informasiobat.com

SEFUROKSIM ASETIL

NAMA GENERIK
Sefuroksim Asetil

NAMA KIMIA
(Z)-3 Carbamoyloxymethyl-7- (2-(2-furyl) -2-methoxyiminoacetomido) - 3-cephem-4-carboxylic acid

STRUKTUR KIMIA
C16H16N4O8S.

SIFAT FISIKOKIMIA
serbuk putih atau hampir putih, sedikit higroskopis, larut baik dalam air, sedikit larut dalam alkohol, kloroform, dalam eter, dan etil asetat, larut dalam metil alkohol. pH 10% larutan dalam air antara 6 dan 8,5. Disimpan di dalam tempat yang tertutup rapat.

SUB KELAS TERAPI
Antibakteri

KELAS TERAPI
Antiinfeksi

NAMA DAGANG
Anbacim, Cefurox, Celocid Dexa Medica, Celocid Ferron, Cethixim, Caplet, Cethixim IM/IV, Kaicef, Kenacef, Oxtercid, Roxbi, Sharox, Soxime,Zinacef, Zinnat

INDIKASI
Infeksi yang disebabkan oleh staphylococci, streptococci grup B, H.influenzae (tipe A dan B), E.coli, Enterobacter, Salmonella dan Klebsiella; infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, media otitis, infeksi saluran urin, infeksi kulit dan jaringan kulit, tulang dan sendi, sendi, gonorrhoe tanpa komplikasi, lyme disease, profilaksis sebelum operasi

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Dosis lazim : Anak usia 3 bulan - 12 tahun : Oral : 20-30 mg/ kg/hari dalam 2 dosis terbagi, IM/IV : 75 -150 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8 jam ( dosis maksimum 6 g/hari), anak ≥ 13 tahun dan dewasa, Oral : 250-500 mg dua kali sehari, IM,IV : 750 mg-1,5 g setiap 6-8 jam atau 100-150 mg/kghari dalam dosis terbagi setiap 6-8 jam( dosis maksimum 6 g/hari). Dosis sesuai indikasi: Anak usia 3 bulan-12 tahun : Sinusitis maxilari akut, media otitis akut dan impetigo; oral : suspensi 30 mg/kg hari dalam 2 dosis terbagi selama 10 hari ( dosis maksimum 1g (hari), tablet : 250 mg dua kali sehari selama 10 hari, IM/IV : 75-150 mg/kg/hari setiap 8 jam( dosis maksimum : 6g/hari. Epiglotis : oral : 150 mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi selama 7-10 hari. ;Faringitis/tonsilitis: oral : suspensi: 20 mg/kg/hari (maksimum 500mg/hari) dalam 2 dosis terbagi selama 10 hari; tablet : 125 mg setiap 12 jam selama 10 hari; IM/IV : 75-150 mg/kg setiap 8 jam (dosis maksimum: 6 g/hari). Anak ≥ 13 tahun dan dewasa Bronchitis (akut dan bronkhitis kronik yang parah): Oral : 250-500mg setiap 12 jam selama 10 hari, IV: 500-750 mg setiap 8 jam (dilengkapi dengan pemberian dosis oral). Gonorrhea, Menyebar : IM,IV 750 mg setiap 8 jam, Tanpa komplikasi : Oral : 1g sebagai dosis tunggal, IM : 1,5 g sebagai dosis tunggal ( diberikan pada 2 tempat dengan probenecid). ;Lyme disease ( tahap awal), oral : 500mg dua kali sehari selama 10 hari, Pneumonia (tanpa komplikasi: IV: 750 mg setiap 8 jam, Infeksi parah atau komplikasi : IM atau IV : 1,5 g setiap 8 jam ( lebih dari 1,5 g setiap 6 jam untuk infeksi yang mengancam jiwa), Infeksi kulit/ jaringan (tanpa komplikasi), Profilaksis bedah : IV: 1,5 g 30 menit-1 jam sebelum prosedur ( jika prosedur diperpanjang, dosis bisa ditingkatkan 750 mg setiap 8 jam IM), Infeksi saluran urin ( tanpa komplikasi) Oral : 125-250 mg setiap 12 jam selama 7-10 hari, IM,IV: 750 mg setiap 8 jam

FARMAKOLOGI
sefuroksim asetil diabasorbsi dalam saluran GI dan secara cepat terhidrolisis dalam mukosa intestinal dan darah menjadi sefuroksim. Absorpsi ditingkatkan dengan keberadaan makanan. Konsentrasi plasma puncak 2 sampai 3 jam setelah dosis oral. Garam sodium diberikan dengan injeksi intramuskular dan intravena. Konsentrasi plasma puncak 27 mikrogram/mL tercapai 45 menit setelah dosis intramuskular 750 mg. Sampai 50% sefuroksim dalam sirkulasi terikat di plasma protein. ;Waktu paruh plasma sekitar 70 menit dan lebih lama dalam pasien dengan kelainan ginjal dan neonatal. Terdistribusi luas pada tubuh termasuk cairan pleural, sputum, tulang, cairan sinovial, dan aqueous humour. Dapat melewati plasenta dan terdeteksi di ASI. Diekskresikan unchanged, dengan filtrasi glomerular dan sekresi tubulus renal, dan konsentrasi tertinggi terdapat di urin.

