informasiobat.com

SODIUM THIOSULFATE (NATRIUM TIOSULFAT)

NAMA GENERIK
Sodium thiosulfate (natrium tiosulfat)

NAMA KIMIA
Sodium thiosulfate pentahydrate; pentahydrate sodium hyposulfate; sodium thiosulphate; thiosulfuric acid disodium salt. Na2S2O3,5H2O.2

GB STRUKTUR KIMIA
222

SIFAT FISIKOKIMIA
(Ph. Eur. 5.5) Kristal transparan tak berwarna; efflorescent di udara kering. Kristal ini melarut dalam air kristalisasinya sendiri pada sekitar 49o. Sangat mudah larut dalam air; praktis tidak larut dalam alkohol. Larutan 10% dalam air mempunyai pH sekitar 6,0-8,4. Simpan di dalam wadah kedap udara.3 (USP 29) Kristal besar tak berwarna, atau serbuk kristalin kasar. Bersifat deliquescent di udara lembab; efflorescent di udara kering pada suhu >33o. Larut 1 bagian dalam 0,5 bagian air; tidak larut dalam alkohol. Larutan bersifat netral sampai basa lemah terhadap litmus. Simpan dalam wadah kedap udara.3

SUB KELAS TERAPI
Khusus

KELAS TERAPI
Antidot dan Obat lain untuk keracunan

NAMA DAGANG
Tidak ditemukan di Indonesia. VersiclearTM (US).2

INDIKASI
Parenteral: digunakan sendirian atau bersama dengan sodium nitrit atau amil nitrit pada keracunan sianida1,2,3mengurangi risiko nefrotoksisitas terkait terapi cisplatin.2Topical: pengobatan tinea versicolor.2

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Antidotum sianida dan nitroprusside: IV: Anak <25kg: 50mg/kg setelah menerima 4,5-10mg/kg sodium nitrit; separuh dosis masing-masing obat dapat diulang bila perlu. Anak >25kg dan dewasa: 12,5g setelah 300mg sodium nitrit; separuh dosis masing-masing obat dapat diulang bila perlu.2Keracunan sianida:1) injeksi IV selama 10 menit (sebagai injeksi sodium thiosulfate 500mg/mL), 12,5g; dosis dapat diulang pada keracunan sianida berat bila dicobalt edetate (cobalt EDTA) tidak tersedia. Anak: 400mg/kg (maksimum 12,5g); dosis dapat diulang pada keracunan sianida berat bila dicobalt edetate tidak tersedia.1 2) Dewasa: 300mg sodium nitrit (10mL larutan 3%) diberikan scara IV selama 5-20 menit, dilanjutkan dengan pemberian 12,5g sodium thiosulfate (50mL larutan 25% atau 25mL larutan 50%) secara IV selama sekitar 10 menit. Anak: 4-10 mg/kg sodium nitrit, diberikan sebagai larutan 3% (0,13 sampai 0,33 mL/kg, atau 6-8 mL/m2) sampai dengan dosis maksimum 300mg (10mL), dilanjutkan dengan sekitar 400mg/kg sodium thiosulfate sebagai larutan 25% atau 50% (1,65mL/kg, atau 28mL/m2, larutan 25%) sampai dosis maksimum 12,5g (50mL larutan 25%). Konsentrasi methaemoglobin tidak boleh >30-40%. Bila gejala toksisitas sianida kembali lagi, injeksi nitrit dan thiosulfate dapat diulang setelah 30 menit, diberikan separuh dari dosis awal.3 3) Anak: 412,5mg/kgBB atau 7g/m2 pada laju 0,625-1,25g/menit IV.4 3) IV: dosis harus didasarkan pada penentuan seperti dengan nitrit, pada laju 2,5-5mL/menit sampai maksimum 50mL. Variasi dosis sodium nitrit dan sodium thiosulfate berdasarkan konsentrasi hemoglobin dapat dilihat sebagai berikut:2Pencegahan keracunan cisplatin harus diberikan sebelum atau selama pemberian cisplatin: infus IV (dalam air steril): 12g/m2 selama 6 jam atau 9 g/m2 IV push diikuti oleh 1,2 g/m2 infus kontinu selama 6 jam.2,4Tinea versicolor: anak dan dewasa: topikal: larutan 20-25% dioleskan sehingga membentuk lapisan tipis pada daerah yang terkena sebanyak 2 kali sehari.2Ekstravasasi obat (unlabeled): anak dan dewasa: subkutan: larutan 2%: infiltrasikan secara subkutan ke dalam daerah yang terkena; larutan 1,6M (~4%): sebanyak 5-10mL diinfuskan melalui IV line dan subkutan ke dalam daerah yang terkena.2 Larutan isotonis 4% digunakan dalam penanganan ekstravasasi chlormethine dan beberapa antineoplasma.3

