informasiobat.com

SIKLOSFORIN

NAMA GENERIK
Siklosforin

NAMA KIMIA
Cyclo{4-(E)-but-2-enyl-N,4 dimethyl-L-threonyl]-L-homoalanyl-(N-methylglycyl)-(N-methyl-L-luecyl)-L-valyl-(N-methyl-L-leucyl-alanyl-D-alanyl-(N-methyl-L-leucyl)-(N-methyl-L-leucyl)-(N-methyl-L-valyl)

STRUKTUR KIMIA
C62H111N11O12

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk putih sampai hampir putih. Praktis tidak larut dalam air,larut dalam alkohol, aseton, kloroform, diklorometan, eter, metil alkohol, sedikit larut dalam hidrokarbon jenuh.

SUB KELAS TERAPI
Antineoplastik, Imunosupresan dan obat untuk terapi paliatif

FARMAKOLOGI
Absorpsi: Larutan oftalmik: Konsentrasi serum tidak terdeteksi;Oral : Siklosporin (non modifikasi): Erratic dan tidak lengkap, tergantung presence dari makanan, asam empedu dan pergerakan usus, dosis oral yang lebih besar diperlukan pada pediatik ;karena usus anak yang lebih pendek dan absorpsi intertinal dibatasi.;Siklosporin (modifikasi): Erratic dan tidak lengkap, peningkatan absorpsi, mencapai 30% jika dibandingkan dengan Siklosporin (non modifikasi), tidak banyak tergantung pada makanan,;asam empedu, atau motalitas usus ketika dibandingkan dengan Siklosporin (non modifikasi);Distribusi: Luas di jaringan dan cairan tubuh termasuk hati, pankreas, dan paru, melewati plasenta, memasuki kelenjar susu.;Vdss: 4-6 L/kg di ginjal, hati, dan penerima marrow transplant (nilai sedikit lebih rendah pada pasien transplant jantung; anak-anak <10 tahun punya nilai tertinggi).;Ikatan protein: 90% - 98 % pada lipoprotein;Metabolisme: hampir keseluruhan terjadi di hati melalui CYP, bentuk metabolit setidaknya 25, mengalami first pass effect mengikuti pemberian oral.;Bioavailabilitas: Siklosporin (non modifikasi): Tergantung dari polulasi pasien dan tipe transplantasi (<10% pada pasien transplant liver dewasa dan sebanyak 89% pada pasien transplantasi ginjal);bioavailability dari Sandimmune kapsul dan larutan oral adalah ekuivalent; bioavailability dari larutan oral adalah ~30% dari larutan I.V.;Anak-anak: 28% (range: 17%-42%); disfungsi usus pada pasien BMT dan bioavailabilitas oral cenderung berkurang.Siklosporin (modifikasi):;Bioavailabilitas dari Neoral kapsul dan larutan oral adalah ekivalen.;Anak-anak: 43% (range 30%-68%). Dewasa: 23% lebih besar dari Siklosporin (non-modifikasi) pada pasien transplantasi ginjal;50% labih besar pada pasien transplantasi hati. ;T eliminasi: Oral: Bisa lebih lama pada pasien dengan kerusakan hati dan lebih pendek pada pasien pediatric berhubungan dengan kadar metabolisme. Siklosporin (non-modifikasi): ;Biphasik: Alpha: 1.4 jam; Terminal: 19 jam (range: 10-27 jam). Siklosporin (modifikasi): Biphasic: Terminal: 8.4 jam (range: 5-18 jam).;Waktu puncak, serum: Oral:Siklosporin (non-modifikasi): 2-6 jam; beberapa pasien mempunyai;waktu puncak kedua pada 5-6 jam.Siklosporin (modifikasi): Transplantasi gunjal: 1.5-2 jam.;Ekskresi: Utamanya feses; urin (6%, 0.1% sebagai obat utuh dan metabolit).

STABILITAS PENYIMPANAN
Sediaan utuh dalam vial harus disimpan dalam lemari es (< 8C);Untuk pemberian I.V. serbuk lyophilized harus dilarutkan dalam 1-5 mL WFI dan untuk pemberian I.M. dilarutkan dalam NS.;Serbuk yang telah direkonstitusi stabil selama 1 minggu di temperatur kamar.;Pemberian infus IV dilakukan dalam 50-250 mL NS atau Dex 5%. Larutan infus stabil selama 8 jam pada suhu kamar atau di lemari es

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas pada Siklosporin atau komponen lain dalam formula. RA dan psoriasis: abnormal fungsi ginjal, hipertensi yang ridak terkontrol, malignansis. ;Penggunaan dengan terapi PUVA atau UVB, metotreksat, imunosupresan yang lain, coal tar, terapi radiasi. Larutan optalmik kontraindikasi pada pasien dengan infeksi ocular.

