informasiobat.com

TEOFILIN

NAMA GENERIK
Teofilin

NAMA KIMIA
Anhydrous theophylline 3,7-Dihydro-1,3-dimethylpurine-2,6(1H)-dione atau 1,3 dimethyl xanthine

STRUKTUR KIMIA
C7H8N4O2

GB STRUKTUR KIMIA
235

SIFAT FISIKOKIMIA
USP 29: bersifat anhidrous atau mengandung 1 molekul air. Berupa serbuk kristal putih dan tidak berbau. Sedikit larut dalam air, lebih larut dalam air panas, sedikit larut dalam alkohol,eter, dan klorofrom, sangat larut dalam larutan bersifat basa hidroksida dan dalam amonia.1

SUB KELAS TERAPI
Antiasma

KELAS TERAPI
Saluran nafas, obat untuk

DOSIS PEMBERIAN OBAT
Cara pemberian:2 1.Sediaan dalam bentuk kapsul lepas lambat dapat dibuka dan dapat dicampurkan dengan makanan yang lunak dan tidak panas, misalnya: puding, telan segera dan jangan dikunyah. Tidak direkomendasikan untuk membagi-bagi isi kapsul.2.Jangan memecah atau mengunyah sediaan lepas lambat.3. Untuk menjaga konsistensi kadar obat dalam darah, sediaan lepas lambat harus selalu diminum selalu sebelum makan, atau selalu setelah makan. Bronchial Asthma oral:4 Dosis awal yang harus diberikan untuk mencapai kadar dalam darah 10 mcg/mL adalah: a. pada pasien yang belum mendapatkan teofilin dalam 24 jam terakhir: 4-6mg/kg b. pada pasien yang telah mendapatkan teofilin dalam 24 jam terakhir: berikan 1/2 dari loading dose atau 2-3 mg/kg dapat diberikan jika kadar dalam darah tidak diketahui. Setiap pemberian 1mg/kg terjadi peningkatan kadar dalam darah sebesar 2 mcg/mL.;Bronchial Asthma untuk 3 hari pertama, teofilin oral:4 usia < 1tahun: 0,2 mg/kg x (usia dalam minggu) + 5 usia 1-9 tahun: 16 mg/kg sampai dengan maks 400mg/24 jam usia 9-12 tahun: 16 mg/kg sampai dengan maks 400mg/24 jam usia 12-16 tahun: 16 mg/kg sampai dengan maks 400mg/24 jam Dewasa: 400mg/24 jam. Bronchial Asthma untuk 3 hari kedua, teofilin oral:4 usia < 1tahun: 0,2 mg/kg x (usia dalam minggu) + 5 usia 1-9 tahun: 20 mg/kg usia 9-12 tahun: 16 mg/kg sampai dengan maks 600mg/24 jam usia 12-16 tahun: 16 mg/kg sampai dengan maks 600mg/24 jam Dewasa: 600mg/24 jam. Bronchial Asthma dosis pemeliharaan, teofilin oral:4 usia < 1tahun: 0,3 mg/kg x (usia dalam minggu) + 8 usia 1-9 tahun: 22 mg/kg usia 9-12 tahun: 20 mg/kg sampai dengan maks 800mg/24 jam usia 12-16 tahun: 18 mg/kg sampai dengan maks 900mg/24 jam Dewasa: 900mg/24 jam. Bronchial Asthma peningkatan dosis:4 dosis dapat ditingkatkan sekitar 25% dengan interval waktu 2-3 hari selama dosis tersebut masih dapat ditoleransi atau sampai dosis maksimum tercapai ;Dosis untuk pengobatan Acute Bronchospasm; dosis untuk 12 jam pertama: 4 bayi usia 6 minggu-6 bulan: 0,5 mg/kg/jam anak usia 6 bulan-1 tahun: 0,6-0,7 mg/kg/jam anak usia 1-9 tahun: 0,95 mg/kg/jam (1,2 mg/kg/jam) anak usia 9-16 tahun dan dewasa muda perokok: 0,79 mg/kg/jam (1 mg/kg/jam) Dewasa sehat dan tidak merokok: 0,55 mg/kg/jam (0,7 mg/kg/jam) pasien yang lebih tua dan pasien dengan cor pulmonale: 0,47 mg/kg/jam (0,6 mg/kg/jam) pasien dengan gagal jantung kongestif: 0,39 mg/kg/jam (0,5 mg/kg/jam). Dosis untuk pengobatan Acute Bronchospasm; dosis setelah 12 jam pertama:4 anak usia 1-9 tahun: 0,79 mg/kg/jam (1 mg/kg/jam) anak usia 9-16 tahun dan dewasa muda perokok: 0,63 mg/kg/jam (0,8 mg/kg/jam) Dewasa sehat dan tidak merokok: 0,39 mg/kg/jam (0,5 mg/kg/jam) pasien yang lebih tua dan pasien dengan cor pulmonale: 0,24 mg/kg/jam (0,3 mg/kg/jam) pasien dengan gagal jantung kongestif: 0,08-0,16 mg/kg/jam (0,1-0,2 mg/kg/jam) ;Dosis pemeliharaan untuk gejala akut: pemberian oral: 4 bayi prematur atau bayi baru lahir sampai dengan usia 6 minggu (untuk apnea/bradikardia): 4mg/kg/hari bayi usia 6 minggu-6 bulan: 10 mg/kg/hari bayi 6 bulan-1 tahun: 12-18 mg/kg/hari anak usia 1-9 tahun: 20-24 mg/kg/hari anak usia 9-12 tahun dan remaja merokok atau pengguna marijuana, serta dewasa perokok: 16 mg/kg/hari remaja yang tiak merokok: 13 mg/kg/hari dewasa yang tidak merokok: 10 mg/kg/hari (tidak boleh lebih dari 900 mg/hari) Cardiac decompensation, cor pulmonale, dan/atau liver dysfunction: 5mg/kg/hari (tidak boleh lebih dari 400 mg/hari