EFEK SAMPING
Absorpsi: oral: rendah.2,3,4 Distribusi: cairan ekstraseluler.2,4 Setelah pemberian injeksi IV, sodium thiosulfate didistribusikan ke seluruh cairan ekstraseluler dan dengan cepat dikeluarkan melalui urin.3 Waktu paruh eliminasi: 80 menit.3,4 Metabolisme: hati; beberapa sodium thiosulfate diubah menjadi sulfat dan beberapa dieliminasi langsung dalam urin.4 Ekskresi: urin (28,5% dalam bentuk tak berubah).2,3,4

INTERAKSI MAKANAN
Hipersensitif terhadap sodium thiosulfate atau komponen lain dalam formulanya.2,4

INTERAKSI OBAT
Sodium thiosulfate harus disimpan dalam wadah kedap udara.4 Larutan sodium thiosulfate 50% yang disimpan di udara dapat menjadi berkabut atau mengendap setelah diotoklaf. Penambahan sodium fosfat 0,5-1,2% memperbaiki stabilitas, tetapi larutan menjadi berkabut setelah 12 minggu kemudian atau membentuk endapan setelah 6 minggu kemudian, masing-masing pada suhu 25oC. Tidak ada perbaikan stabilitas yang bermakna bila konsentrasi sodium thiosulfate diturunkan menjadi 30% atau 15%, atau bila penutupan wadah injeksi dilakukan di bawah pengaruh nitrogen.3,4

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Faktor risiko kehamilan (FDA): C. Keamanan belum ditetapkan pada wanita hamil. Gunakan hanya bila manfaat potensial pada ibu lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami janin.2

PENGARUH KEHAMILAN
1-10%: efek pada kardiovaskuler: hipotensi; efek pada sistem saraf pusat: koma, depresi sistem saraf pusat akibat intoksikasi thiocyanate, psikosis, bingung; efek pada dermatologi: dermatitis kontak, iritasi lokal; efek pada neuromuskuler dan skeletal: kelemahan; efek pada pendengaran: tinnitus.2<1% (efek terbatas sampai penting atau mengancam jiwa): efek pada gastrointestinal: diare (setelah pemberian dosis besar per oral).2,3

PENGARUH MENYUSUI
Tidak ada data

PARAMETER MONITORING
Belum ada data yang memadai. Risiko terhadap bayi tidak bisa diabaikan.4

BENTUK SEDIAAN
Tidak ada data

PERINGATAN
Tidak ada data

KASUS TEMUAN
Tanda-tanda toksisitas thiocyanate2, pengurangan gejala keracunan sianida dalam waktu 24-48 jam setelah terapi, gejala/tanda ekstravasasi.4

INFORMASI PASIEN
Injeksi sodium thiosulfate 50% (500mg/mL) dalam aqua pro injeksi.1 Larutan injeksi (bebas pengawet): 10mg/mL (10mL); 250 mg/mL (50mL). Lotion: sodium thiosulfate 25% dan asam salisilat 1% (120mL) [mengandung isopropil alkohol 10%].2

MEKANISME AKSI
Keamanan pada ibu hamil belum ditetapkan; hentikan penggunaan topikal bila iritasi atau sensitivitas terjadi; dapat meningkatkan risiko intoksikasi thiocyanate.2 Dapat menimbulkan ekstravasasi.4

DAFTAR PUSTAKA
1)Indikasi untuk mengobati keracunan sianida. 2)Karena keracunan sianida dapat mengancam jiwa, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan obat ini pada pasien yang keracunan sianida. 3)Dokter akan meresepkan dosis yang sesuai dan memberitahukan seberapa sering dosis itu diberikan. Obat ini diberikan melalui suatu jarum yang ditempatkan di salah satu vena pasien. Perawat atau tenaga kesehatan profesional terlatih akan memberikan obat ini. 4)Bertanyalah kepada dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat-obat lainnya, baik obat bebas, vitamin, maupun produk herbal. 5)Beritahukan kepada dokter bila Anda sedang hamil atau menyusui,4 5)Segera beritahukan kepada dokter bila Anda mengalami efek seperti tanda/gejala ekstravasasi, diare atau dermatitis kontak. Segera beritahukan kepada dokter bila Anda mengalami efek lain yang Anda pikir merupakan efek samping obat tersebut.4