informasiobat.com

VAKSIN HEPATITIS B REKOMBINANAN

NAMA GENERIK
Vaksin Hepatitis B Rekombinanan

KETERANGAN
Vaksin Hepatitis B rekombinan adalah vaksin virus rekombinan yang telah diinaktivasi dan bersifat non-infectious, ;berasal dari HBsAg yang dihasilkan dalam sel ragi (Hansnula polymorpha) menggunakan teknologi DNA rekombinan.

SIFAT FISIKOKIMIA
Suspensi berwarna putih, yang diproduksi dari jaringan sel ragi yang mengandung gene HBsAg, yang dimurnikan dan diinaktivasi melalui beberapa tahap proses fisiko kimia seperti ultrasentrifuse, ;kromatografi kolom, dan perlakuan dengan formaldehid

SUB KELAS TERAPI
Obat yang Mempengaruhi Sistem Imun

FARMAKOLOGI
Absorpsi (3) : pada studi pemberian vaksin Hepatitis B secara intramuskuler, menunjukkan bahwa anti-HBs terdapat di serum dalam waktu 2 minggu, puncaknya setelah 6 bulan dan bertahan selama kurang lebih 3 tahun.;Distribusi (3) : tidak diketahui apakah HBsAg yang terdapat dalam vaksin Hepatitis B, menembus plasenta atau tidak.;Eliminasi (3) : disposisi akhir HBsAg dan anti HBs setelah pemberian vaksin Hepatitis B secara intramuskuler, belum ditentukan.

STABILITAS PENYIMPANAN
Vaksin harus disimpan pada suhu 2-8C dan harus terlindung dari cahaya.;Vaksin jangan dibekukan, penyimpanan di atas atau di bawah suhu 2-8C akan menurunkan potensi;Daluwarsa 26 bulan.

KONTRA INDIKASI
Hipersensitif terhadap komponen vaksin, termasuk ragi.;Penderita infeksi berat yang disertai kejang. Vaksinasi tetap dapat diberikan pada penderita infeksi ringan

EFEK SAMPING
Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari. Keluhan sistemik seperti demam, sakit kepala, mual, pusing dan rasa lelah belum ;dapat dibuktikan disebabkan oleh pemberian vaksin.

INTERAKSI OBAT
Vaksin Hepatitis B rekombinan dapat diberikan serempak dengan Hepatitis B imunoglobulin pada tempat penyuntikan terpisah. Dan juga dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin DTP, OPV, dengan menggunakan jarum suntik dan lokasi penyuntikan ;yang terpisah,dan tidak mengganggu respon imun terhadap vaksin-vaksin tersebut.;Obat-obat imunosupresan (kortikotropin, kortikosteroid, alkylating agents, antimetabolites, radiasi) : menurunkan respon terhadap vaksin Hepatitis B.

PENGARUH KEHAMILAN
Kategori C;Efek antigen terhadap janin belum diketahui dan karena itu vaksinasi terhadap wanita hamil tidak direkomendasikan, kecuali pada keadaan risiko tinggi.

PENGARUH MENYUSUI
Risiko pada bayi minimal. ;Tidak tersedia data penggunaan pada manusia, namun vaksin dapat digunakan selama masa menyusui.

BENTUK SEDIAAN
Vial Multidosis 2,5 ml;Kemasan Uniject 0,5 ml dan 1,0 ml

PERINGATAN
Untuk mencegah anafilaktik perlu selalu disediakan Epinephrine.;Mengingat masa inkubasi virus hepatitis B panjang, ada kemungkinan terjadi infeksi yang tidak diketahui pada saat vaksinasi.;Jangan diberikan pada daerah gluteal atau intra-dermal karena tidak akan memberikan respon imun yang optimal, dan jangan diberikan secara intravena.;Pada pasien dialisis dan yang mempunyai kelemahan sistem imun, respon antibodi mungkin tidak cukup setelah vaksinasi dasar, karena itu perlu diberikan vaksinasi ulang.

MEKANISME AKSI
Menstimulasi imunitas aktif terhadap infeksi virus Hepatitis B (HBV). HBsAg yang terdapat di dalam vaksin, meningkatkan produksi antibodi terhadap HBsAg (anti-HBs); ;anti-HBs menetralkan HBV sehingga infeksi atau sifat patogeniknya dihambat.

{BOTTOM}