EFEK SAMPING
Efek samping dilaporkan dengan penggunaan sistemik, termasuk rheumatoid arthritis, psoriasis, dan transplantasi (ginjal, hati, dan jantung). Persentasi termasuk frekuensi tertinggi tergantung dari indikasi/dosis. ;Frekuensi dapat berbeda untuk kondisi spesifik dari formulasi.;>10%;Kardiovaskular: Hipertensi (8%-53%), edema (5%-19%);SSP: Sakit kepala (2%-12%);Dermatologi: Hirsutism (21%-45%), hipertrikosis (5%-19%);Endokrin dan metabolik: Peningkatan trigliserida (15%), kerusakan reproduksi pada wanita(9%-11%);GI: Mual (23%), diare (3%-13%), gum hiperplasia (2%-16%), ketidaknyamanan abdominal (<1%-15%), dispepsia (2%-12%);Neuromuskular dan skeletal: Tremor (7%-55%), paresthesia (1%-11%), kram kaki/kontraksi otot (2%-12%);Ginjal: Disfungsi ginjal/neuropati (10%-38%), peningkatan kreatinin (16%-50%);Pernafasan: Infeksi saluran pernafasan atas (1%-14%);Miscellaneous: Infeksi (3%-25%);1%-10%;Kardiovaskular: Nyeri dada (4%-6%), arrhythamia (2%-5%), suara jantung abnormal, kegagalan jantung, flushes (<1%-5%), MI, periperal iskemia.;SSP: Dizziness (8%), nyeri (6%), konvulsions (1%-5%), insomnia (4%), psykiatrik evens (4%-5%), nyeri (3%-4%), depresi (1%-6%), migrain (2%-3%), kecemasan, kebingungan, demam, hipoesthesia, labilnya emosi, kerusakan konsentrasi, l;ethargy, malaise, gugup, paranoia, somnolense, vertigo.;Dermatologi: Hipertrikosos (5%-7%), purpura (3%-4%), jerawat (1%-6%), brittle fingernails, rambut patah, pigmentasi abnormal, angioedema, cellulitis, dermatitis, kulit kering, eczema, folikulitis, keratosis, pruritis, rash skin, ;kerusakan kulit, kulit malignansis, urtikaria.;Endokrin dan metabolik: Gynecobastia (<1%-4%), kelainan menstruasi (1%-3%), fibroadenosis payudara, nyeri payudara, hiper/hipoglikemia, diabetes melitus, goiter, hot flashes, hiperkalemia, hiperurikemia, penurunan/peningkatan libido.;GI: Muntah (2%-10%), flatulens (5%), gingivitis, (mencapai 4%), kram (mencapai 4%), anoreksia, konstipasi, mulut kering, disphagia, enenthema, eructation, esophagitis, gastric ulcer, gastritis, gastroenteritis, pendarahan gastrointestinal atas, ;pendarahan gingival, glossitis, mouth sores, peptic ulcer, pankrestitis, kesulitan mengunyah, perubahan rasa, kerusakan lidah, kerusakan gigi, kehilangan berat badan.;Genital: Leukorrhea (1%), urin abnormal, peningkatan mikturition, urgensi micturition, nocturia, polyuria, pyelonephasisi, inkonsistensi urinari, uterine hemorarge.;Hematologi: Leukopenia (<1%-7%), hiperbilirubinemia.;Neuromuskular dan skeletal: Arthalgia (1%-6%), fraktur tulang, joint dislocation, joint pain, nyeri otot, myalgia, neuropaty, kekakuan, synovial cyst, kerusakan tendon, tingling, kelemahan.;Okular: Penglihatan abnormal, katarak, konjungtivitas, nyeri mata, kerusakan visual.;Telinga: Tuli, hilang pendengaran, tinnitus, disorder vestibular.;Ginjal: Peningkatan BUN, hematuria, renal abscess.;Respiratori: Sinusitis (<1%-5%), bromkospasme (mencapai 5%), batuk (3%-5%), pharingitis (3%-5%), sesak nafas (1%-5%), rhinitis (mencapai 5%), sura dada abnormal, epitaksis, infeksi pernafasan, pneumonia (mencapai 1%).;Miscellaneous: Simptoms seperti flu (8%-10%), lymphoma (<1%-6% dilaporkan pada transplantasi), abscess, reaksi alergi, infeksi bakteri, karsinoma, peningkatan diaporesis, infeksi fungal, herpes simplex, ;herpes zoster, hiccups, lymphadenopaty, moniliasis, keringat di malam hari, tonsilitis, infeksi virus.

