informasiobat.com

STREPTOKINASE

NAMA GENERIK
Streptokinase

NAMA KIMIA
Streptokinasum

KETERANGAN
Streptokinase merupakan protein non enzimatik yang dihasilkan oleh streptokoki beta hemolitikus grup C.

SIFAT FISIKOKIMIA
Streptokinase berbentuk serbuk putih bersifat liofilik dan mudah larut dalam air, mempunyai pH : 6.8 - 7.5

SUB KELAS TERAPI
Obat Kardiovaskuler

NAMA DAGANG
Streptase; Fimakinase

FARMAKOLOGI
Streptokinase diberikan melalui intravena atau infus intrakoroner. Reperfusi pada miokard biasanya terjadi dalam 20 menit hingga 2 jam. Meskipun distribusi tidak diketahui pasti. Streptokinase dapat menembus plasenta dalam jumlah kecil. ;Antibodi antistreptokinase juga dapat menembus plasenta, tetapi tidak diketahui ekskresinya di dalam ASI. T plasma adalah 23 menit. Metabolit streptokinase belum dapat diidentifikasi.;Konsentrasi dalam darah dan kecepatan klirensnya tergantung pada ketersediaan substrat dan konsentrasi antibodi yang beredar dalam darah. Eliminasi streptokinase belum diketahui pasti.

STABILITAS PENYIMPANAN
Streptokinase, suatu serbuk putih yang liofilik, & sedikit kekuningan dalam larutan karena adanya albumin.Vial utuh dapat disimpan dalam suhu kamar. Bentuk larutan parenteral stabil selama 8 jam pada suhu kamar (25C) dan 24 jam dalam refrigrator (4C).

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap anistreplase, streptokinase, atau komponen lain dalam sediaan; pendarahan internal aktif; riwayat serangan jantung; dalam jangka 2 bulan sebelumnya menjalani bedah/mengalami trauma intrakranial atau intraspinal; ;neoplasma intrakranial, malformasi arteriovena, atau aneurisma, perdarahan diatesis dan hipertensi berat yang tidak terkontrol.

EFEK SAMPING
Seperti obat lain yang mempengaruhi hemostasis, efek yang tidak diharapkan pada streptokinase adalah perdarahan. Risiko perdarahan ini tergantung pada banyak variabel, termasuk dosis, penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi hemostasis, ;dan predisposisi pasien (termasuk hipertensi). Efek lisis yang cepat terhadap trombus pada penggunaan obat trombolisis dapat menyebabkan aritmia artrial atau ventrikular karena terjadinya reperfusi yang cepat.;>10% : hipotensi, pendarahan pada lokasi penyuntikan.;1%-10% : demam, perubahan warna pada kulit karena luka, rash, pruritus, pendarahan gastrointestinal,mual, muntah,pendarahan genitouriner, anemia, sakit otot, pendarahan mata, edema periorbital, bronkospasma, epitaksis,diaforesis.;< 1%: nekrosis tubular akut, reaksi alergi, syok anafilaktik, reaksi anafolaktoid, anafilaksis, edema angioneurotik, sakit punggung, embolisasi kolesterol, erysipelas like rash, hemarthrosis, pendarahan intrakarnial, edema laringeal, ;morbiliform,pemdarahan perikardial, depresi pernapasan, pendarahan retroperitonial, ruptur splenik, peningkatan transaminase, urtikaria.

INTERAKSI MAKANAN
Obat ini tidak diberikan per oral, jadi makanan tidak mempengaruhi farmakokinetika/ farmakodinamikanya

INTERAKSI OBAT
Obat antifibrinolitik, seperti asam aminokaproat, aprotinin, dan asam traneksamat, dapat melawan aksi trombolitik. ;Meskipun antifibrinolitik dapat digunakan pada perdarahan karena induksi trombolitik, keamanan pemberian obat ini secara bersamaan belum didapatkan.;Antibiotika yang berefek hemostasis dapat meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan selama atau segera sebelum trombolitik. Sefalosporin dengan rantai samping metiltiotetrazol (MTT), seperti sefamandol, sefoperazon, dan sefotetan,;dapat menyebabkan hipoprotrombinemia, yang potensial meningkatkan perdarahan.;Efek lain, sefalosporin ini juga merusak sintesa faktor klot yang tergantung vitamin K pada hepar. Antibiotik ini harus digunakan hati-hati bersama trombolitik karena kemungkinan terjadi perdarahan.

PENGARUH ANAK
Kemanan dan efektivitas penggunaan streptokinase pada anak-anak tidak diketahui.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C

PENGARUH MENYUSUI
Tidak diketahui apakah streptokinase terdistribusi dalam ASI. Obat ini hanya digunakan pada kehamilan dan laktasi hanya bila betul-betul diperlukan.

PARAMETER MONITORING
Kreatin fosfokinase (CPK), EKG, hemoglobin/hematokrit, waktu tromboplastin partial (PTT), waktu protrombin, waktu trombin.

BENTUK SEDIAAN
Injeksi

PERINGATAN
Penggunaan bersama antikoagulan heparin dapat memperparah perdarahan; hati-hati terhadap semua tempat yang peka terhadap risiko perdarahan. Injeksi IM harus dihindari. ;Pada kondisi risiko perdarahan lebih besar supaya dipertimbangkan keuntungan penggunaan trombolitik, misalnya pada: baru saja ( dalam 10 hari) menjalani bedah mayor (mis, CABG - coronary artery bypass graft, melahirkan, biopsi organ),;gangguan serebrovaskular, baru saja (dalam 10 hari) perdarahan gastrointestinal atau genitourinari, trauma (dalam 10 hari) termasuk CPR, hipertensi (TD sistolik >180 mmHg dan/atau TD diastolik >110 mmHg), stenosis mitral dengan fibrilasi atrial,;perikarditis akut, endokarditis bakteri sub akut, kegagalan hemostatik karena disfungsi ginjal atau hepar, kehamilan, retinopati hemoragik diabetik, tromboplebitis sepsis atau penyumbatan kanula AV pada infeksi serius, ;usia lanjut (mis, >75 tahun), pasien menerima antikoagulan oral.

INFORMASI PASIEN
Informasikan kepada dokter tentang obat-obat dan herbal yang diminum saat ini. Obat ini hanya diberikan melalui infus, anda akan dipantau selama dan setelah pemberian obat. ;Segera konsultasi kepada dokter atau apoteker apabila mengalami rasa terbakar, sakit, kemerahan, bengkak, sakit kepala yang muncul tiba-tiba, nyeri sendi, nyeri dada, atau gangguan penglihatan. ;Apabila terjadi perdarahan, segera lapor dan tekan pusat perdarahan hingga berhenti.

MEKANISME AKSI
Mengaktivasi perubahan plasminogen menjadi plasmin, plasmin akan menghancurkan fibrin, fibrinogen dan protein prokoagulan lain ke dalam fragmen yang larut, efektif di luar maupun di dalam trombus/embolus.

MONITORING
Kaji kemungkinan interaksi dengan obat lain dan produk herbal terutama yang mempengaruhi koagulasi [warfarin] atau fungsi platelet [AINS, dipiridamol, tiklopidin, klopidogrel]). ;Kaji perubahan hasil laboratorium. Pasien harus dipantau ketat terhadap kemungkinan terdapat perdarahan pada tempat tusukan, status neurologis (mis, perdarahan intrakranial), tanda-tanda vital, ECG (aritmia reperfusi).