informasiobat.com

SEFTAZIDIM

NAMA GENERIK
Seftazidim

NAMA KIMIA
(Z)-(7R)-7-[2-(2-Aminothiazol-4-yl)-2-carboxy-1-methylethoxymino)acetamido]-3-(1-pyridiniomethyl)-3-cephem-4-carboxylate pentahydrate.

STRUKTUR KIMIA
C22H22N6O7S2.5H20

KETERANGAN
pH larutan 0,5% dalam air adalah 3.0-4.0

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal putih atau hampir putih. Sedikit larut dalam air dan metil alkohol, praktis tidak larut dalam air dan aseton, terurai dalam larutan asam dan alkali.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

NAMA DAGANG
Ceftazidim Hexpharm; Ceftazidim OGB Dexa; Ceftum; Cetazum; Extimon; Fortum; Lacedim; Pharodim; Thidim; Zibac

INDIKASI
Infeksi Pseudomonas aeroginosa, organisme aerobik gram-negatif, terapi empirik dari febrile, pasien granulocytopenic.

FARMAKOLOGI
Distribusi : didistribusikan ke seluruh tubuh termasuk tulang, empedu, kulit, cairan serebrospinal (konsentrasi tinggi jika ada inflamasi meningitis), endometrium, hati, pleural dan cairan lymfa.;Ikatan protein : 17%. ;Waktu paruh eliminasi : 1-2 jam, diperpanjang pada penurunan fungsi ginjal; Neonatus <23 hari; 2,2-4,7 hari;Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak pada pemberian melalui I.M. : 1 jam;Ekskresi : melalui urin (80% - 90% sebagai obat yang tidak berubah).

STABILITAS PENYIMPANAN
Setelah dilarutkan diberikan secara I.V. infus dalam NS atau D5W dapat stabil : 24 jam pada suhu kamar, 10 hari dalam lemari pendingin dan 12 minggu jika disimpan beku.; Setelah disimpan dalam lemari pendingin dan dicairkan, larutan stabil selama 24 jam pada suhu kamar, 4 hari dalam lemari pendingin dan 96 jam jika disimpan beku setelah pencampuran

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap seftazidim, komponen lain dalam sediaan dan sefalosporin lainnya.

EFEK SAMPING
1% - 10% :; Saluran cerna : Diare (1%); Lokal : sakit pada lokasi injeksi; Miscellaneous : reaksi hipersensitivitas; <1% :;anafilaksis, angioderma, asteriksis, peningkatan BUN, kandidiasis, peningkatan kreatinin, pusing, ensefalopati, eosinofilia, erythema multiform, demam, sakit kepala, hemolitic anemia, hiperbilirubinemia, jaundice, leucopenia, myclonus, ;mual, neuromuscular excitability, paresthesia, flebitis, pruritus, pseudomembranous kolitis, rash, sindrom Stevens-Johnson, trombositosis, toxic epidermal necrolysis, peningkatan transaminase, vaginitis, muntah.; Reaksi Cephalosporin lain :;Agranulositosis, anemia aplastik, cholestasis, kolitis, anemia hemolitik, pendarahan, intertitial nefritis, pancytopenia, perpanjangan interval PT, penurunan fungsi ginjal, pusing, reaksi serum sickness, superinfeksi, toxic nephropati, urtikaria

INTERAKSI OBAT
Probenecid dapat menurunkan eliminasi sefalosporin.; Aminoglikosida : in-vitro memberikan efek aditif atau sinergis terhadap efek yang sama dengan strains Enterobacteriaceae dan Pseudomonas aeruginosa; Kombinasi furosemid, amonoglikosida dengan seftazidim dapat meningkatkan efek nefrotoksik

PENGARUH HASIL LAB
Positif pada tes Coombs langsung, positif palsu pada tes glukosa urin menggunakan Cu Sulfat (larutan Benedict, larutan Fehling), positif palsu pada tes kreatinin urin atau serum menggunakan reaksi Jaffe

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : B

PENGARUH MENYUSUI
Seftazidim didistribusikan ke dalam air susu sehingga penggunaannya pada ibu menyusui harus disertai perhatian.

PARAMETER MONITORING
Observasi tanda dan gejala anafilaktik selama dosis pertama.

BENTUK SEDIAAN
Discontinued Product (DSC);Infus Sebagai Natrium 1 g (50 ml), 2 g (50 ml);Injeksi Bentuk Serbuk Untuk Dilarutkan ;Ceptaz 10 g (L-Arginine Formulation);Fortaz 500 mg, 1 g, 2 g, 6 g (Sebagai Sodium Carbonat);Tazicef 1 g, 2 g, 6 g (Sebagai Sodium Carbonat)

PERINGATAN
Penyesuaian dosis untuk pasien dengan penurunan fungsi ginjal.; Penggunaan dalam waktu lama dapat mengakibatkan superinfeksi.; Pasien dengan riwayat alergi terhadap penisilin khususnyareaksi IgE (anafilaktik, urtikaria); Dapat terjadi antibiotic-associated colitis atau colitis secondary menjadi C. difficile

INFORMASI PASIEN
a. Bentuk sediaan yang diberikan;b. Cara pemakaian;c. Apa yang dilakukan jika pasien lupa minum obat;d. Interaksi yang mungkin terjadi;e. Cara penyimpanan

MEKANISME AKSI
Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein - penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga ;menghambat biosintesis dinding sel. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.