FARMAKOLOGI
Absorbsi dengan rute oral dalam bentuk eliksir dan tablet terjadi dengan cepat dan sempurna. Waktu yang dibuthkan untuk mencapai kadar puncak adalah 1-2 jam. Pemberian tablet lepas lambat: waktu untuk mencapai kadar puncak (400mg tablet) 8,1 jam 3,7 jam (pada saat puasa) sampai dengan 12,8 jam 4,2 jam (pada saat adanya makanan). Keberadaan makanan memberikan sedikit pengaruh pada proses absorpsi( oral, eliksir dan tablet).2

STABILITAS PENYIMPANAN
Stabilitas: sediaan eliksir dan tablet atau kapsul lepas lambat harus disimpan dalam suhu 25oC.2 Jangan gunakan larutan jika terjadi perubahan warna atau terdapat kristal dalam larutan.4

KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap teofilin, atau kompoonen lain dalam sediaan. Memiliki riwayat alergi terhadap jagung atau larutan yang mengandung dextrose.2

EFEK SAMPING
Efek Samping yang sering muncul: gastrointestinal: mual, muntah, neurologik: sakit kepala, insomnia, tremor, psikiatrik: lekas marah, kegelisahan. ;Efek pada ginjal: diuresis Efek samping yang serius: kardiovaskuler: atrial fibrilasi, tachyarrhythmia dermatologik: stevens-Johnson syndrome. Neurologik: perdarahan intrakranial, kejang.2;Efek lain yang muncul : peningkatan serum AST (SGOT). Reaksi hipersensitivitas seperti urtikaria, pruritus, angiodema, sindrom SIADH.3

INTERAKSI MAKANAN
Makanan tidak mempengaruhi absorbsi sediaan cair, sediaan lepas lambat. ;Namun makanan mungkin dapat menginduksi percepatan pelepasan dari sediaan lepas lambat, sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar obat dalam serum dan potensial toksisitas.4

