informasiobat.com

SULFASALAZIN

NAMA GENERIK
Sulfasalazin

NAMA KIMIA
6-oxo-3-[ [4-(pyridin-2-ylsulfamoyl)phenyl] hydrazinylidene]cyclohexa-1,4-diene-1-carboxylic acid

STRUKTUR KIMIA
C18H14N4O5S

SIFAT FISIKOKIMIA
Sulfasalazin merupakan pro-drug, dari proses diazotasi dari sulfapiridin dan melalui proses penggabungan garam diazonium dengan asam salisilat. ;Sulfasalazin berwarna kuning terang atau kuning kecoklatan,praktis tidak berbau, ;berupa serbuk mengkilat dengan tingkat kelarutan tidak kurang dari 0.1 mg/mL hingga sekitar 0.34 mg/mL dalam alkohol pada suhu 25°C.

SUB KELAS TERAPI
Anti Infeksi

FARMAKOLOGI
Absorbsi: 10%-15%. Dalam bentuk utuh melalui usus.;Distribusi: dalam jumlah sedikit masuk dalam feses dan air susu ibu.;Metabolisme: melalui flora normal usus terhadap sulfapiridina dan 5-aminosalisilic acid (5-ASA); selama absorbsi dalam usus sulfapiridin mengalami N-acetilasi dan cincin hidroksilasi ketika 5-ASA mengalami N-asetilasi.;T½ eliminasi: 5.7-10 jam.;Eksresi obat: utamanya melalui urin dalam bentuk utuh dan metabolit hasil asetilasi

STABILITAS PENYIMPANAN
Simpan dalam suhu kamar dan terhindar dari cahaya.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap sulfasalazin, golongan sulfa lainya, salisilat, atau dengan komponen lain dalam obat; pasien tenderita porfiria; kerusakan saluran pencernaan dan saluran urin; wanita hamil.

EFEK SAMPING
> 10%.;SSP : Sakit kepala (33%).;Dermatologi : Fotosensitivitas.;Saluran cerna : Anoreksia, mual, muntah, diare (33%), gastric distress.;Genitauria : Oligosperma – reversible (33%).;< 3% (membahayakan tetapi terkadang hilang dengan sendirinya).;Alopecia, anafilaksis, anemia aplastik, ataksia, kristaluria, depresi, nekrosis epidermal , dermatitis exfoliatif , granulositopenia, halusinasi, anemia hemolitik, hepatitis, interstisial nephritis, jaundice, leukopenia, lyell’s síndrome, ;myelodespatik sindrom, nephropaty (akut), enterocolitis neutropeni, pancreatitis, neuropati perifer, fotosensitisasi, pruritos rabdolimilisis, kejang, perubahan warna kulit, síndrom stevens-johnson, trombositopenia, ;gangguan fungsi tiroid, perubahan warna urine, urtikaria, vasculitis, vertigo.;ESO lain yang pernah dilaporkan: cholestatic jaundice, eosinophilia pneumotitis, eritema multiform, fibrosing alveoli, nekrosis hati, síndrom Kawasaki, SLE sindrome, perikarditis, kejang, transverse myelitis.

INTERAKSI MAKANAN
Kemungkinan menganggu absorbsi folat (disarankan untuk menggunakan 1 mg/hari suplemen folat).

INTERAKSI OBAT
Meningkatkan efek hidantoin.;Meningkatkan efek tiopental, hipoglikemik oral, dan antikoagulan oral.;Dapat meningkatkan myelosupressi jika digunakan dengan azathiopren, mercaptopurin, thioguanine, atau TPMT inhibitor.;Kemungkinan meningkatkan efek toksis metotreksat.;Meningkatkan efek trombositopenia jika digunakan bersamaan tiazid oral.;Dengan metenamin kemungkinan meningkatkan risiko kristal uria.;Menurunkan efek : kemungkinan efek obat jika digunakan bersamaan dengan mineral besi, digoksin, PABA atau metabolit obat PABA (prokain, proparakain, tetrakain).

PENGARUH ANAK
Khasiat dan keamanan obat jika digunakan pada anak < 2 tahun masih belum banyak diketahui.

PENGARUH HASIL LAB
Dapat mempengaruhi hasil pengukuran : CBC (WBC, platelet), Hepatic (SGOT,SGPT)

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko : B,D

PENGARUH MENYUSUI
Hati-hati penggunaan pada ibu menyusui karena sulfasalazin terdistribusi ke dalam air susu.

PARAMETER MONITORING
Parameter kualitatif:;Respon klinis pasien, dan keluhan.;Parameter kuantitatif: CBC (WBC, platelet);Hepatik (SGOT, SGPT).

BENTUK SEDIAAN
Tablet 500 mg, Tablet Lepas Tunda, Tablet Salut Enterik (Tablet Delayed Release, Tablet Enteric Coated 500 mg)

PERINGATAN
Hati-hati penggunaan pada pasien gagal ginjal.;Kerusakan fungsi hati dan saluran urin. Pasien alergi atau asma atau defisiensi G6PD yang kemungkinan disebabkan karena kekurangan folat (disarankan untuk mengkonsumsi suplemen folat 1mg/hari)

INFORMASI PASIEN
Untuk menghindari timbuknya resistensi, dan ketidakberhasilan terapi maka sebaiknya sulfasalazin digunakan dalam dosis dan rentang waktu yang telah ditetapkan.;Amati jika ada timbul gejala ESO obat, seperti mual, diare atau respon hipersensitivitas.;Jika masih belum memahami tentang penggunaan obat, harap menghubungi apoteker.;Jika keadaan klinis belum ada perubahan setelah menggunakan obat, maka harap menghubungi dokter

MEKANISME AKSI
Mengurangi respon inflamasi pada kolon dan berefek sistemik dengan menghambat sekresi prostagladin dengan cara menghambat sintesis progtaglandin.

MONITORING
Lamanya penggunaan obat;Menilai kondisi pasien sejak awal hingga akhir penggunaan obat.;;Mengamati kemungkinan adanya gejala defisiensi asam folat

{BOTTOM}