STABILITAS PENYIMPANAN
Sefuroksim asetil : Tablet sefuroksim asetil harus disimpan pada tempat yang tertutup rapat pada 15 - 300C. Obat harus terlindung dari kelembaban berlebihan. Apabila tablet sefuroksim asetil diperbolehkan untuk didisintegrasikan ke dalam jus apel, obat akan stabil selama 24 jam dalam suhu ruangan.Serbuk sefuroksim asetil untuk suspensi oral harus disimpan pada suhu 2 - 300C. ; Sefuroksim natrium :Serbuk steril sefuroksim natrium cenderung menjadi gelap tergantung kondisi penyimpanan, sehingga harus disimpan pada suhu 15 - 300C dan terlindung dari cahaya. Stabilitas dari injeksi sefuroksim natrium beku yang tersedia secara komersial stabil selama 90 hari dari tanggal yang tertera ketika disimpan pada suhu 30oC.

KONTRA INDIKASI
hipersensitivitas terhadap sefuroksim atau sefalosporin lainnya.

EFEK SAMPING
Reaksi dermatologi dan sensitivitas : gatal-gatal, demam, pruritus, eritema, urtikaria, sindrom Steven Johnson, multiforme eritema, nekrolisis epidermal toksik, angiodema, anafilaksis. Efek Lokal : Reaksi lokal pada tempat injeksi, tromboflebitis. Efek GI : nausea, muntah, diare, epigastric burning, perdarahan GI, nyeri pada perut, flatulensi, lidah bengkatk, indigesti, ptialisme, anoreksia, kehausan, keram perut. Efek hematologi : menurunnya konsentrasi hemoglobin dan hematokrit, neutropenia, trombositopenia, leukopenia, trombositosis, limfositosis, anemia hemolitik, meningkatnya waktu protrombin.;Efek CNS : sakit kepala, pusing, kantuk, hipereaktivitas, seizura, reaksi psikotik seperti kegelisahan. agitasi, tidak sadar, kelelahan terjadi pada pasien geriatri yang menerima sefuroksim sodium IV. Efek Hepatik : peningkatan serum SGOT (AST), SGPT (ALT), alkalin fosfatase, LDH,dan konsentrasi bilirubin. Efek pada Renal dan GI : gagal ginjal akut dan nefritis interstisial, infeksi urinari, sakit pada ginjal dan uretra, disuria, vaginitis, candidiasis vaginal, vulvovaginal pruritus. ;Efek lain : kehilangan pendengaran, reaksi Jarisch Herxheimer, spasmus otot pada leher, keram otot, sakit dada, nafas pendek, takikardia, infeksi saluran pernapasan atas, sinusitis, demam, batuk, pembengkakan sendi, artralgia

INTERAKSI MAKANAN
Bioavailabilitas sefuroksim meningkat dengan adanya makanan; konsentrasi serum sefuroksim akan meningkat jika digunakan bersamaan makanan atau susu.

INTERAKSI OBAT
Probenecid : jika probenecid diberikan bersamaan dengan sefuroksim akan menyebabkan menurunnya laju sekresi tubular sefuroksim, sehingga menghasilkan konsentrasi sefuroksim dalam serum yang lebih tinggi. Aminoglikosida : dapat bersifat aditif atau sinergis terhadap beberapa organisme termasuk Enterobacter, Eschericia coli, Klebsiella, Proteus mirabilis, Serratia marcescens. Obat lain : sefuroksim tidak boleh digunakan bersamaan dengan pasien yang mengkonsumsi diuretik karena dapat meningkatkan efek samping terhadap ginjal.3

PENGARUH ANAK
penggunaan sefuroksim asetil untuk anak di bawah 3 tahun harus dengan perhatian, karena keamanan dan efeknya belum diketahui.

PENGARUH HASIL LAB
Tes Imunohematologi : positif palsu terhadap direk antiglobulin (Coombs). Tes Glukosa : menyebabkan positif palsu pada penentuan glukosa dalam urin menggunakan larutan sulfat kuprat (Benedict). Tes Kreatinin : menyebabkan peningkatan kreatinin serum dan urin dengan menggunakan reaksi Jaffe.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko B

PENGARUH MENYUSUI
sefuroksim terdistribusi pada ASI, maka penggunaannya pada ibu menyusui harus dengan peringatan

PARAMETER MONITORING
Fungsi ginjal dan fungsi hati

BENTUK SEDIAAN
tablet : 125 mg, 250 mg. injeksi rekonstitusi : 250 mg vial

PERINGATAN
Gunakan hati-hati pada pasien yang memiliki sejarah hipersensitivitas terhadap penisilin. Penggunaan harus dihindari pada pasien yang memilki reaksi hipersensitivitas tipe segera.3 ;Gunakan hati-hati pada pasien dengan sejarah penyakit GI, khususnya kolitis.

KASUS TEMUAN
Tidak ada data

INFORMASI PASIEN
Pasien seharusnya tidak menggunakan obat ini bila mempunyai reaksi alergi terhadap sefuroksim, memiliki sejarah alergi terhadap penisilin, dan sejarah penyakit GI khususnya kolitis. ;Hati-hati bila digunakan pada ibu hamil dan menyusui. Tablet sefuroksim asetil harus disimpan pada tempat yang tertutup rapat pada 15 - 30oC.

MEKANISME AKSI
Sefuroksim bertindak sebagai bakterisida dengan cara menghambat sintesis mukopeptida pada dinding sel bakteri.

MONITORING
Fungsi ginjal harus dimonitor; sefalosporin dapat menurunkan aktivitas protrombin, maka waktu protrombin harus dimonitor jika sefuroksim digunakan pada pasien dengan kelainan ginjal atau hati, status gizi buruk, pasien yang menerima terapi antiinfeksi, dan terapi antikoagulan.