informasiobat.com

SPIRONOLAKTON

NAMA GENERIK
Spironolakton

NAMA KIMIA
(7alfa,17alfa)-7-(Acetylthio)-17-Hydory-3-oxo-pregn-4-ene-21-cqrboxylic acid y-lactone.

STRUKTUR KIMIA
C24H32O4S

SIFAT FISIKOKIMIA
Serbuk putih sampai agak kekuningan. Praktis tidak larut dalam air, larut dalam alkohol dan etil asetat, larut baik dalam kloroform dan benzene, sedikit larut dalam metil alkohol.

SUB KELAS TERAPI
Diuretik

FARMAKOLOGI
Preparat ini biasanya dipakai bersama diuretik lain untuk mengurangi ekskresi kalium disamping memperbesar diuresis. ;Durasi kerja : 2-3 hari, ;Ikatan protein : 91-98%. ;Metabolisme : melalui hati untuk membentuk banyak metabolit termasuk canrenone (metabolit aktif). ;T eliminasi : 78-84 menit. ;Waktu untuk mencapai puncak dalam serum :1-3 ham (utamanya dalam bentuk metabolit aktif). ;Ekskresi : melalui urin dan feses

STABILITAS PENYIMPANAN
Hindari dari cahaya.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap spironolakton atau komponen lain dalam sediaan, anure, insufisiensi ginjal akut, gangguan fungsi ekskresi ginjal yang signifikan, hiperkalemia, kehamilan (hipertensi yang diinduksi kehamilan)

EFEK SAMPING
Edema, gangguan SSP seperti mengantuk, lethargi, sakit kepala, kebingungan, demam, ataksia, makulopopular, erupsi eritematosus, urtikaria, hiesutism, eosinofilia, ginekomastia, sakit payudara, hiperkalemia serius, hiponatremia, dehidrasi, metabolik ;asidosis, impotensi, haid tidak teratur, amenorea, pendarahan setelah postmenopouse, anoreksia, mual, muntah, kram perut, diare, pendarahan lambung, ulserasi, gastritis, muntah, agranulositosis, toksisitas hepatoselular peningkatan konsentrasi BUN.

INTERAKSI MAKANAN
Makanan akan meningkatkan absorbsi, hindari licorice.

INTERAKSI OBAT
Penggunaan bersamaan spironolakton dengan diuretik hemat kalium lainnya, suplemen kalium, antagonis reseptor angiotensin, kotrimoksazol (dosis besar) dan inhibitor ACE dapat meningkatkan risiko hiperkalemia, terutama pada pasien gangguan ginjal.;Kolestiramin dapat menyebabkan asidosis hiperkloremik pada pasien sirosis, hindari penggunaannya secara bersamaan.

PENGARUH HASIL LAB
Menyebabkan kenaikan konsentrasi serum digoksin

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor resiko : C/D pada pasien hipertensi yang diinduksi kehamilan.

PENGARUH MENYUSUI
Spironolakton didistribusikan ke air susu/tidak direkomendasikan

PARAMETER MONITORING
Tekanan darah, elektrolit serum, fungsi ginjal. ;Pada pasien gagal jantung kongestif : level kalium dan fungsi ginjal harus dicek dalam 3 hari dan seminggu setelah pemberian dosis awal, kemudian setiap 2-4 minggu untuk 3-12 bulan, kemudian setiap 3-6 bulan.

BENTUK SEDIAAN
Tablet 25 mg, 100 mg

PERINGATAN
Hindari penggunaan suplemen, garam mengandung kalium, makanan yang mengandung kalium, atau obat-obat lain yang mengandung kalium. Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit. Ginecomastia berhubungan dengan dosis dan durasi terapi.;Terapi dengan diuretik harus disertai perhatian untuk pasien yang mengalami disfungsi hati parah, perubahan elektrolit dan cairan dapat memperparah ensefalopati. Hentikan penggunaan obat sebelum katerisasi vena adrenal.;Saat evaluasi terhadap pasien gagal jantung yang menggunakan terapi spironolakton, kadar kreatinin harus < 2.5 mg/dL pada pria atau < 2 mg/mL pada wanita dan kalium < 5 mEq/L

MEKANISME AKSI
Spironolakton berkompetisi dengan aldosteron pada reseptor di tubulus ginjal distal, meningkatkan natrium klorida dan ekskresi air selama konversi ion kalium dan hidrogen, juga dapat memblok efek aldosteron pada otot polos arteriolar.

{BOTTOM}