informasiobat.com

SERUM ANTIBISA ULAR (POLIVALEN) KUDA (1)

NAMA GENERIK
Serum Antibisa Ular (Polivalen) Kuda (1)

NAMA KIMIA
Serum anti bisa ular polivalen (kuda)

KETERANGAN
Serum polivalen yang berasal dari plasma kuda yang dikebalkan terhadap bisa ular yang memiliki efek neurotoksik (ular jenis Naja sputatrix - ular kobra,;Bungarus fasciatus - ular belang) dan hemotoksik (ular Ankystrodon rhodostoma - ular tanah) yang kebanyakan di Indonesia (1)

SUB KELAS TERAPI
Obat yang Mempengaruhi Sistem Imun

INDIKASI
Untuk pengobatan terhadap gigitan ular berbisa

STABILITAS PENYIMPANAN
Disimpan pada suhu 2 - 8C dalam lemari es, jangan dalam freezer. Daluarsa = 2 tahun.

KONTRA INDIKASI
Tidak ada kontraindikasi absolut pada terapi anti bisa ular untuk envenoming sistemik yang nyata; terapi diperlukan dan biasanya digunakan untuk menyelamatkan jiwa.

EFEK SAMPING
1. Reaksi anafilaktik; jarang terjadi, tetapi bila ada timbulnya dapat segera atau dalam waktu beberapa jam sesudah suntikan. ;2. Serum sickness; dapat timbul 7-10 hari setelah suntikan berupa demam, gatal-gatal, eksantema, sesak napas dan gejala alergi lainnya. ;3. Demam disertai menggigil yang biasanya timbul setelah pemberian serum secara intravena. ;4. Rasa nyeri pada tempat suntikan; yang biasanya timbul pada penyuntikan serum dalam jumlah besar. Reaksi ini biasanya terjadi dalam 24 jam.

INTERAKSI OBAT
Belum ada interaksi signifikan yang dilaporkan.

PENGARUH ANAK
Anak-anak mempunyai risiko yang lebih besar terhadap envenoming yang parah karena massa tubuh yang lebih kecil dan kemungkinan aktivitas fisik yang lebih besar. ;Anak-anak membutuhkan dosis yang sama dengan dewasa, dan tidak boleh diberikan dosis anak berdasarkan berat badan (pediatric weight-adjusted dose);disebabkan hal ini dapat menimbulkan perkiraan dosis yang lebih rendah.;Jumlah serum anti bisa ular yang diperlukan tergantung dari jumlah bisa ular yang perlu dinetralisasi bukan berat badan pasien

PENGARUH KEHAMILAN
Tidak ada data mengenai penggunaan anti bisa ular pada kehamilan. Keuntungan penggunaan terhadap ibu dan bayi melebihi kemungkian risiko penggunaan serum anti bisa ular.

PENGARUH MENYUSUI
Tidak ada data. Keuntungan pengunaan terhadap ibu melebihi kemungkinan risiko pada bayi.

PARAMETER MONITORING
Monitor efek dari serum anti bisa ular baik secara klinis maupun laboratorium.;Monitor efek samping setelah administrasi serum anti bisa ular.;Monitoring yang diperlukan dapat berbeda tergantung dari jenis ular yang menggigit. Bila ragu-ragu mengenai jenis ular yang menggigit, monitor coagulopathy, flaccid paralysis, myolysis dan fungsi ginjal.

BENTUK SEDIAAN
Vial 5 ml, Tiap ml Sediaan Dapat Menetralisasi :;10-15 LD50 Bisa Ular Tanah (Ankystrodon Rhodostoma);25-50 LD50 Bisa Ular Belang (Bungarus Fasciatus);25-50 LD50 Bisa ular kobra (Naja Sputatrix), dan mengandung fenol 0.25% v/v

PERINGATAN
Karena tidak ada netralisasi-silang (cross-neutralization) serum antibisa ular ini tidak berkhasiat terhadap gigitan ular yang terdapat di Indonesia bagian Timur (misalnya jenis-jenis Acanthopis antarticus, Xyuranus scuttelatus, Pseudechis papuanus dll);dan terhadap gigitan ular laut (Enhydrina cysta).

INFORMASI PASIEN
Informasikan pada pasien mengenai kemungkinan efek samping yang tertunda, terutama serum sickness (demam, rash, arthralgias).Tindakan pertama pada gigitan ular:;1. Luka dicuci dengan air bersih atau dengan larutan kalium permanganat untuk menghilangkan atau menetralisir bisa ular yang belum terabsorpsi.;2. Insisi atau eksisi luka tidak dianjurkan, kecuali apabila gigitan ular baru terjadi beberapa menit sebelumnya. Insisi luka yang dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa atau dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman justru seing merusak ;jaringan dibawah kulit dan akan meninggalkan luka parut yang cukup besar.;3. Anggota badan yang digigit secepatnya diikat untuk menghambat penyebaran racun.;4. Lakukan kemudian imobilisasi anggota badan yang digigit dengan cara memasang bidai karena gerakan otot dapat mempercepat penyebaran racun.;5. Bila mungkin anggota badan yang digigit didinginkan dengan es batu.;6. Penderita dilarang untuk bergerak dan apabila perlu dapat diberikan analgetika atau sedativa.;7. Penderita secepatnya harus dibawa ke dokter atau rumah sakit yang terdekat untuk menerima perawatan selanjutnya.