INTERAKSI OBAT
Major: Bupropion, cimetidine, ciprofloxacin, enoxacin, erythromycin, ethinyl estradiol, etintidine, etonogestrel, fluvoxamine, halothane, idrocilamide, imipenem, levofloxacin, mestranol, mexiletine, norelgestromin, norethindrone, norgestrel, pefloxacin, peginterferon alfa-2a, rofecoxib, thiabendazole, troleandomycin, zileuton. ;Moderate: Adenosine, adinazolam, alprazolam, aminoglutethimide, amiodarone, azithromycin, bromazepam, brotizolam, cannabis, carbamazepine, chlordiazepoxide, clobazam, clonazepam, clorazepate, diazepam, disulfiram, estazolam, flunitrazepam, flurazepam, fosphenytoin, halazepam, interferon alfa-2a, ipriflavone, isoproterenol, ketazolam, lorazepam, lormetazepam, medazepam, methotrexate, midazolam, nilutamide, nitrazepam, oxazepam, pancuronium, pentoxifylline, phenobarbital, phenytoin, piperine, prazepam, propafenonequazepam, rifampin, rifapentine, riluzole, ritonavir, secobarbital, tacrine, tacrolimus, telithromycin, temazepam, ticlopidine, triazolam, viloxazine, zafirlucast.2;Obat-obat yang dapat meningkatkan kadar Teofilin: Propanolol, Allopurinol (>600mg/day), Erythromycin, Cimetidin, Troleandomycin, Ciprofloxacin (golongan Quinolon yang lain), kontrasepsi oral, Beta-Blocker, Calcium Channel Blocker, Kortikosteroid, Disulfiram, Efedrin, Vaksin Influenza, Interferon, Makrolida, Mexiletine, Thiabendazole, Hormon Thyroid, Carbamazepine, Isoniazid, Loop diuretics. Oabt lain yang dapat menghambat Cytochrome P450 1A2, seperti: Amiodaron, Fluxosamine, Ketoconazole, Antibiotik Quinolon, dapat meningkatkan kadar Theofilin.4;Obat-obat yang dapat menurunkan kadar Teofilin: Phenytoin, obat-obat yang dapat menginduksi CYP 1A2 (seperti: Aminoglutethimide, Phenobarbital, Carbamazepine, Rifampin), Ritonavir, IV Isoproterenol, Barbiturate, Hydantoin, Ketoconazole, Sulfinpyrazone, Isoniazid, Loop Diuretic, Sympathomimetics.4

PENGARUH ANAK
Tidak ada data

PENGARUH HASIL LAB
Teofilin menyebabkan reaksi positif palsu terhadap peningkatan kadar asam urat apabila diukur dengan menggunakan metode Bittner atau Colorimetric tetapi tidak demikian halnya apabila diukur dengan menggunakan metode Uricase. ;Penelitian in vitro yang telah dilakukan dengan metode pengukuran menggunakan spektrofotometri menunjukkan peningkatan palsu kadar teofilin dalam darah akibat pengaruh penggunaan furosemide, sulfathiazole, fenilbutazon, probenesid, theobromin, kafein, coklat, dan asetaminofen. Tidak demikian halnya apabila metode pengukuran yang digunakan adalah HPLC.3

PENGARUH KEHAMILAN
Faktor risiko C.4

PENGARUH MENYUSUI
Berdasarkan WHO dan American Academy of Pediatrics Rating: kompatibel dengan ibu meyusui.Sedangkan berdasarkan Thomson Lactation Rating: risiko pada bayi minimum.2

PARAMETER MONITORING
1. Penurunan gejala asma 2. Test fungsi paru 3. Serum Teofilin (rentang normal: 10-20 mcg/mL).2

