUKTUR KIMIA
C16H16N5NaO7S2

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk berwarna putih atau hampir kuning, higroskopik.Larut baik dalam air, larut sebagian dalam metil alkohol.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

FARMAKOLOGI
a. Absorbsi : ;b. Distribusi : luas pada jaringan tubuh dan cairan termasuk aqueous humor, cairan asites dan cairan prostat, tulang; penetrasi CFS baik jika ada inflamasi meningitis; menembus plasenta; masuk kedalam ASI.;c. Metabolisme : sebagian dimetabolisme di hati menjadi metabolit aktif deasetilsefotaksim.;d. Waktu paruh eliminasi :; Cefotaxim : Neonatus premature < 1 minggu : 5-6 jam; neonatus < 1 minggu : 2-3,4 jam ; Dewasa : 1-1,5 jam; diperpanjang untuk pasien dengan kerusakan hepar dan/atau ginjal; Desacetylcefotaxime : 1,5-1,9 jam; diperpanjang untuk pasien dengan kerusakan hepar dan/atau ginjal;f. Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak plasma : pada pemberian melalui I.M. 30 menit.;g. Ekskresi : melalui urin sebagai zat aktif dan metabolit.

STABILITAS PENYIMPANAN
Larutan rekonstitusi stabil selama 12-24 jam pada suhu kamar, selama 7-10 hari jika disimpan dalam lemari pendingin dan 13 hari jika disimpan beku.;I.V. infuse dalam NS atau D5W stabil :;Selama 24 jam pada suhu kamar, 5 hari dilemari pendingin dan 3 minggu jika disimpan beku pada wadah Vianflex

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap sefotaksim, komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lainnya.

EFEK SAMPING
1% - 10% :;Kulit : rash, pruritus;Saluran cerna : Saluran cerna : kolitis, diare, mual dan muntah;Lokal : sakit pada tempat suntikan; <1% :;Anafilaksis dan aritmia (setelah pemberian injeksi I.V kateter pusat), peningkatan BUN, kanidiasis,kreatinin meningkat, eusinophilila, erythema multiforme, demam, sakit kepala, interstitial nephritis, neutropenia, phlebitis, ;pseudomembranous colitis, sindrom Stevens-Johnson, trombositopenia, transaminases meningkat, toxic epidermal necrolysis, urtikaria, vaginitis.; Dilaporkan juga adanya reaksi ESO dari sefalosporin lainnya :;Agranulositosis, anemia hemolitik, pendarahan, pancytopenia, disfungsi ginjal, pusing, superinfeksi, toxic nephropathy.

INTERAKSI OBAT
Probenecid dapat menurunkan eliminasi sefalosporin sehingga meningkatkan konsentrasi sefalosporin dalam darah.; Kombinasi Furosemid, Amonoglikosida dengan Cefotaxim dapat meningkatkan efek nefrotoksik

PENGARUH HASIL LAB
Positif pada tes Coombs langsung, positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict, larutan Fehling), positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : B

PENGARUH MENYUSUI
Sefotaksim didistribusikan ke dalam air susu sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian.

PARAMETER MONITORING
Observasi tanda dan gejala anafilaksis selama dosis pertama; CBC dengan differential (terutama pada pemakaian lama).

BENTUK SEDIAAN
Infus Sebagai Sodium Dilarutkan Dalam D5W 1 g (50 ml), 2 g (50 ml);Injeksi Bentuk Serbuk Untuk Dilarutkan, Sebagai Sodium 500 mg, 1 g, 2 g, 10 g, 20 g;Claforan 500 mg, 1 g, 2 g, 10 g (Mengandung Sodium 50,5 mg (2,2 mEq) Setiap 1 g)

PERINGATAN
Penyesuaian dosis untuk pasien dengan penurunan fungsi ginjal.; Penggunaan dalam waktu lama dapat mengakibatkan superinfeksi.; Arithmia dilaporkan terjadi pada pasien yang diberikan injeksi dengan injeksi bolus via central line.; Pasien dengan riwayat alergi terhadap penisilin khususnya reaksi IgE (anafilaktik, urtikaria); Dapat terjadi antibiotic-associated colitis atau colitis secondary menjadi C. difficile

INFORMASI PASIEN
a. Bentuk sediaan yang diberikan :; Infus sebagai sodium. Dilarutkan dalam D5W : 1g/50mL; 2 g/50 mL; Injeksi sebagai sodium dalam bentuk serbuk untuk dilarutkan : 500 mg, 1 g, 2 g, 10, 20g.;b. Cara pemakaian :; Diberikan dengan IVP diatas 3-5 menit.; I.V. infus intermitten diatas 3-5 menit.;c.Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat;d Interaksi yang mungkin terjadi;e.Cara penyimpanan

MEKANISME AKSI
Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein - penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga ;menghambat biosintesis dinding sel. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.

{BOTTOM}