informasiobat.com

SITARABIN

NAMA GENERIK
Sitarabin

NAMA KIMIA
4 -amino-1--D-arabinofuranosylpirimidin-2(IH)-one.

STRUKTUR KIMIA
C9H13N3O5

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk kristal berwarna putih atau hampir putih.

SUB KELAS TERAPI
Antineoplastik, Imunosupresan dan obat untuk terapi paliatif

FARMAKOLOGI
Distribusi: Vd: Cairan tubuh total, secara luas dan cepat sejak memasuki sel, melewati sawar darah otak dengan level cairan serebrospinal antara 40%- 50% dari level plasma.;Metabolisme: Primer di hati, arasitidin trifosfat adalah gugus aktif , sekitar 80%-96% dosis dimetabolisme menjadi urasil arabinosa yang tidak aktif;T eliminasi: Inisial: 7-20 menit, terminal: 0.5-2.6 jam.;Ekskresi: Urin (~80% sebagai metabolit) selama 24-36 jam.

STABILITAS PENYIMPANAN
Serbuk rekonstitusi : simpan vial pada serbuk pada suhu kamar 15-30C. Rekonstitusi dengan air bebas bakteriostatik. Larutan rekonstitusi dapat disimpan sampai 8 hari pada suhu kamar. ;Larutan dalam D5W atau larutan NS stabil selama 8 hari pada suhu kamar (25C).Larutan intratekal dalam 3-20 mL larutan Ringer laktat stabil selama 7 hari dalam suhu kamar.Larutan infus I.V standar : dosis/ 250-1000 mL D5W atau larutan NaCl. ;Larutan intratekal standar : dosis/3-5 mL larutan Ringer laktat + 12 mg metotreksat + 15-50 mg hidrokortison.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap sitarabin maupun komponen lain dalam sediaan.

EFEK SAMPING
>10%;Terapi toksisitas dosis tinggi: toksisitas serebral, konjungtivitas (pastikan pasien menggunakan obat tetes mata steroid selama terapi), korneal keratitis, hiperbilirubinemia, pulmonari edema, perikarditis, dan tamponade.;SSP: Seizure( ketika diberikan IT), serebral toksisitas (ataksia, dysarthia, dan dysdiadokokinesia, tergantung dosis);Dermatologi: Rash, oral/anal ulterasi.GI: Mual, muntah, anooreksia, stomatitis, mukositis. ;Emetik potensial: ;< 500 mg: Sedang lambat (10%-30%).500 mg sampai 1500 mg: Sedang tinggi (60%-90%);>1 1.5 g: tinggi (>90%);Waktu mual muntah: Onset: 1-3 jam; durasi: 3-8 jam.Hematologi: Pendarahan, leukopenia, trombositopenia.;Myelosupresif: terjadi selama minggu pertama pengobatan, selama 10-14 hari primer manifestasi sebagai granulositopenia, tetapi anemia bisa juga terjadi.;Sel darah putih: berat. Pletelet: berat, Onset: 4-7 hari. Nadir: 14-18 hari.recovery: 21-22 hari.;Hati: Disfungsi fungsi hati, jaundice sedang, peningkatan transaminase.;1% - 10%;Kardiovaskular: Kardiomegali.SSP: Pusing, sakit kepala, kebingungan, neuritis, malaise.;Dermatologi: bercak-bercak pada kulit, gatal, alopesia, selulit pada lokasi suntikan.;Endokrin dan metabolik: Hiperurikemia atau asam urat neuropati.;GI: Esophagus, diare. Genitourinari: Retensi urinari. Hematologi: Anemia megaloblastik.;Hepatik: Hepatotoksisitas. Lokal: Tromboflebitis.Neuromuskular dan skeletal: Myalgia, nyeri tulang, neuropati perifer.;Respiratori: Sindrom tekanan pernafasan tiba-tiba yang berkembang menjadi edem pulmonari, pneumonia.;Miscelleneous: Sepsis.;<1% (limited dan berhubungan dengan kehidupan);Dermatolgi: Rash, kulit bersisik, bisa terjadi setelah pemberian sitarabin.;GI: Mual hebat dan muntah, mukositis, diare.;Neurologi: Toksisitas serebral: nystagmus, disarthria, dysdiadokokinasea, bicara tidak jelas.;Serebral toksisitas: Somnolence, kebingungan.Okular: Fotophobia, pendengaran terbatas, pandangan kabur, ketidaknyamanan lokal, konjungtivitas kimia.;Respiratori: Pulmonari non kardiogenik edema (onset 22-27 hari setelah penyelesaian terapi ).

INTERAKSI OBAT
Efek peningkatan/toksisitas: Zat alkilasi,radiasi dan analog purin ketika digunakan bersamaan dengan sitarabin dapat menyebabkan peningkatan efek toksis. ;Metotreksat diberikan prior dengan sitarabin dapat menggantikan efikasi dan toksisitas dari sitarabin. Beberapa kombinasi (misalnya hiper CVAD) pernah didesain untuk mendapatkan keuntungan dari interaksi ini.;Efek menurunkan: menurunkan efek gentamisin, flusitosin. Menurunkan absorbsi tablet digoksin oral

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : D

PENGARUH MENYUSUI
Ekskresi sitarabin dalam air susu tidak diketahui, tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui.

BENTUK SEDIAAN
Vial 100 mg/ml;Vial 1 g/10 ml

PERINGATAN
FDA menyarankan untuk perhatian dalam penanganan dan disposal dari antineoplasma. Perhatian bila digunakan pada pasien dengan kerusakan ginjal dan fungsi hati

MEKANISME AKSI
Inhibisi DNA sintesis.Sitosin memasuki sel melalui proses carrier dan harus mengalami perubahan menjadi senyawa aktifnya : arasitidin trifosfat. Sitosin adalah analog purin dan bergabung ke dalam DNA, sehingga, ;cara kerja utamanya adalah inhibisi DNA polimerase yang mengakibatkan penurunan sintesis dan perbaikan DNA. ;Tingkat toksisitasnya mempunyai korelasi linear dengan masuknya sitosin ke dalam DNA, bergabungnya DNA dengan sitosin berpengaruh terhadap aktivitas obat dan toksisitasnya.

{BOTTOM}