INTERAKSI OBAT
Efek pada Sitokrom P450: Substrat dari CYP3A4 (major); menghambat CYP2C8/9 (lemah), 3A4 (moderat).;Efek meningkatkan: Level/efek siklosforin dapat ditingkatkan oleh alopurinol, antifungi golongan azol,klaritromisin, diklofenak, doksisiklin, eritromisin, imatinib, isoniazid, metoklopramid, nefazodon, nikardipin, octreotide, ;oral kontrasepsi (hormonal), propofol, inhibitor protease, quinidin, telithromisin, verapamil, dan inhibitor CYP3A4 lainnya. ;Siklosporin (modifikasi) dapat meningkatkan level/efek dari sirolimus. ;Siklosforin dapat meningkatkan level/efek dari benxzodiazepin tertentu, calcium channel blocker, cisapride, siklosforin, alkaloid ergot, inhibitor HMG-CoA reduktase terpilih, mesoridazine, mirtazapine, nateglinid, nefazodone, pimozide, ;prednisolon (dosis tambahan dapat diberikan), quinine, sildenafil (dan PDE-5 inhibitor lainnya), tacrolimus, thioridazine, venlafaxine dan substrat CYP3A4. ;Obat-obat yang dapat menyebabkan nefrotoksisitas dari siklosporin termasuk aminoglikosida, amfoterisin B, asiklovir, simetidin, ketokonazol, lovastatin, melphalan, NSAID, ranitidine, dan trimetoprim dan sulfametoksasol. ;Siklosforin meningkatkan toksisitas dari digoksin, diuretic, metotreksat, nifedipin. Derivat asam vibrat dapat meningkatkan resiko disfungsi ginjal dan dapat menggantikan konsentrasi CSA. ;Terapi bersama dengan sirolimus dapat meningkatkan resiko dari HUS/TTP/TMA.;Efek menurunkan: Isoniazid dan tiklopidin meningkatkan konsentrasi siklosforin. ;Level/efek siklosforin dapat ditingkatkan oleh aminoglutetimid, karbamazepin, nafsilin, nevirapin, fenobarbital, fenitoin, rifamisin, dan perangsang CYP3A4 lainnya. ;Orlistat dapat menurunkan absorpsi siklosforin; hindari penggunaan bersama. Vaksinasi lebih kurang efektif, Hindari penggunaan vaksin yang mengandung organisme yang masih hidup selama terapi. ;Sulfinpirazone dapat menurunkan level siklosporin.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C

PENGARUH MENYUSUI
Siklosporin didistribusikan dalam air susu sehingga penggunaannya bagi ibu menyusui dikontraindikasikan.

PARAMETER MONITORING
Monitor tekanan darah dan kreatinin serum setelah ada perubahan dosis siklosporin atau adisi,modifikasi atau penghentian penggunaan obat lain.;Pada pasien transplantasi : level siklosporin, elektrolit serum, fungsi ginjal, fungsi hati, tekanan darah, profil lemak. ;Terapi psoriasis : tekanan darah, kreatinin serum (tiap 2 level), BUN, CBC, magnesium serum, asam urat, profil lemak.;Rheumatoid artritis: tekanan darah, kreatinin serum (tiap 2 level), kreatinin serum setiap 2 minggu untuk 3 bulan pertama.

BENTUK SEDIAAN
Kapsul 50 mg, 150 mg

PERINGATAN
Risiko terjadinya nefrotoksik dan toksisitas harus dimonitor. Gunakan dengan perhatian jika penggunaannya bersamaan dengan obat nefrotoksik. Peningkatan risiko infeksi. Dapat menyebabkan hipertensi. ;Gunakan dengan perhatian jika terjadi perubahan bentuk sediaan.Monitor konsentrasi siklosporin dengan teliti.

MEKANISME AKSI
Merupakan antihistamin dan antagonis serotonin, berkompetesi dengan histamin untuk berikatan dengan reseptor H1 pada sel organ yang merespon terhadap stimulus di saluran pencernaan, pembuluh darah dan saluran pernapasan.

{BOTTOM}