informasiobat.com

SUKSAMETONIUM

NAMA GENERIK
Suksametonium

NAMA KIMIA
2,2 Succinyldioxybis (ethyltrimethylammonium) dikloride dihydrate

STRUKTUR KIMIA
C14H30Cl2N2O4.2H2O

SIFAT FISIKOKIMIA
Pemerian : Hablur putih atau serbuk kristal; higroskopis; tidak berbau;Kelarutan : larut dalam 1 bagian air; dalam 350 bagian alkohol; praktis tidak larut dalam kloroform dan eter

SUB KELAS TERAPI
Relaksan Otot Perifer dan Penghambat Kolinesterase

FARMAKOLOGI
Suksametonium klorida adalah depolarisasi penghambat neuromuskular yang digunakan untuk menghasilkan relaksasi otot rangka. ;Onset yang cepat (30-60 detik) dan juga durasi (2-6 menit) mengikuti pemberian intravena juga telah membuat zat ini bermanfaat untuk intubasi endotracheal dan juga prosedur bedah kecil. ;Juga diberikan secara injeksi intramuskular dan intravena atau infus intravena. Suksametonium merupakan obat pilihan dalam kelompok obat ini yang biasa dipakai. ;Dengan lama kerja 5 menit obat ini ideal untuk memasukkan pipa trakea, tetapi dapat dipakai dengan dosis berulang untuk prosedur yang lebih lama.

STABILITAS PENYIMPANAN
Stabilitas : Stabil pada pH 3,0 4,5;Penyimpanan : Pada temperatur (2-8)C, dalam wadah kedap udara dan hindari dari cahaya.

KONTRA INDIKASI
Hipersentivitas : Pada pasien yang peka klorida, pada penyakit hati yang berat dan pasien luka bakar.

EFEK SAMPING
Aksi penghambat neuromuskular dari suksametonium diakhiri oleh enzim pseudokolinesterase yang terjadi pada pasien dengan aktivitas enzim yang rendah. Suksametonium dapat menyebabkan kerusakan otot.

INTERAKSI OBAT
Berinteraksi dengan karbamazepin dan fenitoin (efek relaksan otot non depolarisasi dilawan oleh obat tersebut diatas). Lidokain, prokainamid, kuinidin dan verapamil dapat meningkatkan hambatan yang dihasilkan oleh suksametonium. ;Calcium channel bloker seperti diltiazem, nikardipin dan verapamil akan meningkatkan efek kompetitif suksametonium.

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : C ;Obat harus dihindari atau digunakan dengan hati-hati dalam kehamilan karena dengan pemberian dosis tinggi dapat menyebabkan miastenia gravis pada bayi

PENGARUH MENYUSUI
Kurangi pemakaian selama menyusui bayi

BENTUK SEDIAAN
Injeksi 20 atau 50 mg/ml

PERINGATAN
Untuk penderita gagal ginjal lakukan pengurangan dosis atau hindari penggunaannya jika ditemukan hiperkalemia.

INFORMASI PASIEN
Pemakaian terbatas untuk kasus tertentu.;Perlu sarana dan keahlian khusus.;Mengingat pemberian obat ini dilakukan melalui /oleh dokter anestesi, maka informasi tidak langsung diberikan pada pasien.

MEKANISME AKSI
Setelah injeksi, suksametonium akan terhidrolisa dengan cepat oleh pseudokolinesterase (plasma kolinestrase) dalam plasma dan akan menghasilkan paralisis yang cepat

{BOTTOM}