BENTUK SEDIAAN
Tablet, eliksir, tablet lepas lambat. 5

PERINGATAN
1.usia: neonatus (term and premature), anak - anak dibawah satu tahun, usia lanjut (lebih dari 60 tahun) mengalami penurunan clearance; risiko terjadinya "fatal theophylline toxicity" meningkat.2 2.active peptic ulcer; memperparah ulcer.2 3.cardiac arrhythmias (tidak termasuk bradiaritmia);memperparah keadaan. 4.penggunaan obat lain yang menghambat atau mempengaruhi metabolisme teofilin ; meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal. 5.congestive heart failure; mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin.6.peningkatan dosis harus didasarkan pada kadar puncak theophyllin pada saat steady state. 7.demam; 102 derajat Fahrenheit (38.8 derajat celcius) atau lebih yang terjadi selama 24 jam (atau bahkan lebih), atau peningkatan suhu yang lebih rendah yang terjadi selama periode waktu yang lama; penurunan clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin. 8.hipotiroid;menurunkan clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin. 9.penyakit hati, sirosis, hepatitis akut; mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin.10.pulmonary edema (acute) atau cor pulmonale; mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin. 11.kejang; memperparah kondisi yang sedang terjadi . 12.sepsis dengan kelainan multi-organ; mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin. 13.shock; mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin.14.Penghentian merokok; mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin. Catatan : merokok (cigarettes, marijuana) dapat menurunkan serum teofilin4; oleh karena itu dengan penghentian merokok, serum teofilin dapat meningkat.. 15. bayi kurang dari 3 bulan dengan penurunan fungsi ginjal menyebabkan berkurangnya clearance teofilin dan meningkatkan risiko toksisitas teofilin yang parah. 16. keracunan yang parah tidak selalu harus didahului munculnya efek samping ringan atau sedang

KASUS TEMUAN
Teofilin kontraindikasi pada pasien yang memiliki alergi terhadap teofilin atau kafein atau teobromin.3

INFORMASI PASIEN
Oral: Kegunaan obat Penggunaan obat: sesuai yang dianjurkan doker; dapat diminum pada saat perut kosong atau bersama makanan. Bila diminum pada saat perut kosong, maka seterusnya diminum pada saat perut kosong, bila diminum bersama makanan maka seterusnya diminum bersama makanan. Bila lupa minum obat: Gunakan secepatnya pada saat ingat. ;Bila saat ingat, sudah hampir waktunya untuk minum dosis berikutnya, maka tidak perlu minum dosis sebelumnya, cukup minum dosis berikutnya. Jangan mendobel dosis. Penyimpanan obat Tanyakan pada dokter atau apoteker mengenai obat dan makanan lain yang perlu dihindari. Konsultasikan ke dokter bila terjadi efek samping.2 ;Injeksi Obat dan makanan apa yang harus dihindari. Beritahukan pada dokter obat, makanan, vitamin atau herbal apa saja yang sedang digunakan. Bila mengalami efek samping, beritahukan pada dokter.2;Segera laporkan kepada dokter/apoteker apabila mengalami tanda dan gejala toksisitas teofilin, seperti: muntah, aritmia, kejang. Jangan menghentikan atau merubah dosis yang telah diberikan tanpa sepengaetahuan dokter.2

MEKANISME AKSI
Teofilin, sebagai bronkodilator, memiliki 2 mekanisme aksi utama di paru yaitu dengan cara relaksasi otot polos dan menekan stimulan yang terdapat pada jalan nafas (suppression of airway stimuli). Mekanisme aksi yang utama belum diketahui secara pasti. Diduga efek bronkodilasi disebabkan oleh adanya penghambatan 2 isoenzim yaitu phosphodiesterase (PDE III) dan PDE IV. Sedangkan efek selain bronkodilasi berhubungan dengan aktivitas molekular yang lain. Teofilin juga dapat meningkatkan kontraksi otot diafragma dengan cara peningkatan uptake Ca melalui Adenosin-mediated Chanels.2

MONITORING
1.Perbaikan pada gejala asma, 2.Tes fungsi paru, 3.Rentang terapeutik teofilin adalah 4.Serum teofilin (ambil sampel darah pada waktu kadar puncak yang diharapkan); setelah awal pemberian terapi, sebelum dosis ditingkatkan, jika tanda terjadinya toksisitas Teofilin muncul, atau dengan terjadinya perubahan status penyakit atau terapi obat.2 10 sampai 20 mcg/mL,

DAFTAR PUSTAKA
1. Martindale 35th edition p.1001 2.MICROMEDEX 3.AHFS 2008 4.Drug Information Handbook International 2008-2009 5. MIMS volume 9 tahun 2008 6. BNF 57th ed

{BOTTOM}